INDUSTRY.co.id - Jakarta - Kementerian Investasi dan Hilirisasi/Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) mengungkap kesalahan yang masih sering dilakukan pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM), terutama UMKM perempuan. 

Banyak pelaku usaha belum memiliki Nomor Induk Berusaha (NIB), padahal dokumen tersebut menjadi kunci untuk mengakses pembinaan pemerintah hingga fasilitas pembiayaan.
 
Deputi Bidang Pengembangan Iklim Penanaman Modal Kementerian Investasi dan Hilirisasi/BKPM, Riyatno menegaskan, legalitas usaha merupakan fondasi penting agar UMKM bisa berkembang dan naik kelas.
 
"Hal yang sering dilupakan pelaku UMKM adalah legalitas. NIB menjadi identitas resmi bahwa usaha tersebut legal. Dengan memiliki NIB, kesempatan mendapatkan pembinaan dari pemerintah pusat maupun daerah terbuka lebar, termasuk kemudahan akses pembiayaan," kata Riyatno dalam kegiatan Diseminasi Kebijakan Kemitraan Usaha Nasional bertajuk UMKM SCALE HUB: Dari Kaki Lima Jadi Lebih Berdaya di Banyumas, Jawa Tengah.
 
Riyatno mengatakan kepemilikan NIB bukan sekadar syarat administrasi. Dokumen tersebut membuka peluang lebih besar bagi pelaku UMKM untuk mendapatkan pendampingan, pelatihan, hingga akses ke lembaga keuangan.
 
Kegiatan tersebut diikuti oleh 30 pengusaha UMKM perempuan dan diselenggarakan Kementerian Investasi dan Hilirisasi/BKPM bersama Dharma Wanita Persatuan (DWP) Kementerian Investasi dan Hilirisasi/BKPM bekerja sama dengan PT Pertamina (Persero) dan Yayasan Benih Baik Indonesia (YBBI).
 
Dalam kesempatan yang sama, Penasihat DWP Kementerian Investasi dan Hilirisasi/BKPM, Ayu Heni Rosan menekankan, besarnya kontribusi perempuan dalam menopang ekonomi keluarga. Menurutnya, perempuan pelaku UMKM harus mampu beradaptasi dengan perkembangan teknologi dan persaingan usaha yang semakin ketat.
 
"Perempuan memiliki peran luar biasa. Banyak ibu di berbagai daerah yang mampu mengurus keluarga sekaligus mengelola usaha. Perempuan yang berdaya akan ikut membangun keluarga yang sehat dan bahagia, sekaligus menjadi teladan bagi anak-anaknya," ujarnya.
 
Talkshow tersebut juga menghadirkan Founder & CEO Mutiara Handycraft, Irma Suyanti, yang membagikan pengalaman membangun bisnis sebagai penyandang disabilitas dari Banyumas. Usahanya kini berhasil menembus pasar nasional hingga internasional meski menghadapi berbagai keterbatasan.
 
Melalui program UMKM SCALE HUB, para peserta mendapatkan pelatihan mengenai berbagai aspek penting dalam pengembangan usaha. Materi yang diberikan mencakup legalitas usaha, pengelolaan keuangan, strategi pemasaran, higienitas produk, kemudahan perpajakan, hingga peluang kemitraan strategis.
 
Program ini diharapkan dapat mendorong UMKM perempuan di Banyumas untuk meningkatkan skala usaha dan memperkuat daya saing, sekaligus memanfaatkan berbagai fasilitas yang tersedia setelah memiliki NIB.