INDUSTRY.co.id, Jakarta-Pameran Indonesia Technology & Innovation (INTI) 2026 resmi dibuka Selasa (11/08/2026) di Jakarta International Expo (JIExpo) Kemayoran. Acara yang mempertemukan pelaku industri, pemerintah, asosiasi, investor, inovator, dan akademisi itu diharapkan memperkuat kolaborasi serta mempercepat pembangunan ekosistem digital Indonesia dari hulu hingga hilir.

INTI 2026 digelar dengan dukungan Kamar Dagang dan Industri (KADIN) Indonesia sebagai official institutional partner. Kolaborasi antara penyelenggara dan KADIN bertujuan mempererat hubungan antara dunia usaha dan pembuat kebijakan serta mempercepat adopsi teknologi yang aplikatif untuk kebutuhan industri nasional.

Pembukaan INTI 2026 diawali sambutan dari Hendri Bunardy, Director CNG Trade & Event, dilanjutkan sambutan co-host oleh Firlie Ganinduto, Kepala Badan Ekosistem Digital KADIN Indonesia. Acara kemudian berlanjut dengan keynote speech dari Andi Rizaldi, Staf Ahli Menteri Bidang Percepatan Transformasi Industri 4.0, serta Boni Pudjianto, Kepala Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia Kementerian Komunikasi dan Informatika.

Skala Internasional: 952 Peserta dari Delapan Negara

Penyelenggara mencatat 952 peserta pameran dari delapan negara, yakni China, India, Taiwan, Malaysia, Vietnam, Singapura, Korea Selatan, dan Jepang. INTI 2026 menargetkan kehadiran 30.000 pengunjung dari 20 negara, memperkuat posisinya sebagai platform pertemuan teknologi berskala internasional di Indonesia.

“Melalui sektor-sektor teknologi yang beragam — mulai telko, AI, data center, cybersecurity, IoT, robotics, hingga smart manufacturing — kami berharap INTI menjadi lahirnya ide, inovasi, kemitraan, dan peluang investasi baru,” ujar Hendri Bunardy dalam sambutannya.

Pameran menempati area seluas 13.000 meter persegi. Sekitar 45 persen peserta menampilkan produk dalam negeri yang telah tersertifikasi Tingkat Komponen Dalam Negeri (TKDN), bukti kontribusi sektor lokal dalam memperkuat kapasitas teknologi nasional.

15 Sektor Strategis untuk Ekosistem Terintegrasi

INTI 2026 menampilkan 15 sektor teknologi strategis yang membentuk rantai ekosistem digital, antara lain:

  1. 5G, Internet & Satellite
  2. Data Center, Cloud Computing & Data Storage
  3. Artificial Intelligence (AI)
  4. Cybersecurity & Data Protection
  5. Internet of Things (IoT)
  6. Smart City
  7. Fintech, Digital Banking & Blockchain
  8. Digital Health & MedTech
  9. Electronics, Components & Semiconductor
  10. Robotics & Automation
  11. Smart Mobility
  12. Drone Technology & Autonomous
  13. Smart Manufacturing Technology
  14. Startup & Innovation
  15. Digital Talent & Education

Keterhubungan antar sektor menunjukkan bahwa transformasi digital tidak sekadar konektivitas, melainkan juga bagaimana infrastruktur digital menjadi fondasi pemanfaatan teknologi di berbagai industri. INTI menekankan integrasi dari basic connectivity hingga penerapan robotika dan manufaktur cerdas agar teknologi memberikan dampak luas terhadap produktivitas nasional.
Peran KADIN: Menyatukan Kebutuhan Industri dan Kebijakan

Firlie Ganinduto menegaskan peran KADIN sebagai jembatan antara dunia usaha dan pembuat kebijakan. “Kemitraan ini relevan karena pameran tidak hanya menampilkan teknologi, tetapi juga mempertemukan kebutuhan industri, arah kebijakan pemerintah, dan inovasi yang dapat diterapkan,” katanya.

AI sebagai Penggerak Industri Cerdas

Artificial Intelligence menjadi sorotan utama INTI 2026. Penerapan AI dinilai membuka peluang meningkatkan efisiensi, produktivitas, dan kualitas layanan di berbagai sektor. Namun, pengembangan AI harus diimbangi kesiapan infrastruktur, keamanan data, serta kemampuan sumber daya manusia.

Untuk itu, INTI menghadirkan AI Experience yang terintegrasi dengan sektor lain, sehingga penerapan AI tidak berdiri sendiri tetapi menjadi bagian dari ekosistem yang lebih luas. Harapannya, adopsi AI dapat mendorong industri Indonesia menjadi lebih cerdas, inovatif, dan kompetitif secara global.

Memperkuat Kolaborasi dan Transfer Teknologi

Penyelenggara berharap INTI 2026 menjadi ruang kolaborasi antarpelaku ekosistem: perusahaan teknologi, pemerintah, asosiasi, investor, akademisi, startup, dan pelaku industri. Pertemuan ini diharapkan mempercepat transfer pengetahuan, memunculkan peluang bisnis, serta memperkuat keterhubungan industri Indonesia dengan rantai teknologi global.

Dengan menggabungkan konektivitas dasar, infrastruktur digital, AI, keamanan siber, IoT, hingga smart manufacturing, INTI 2026 berupaya menjawab tantangan pembangunan industri nasional dan mewujudkan visi Indonesia sebagai bangsa yang semakin cerdas melalui inovasi teknologi.