INDUSTRY.co.id — Jakarta, Transisi energi Indonesia membutuhkan lebih dari sekadar target ambisius. Mewujudkannya memerlukan keselarasan antara kebijakan, investasi, teknologi, partisipasi sektor swasta, dan pemberdayaan masyarakat. Hal ini menjadi inti dari Indonesia Sustainable Energy Week (ISEW) 2026 yang akan digelar 19-20 Agustus 2026 di Hotel Fairmont Jakarta.

Acara tahunan ini diselenggarakan oleh Kementerian Perencanaan Pembangunan Nasional/Bappenas dan Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), dengan dukungan Pemerintah Jerman melalui Deutsche Gesellschaft fur Internationale Zusammenarbeit (GIZ) GmbH.

Highlights
  • ISEW 2026 digelar 19-20 Agustus di Hotel Fairmont Jakarta
  • Fokus hari pertama: dari target ke implementasi nyata
  • Hari kedua: mobilisasi investasi dan inovasi sektor swasta
  • Digelar bersamaan dengan Indosolar 2026 dari AESI
  • Menteri Jerman dijadwalkan membuka acara

Dari Target ke Aksi Nyata

Hari pertama ISEW 2026 (19 Agustus) mengusung tema "From Targets to Action: Delivering Indonesia's Energy Transition." Diskusi akan berfokus pada bagaimana Indonesia bisa bergerak dari ambisi kebijakan ke implementasi nyata melalui kemitraan yang lebih kuat, investasi, dan partisipasi sektor swasta.

Topik yang dibahas meliputi keamanan energi, partisipasi sektor swasta, reformasi sektor kelistrikan, pengelolaan limbah teknologi energi terbarukan, partisipasi masyarakat dalam proyek energi terbarukan skala besar, serta aplikasi energi surya untuk sektor perikanan.

"Tantangan ke depan bukan hanya menetapkan target yang ambisius, tetapi memastikan target tersebut terwujud dalam bentuk investasi, proyek, dan manfaat nyata bagi ekonomi dan masyarakat," ujar Yusuf Suryanto, Direktur Transmisi, Ketenagalistrikan, Kedirgantaraan, dan Antariksa, Kementerian PPN/Bappenas.

Kerja Sama Indonesia-Jerman

Kerja sama pembangunan Indonesia-Jerman terus mendukung upaya transisi energi yang adil dan berkelanjutan. Kehadiran kuat Jerman di ISEW 2026 menegaskan komitmen berkelanjutan dalam mendukung ambisi energi dan iklim Indonesia.

Menteri Federal untuk Kerja Sama Ekonomi dan Pembangunan Jerman, Reem Alabali Radovan, dijadwalkan membuka ISEW 2026 bersama perwakilan kementerian tuan rumah. Dalam kunjungannya, ia akan menyaksikan peluncuran fasilitas pendingin bertenaga surya di IPB University serta mengunjungi proyek Cirata Floating Solar PV.

"ISEW dirancang untuk menghubungkan percakapan yang sering terjadi secara terpisah. Kebijakan perlu bertemu investasi, teknologi perlu menjawab tantangan implementasi, dan pelaku publik-swasta butuh ruang untuk membangun kemitraan," jelas Lisa Tinschert, Director of Energy Programme, GIZ Indonesia dan ASEAN.

Mobilisasi Investasi Swasta

Hari kedua (20 Agustus) akan berfokus pada mobilisasi investasi dan inovasi sektor swasta. Diskusi mencakup pembiayaan energi terbarukan skala besar, de-risking proyek, dekarbonisasi industri, pengadaan energi terbarukan, serta hambatan implementasi proyek.

ISEW 2026 tidak hanya berupa diskusi panel. Sepanjang acara, peserta bisa berpartisipasi dalam pameran dan showcase teknologi, networking, business matchmaking, dan Business Collaboration Hub.

Akan ada juga sesi Women in Energy Lunch yang mempertemukan pemimpin perempuan dari pemerintahan, bisnis, masyarakat sipil, dan akademisi untuk berkolaborasi dalam transisi energi Indonesia.

Peran Energi Surya

Kolaborasi dengan Indosolar 2026 dari Asosiasi Energi Surya Indonesia (AESI) semakin memperkuat koneksi antara agenda transisi energi dan pengembangan industri energi surya nasional.

"Indonesia memiliki potensi energi surya yang besar, tetapi merealisasikannya secara skala membutuhkan lebih dari sekadar teknologi. Kami butuh lingkungan kebijakan yang mendukung, investasi yang lebih kuat, proyek yang bankable, dan kolaborasi lintas ekosistem," kata Mada Ayu Habsari, Ketua Umum AESI.

Indosolar 2026 akan menjadi platform yang menghubungkan industri energi surya yang terus berkembang dengan kebijakan, investasi, dan teknologi yang dibutuhkan untuk mewujudkan proyek-proyek nyata.

FAQ (Pertanyaan yang Sering Diajukan)

Kapan dan di mana ISEW 2026 digelar?

ISEW 2026 berlangsung pada 19-20 Agustus 2026 di Hotel Fairmont Jakarta.

Siapa penyelenggara ISEW 2026?

Kementerian PPN/Bappenas dan Kementerian ESDM, dengan dukungan Pemerintah Jerman melalui GIZ Indonesia dan ASEAN.

Apa itu Indosolar 2026?

Agenda tahunan dari Asosiasi Energi Surya Indonesia (AESI) yang tahun ini digelar bersamaan dengan ISEW 2026.

Apa fokus utama ISEW 2026?

Akselerasi transisi energi Indonesia melalui sinergi kebijakan, investasi, teknologi, dan partisipasi sektor swasta serta masyarakat.

Key Takeaways
  • ISEW 2026 jadi ajang pertemuan pemerintah, swasta, investor, dan akademisi untuk transisi energi
  • Hari pertama fokus implementasi kebijakan, hari kedua fokus investasi
  • Kerja sama Indonesia-Jerman jadi katalisator transisi energi
  • Energi surya jadi salah satu fokus utama bersama Indosolar 2026