INDUSTRY.co.id - Jakarta - PT Darya-Varia Laboratoria Tbk (Darya-Varia) kembali memperkuat komitmennya dalam mendukung pelaku usaha di Indonesia.
Bertepatan dengan momentum Hari UMKM Nasional 12 Agustus, perusahaan ini menggandeng Pendidikan Vokasi Kementerian Perindustrian melalui Politeknik APP Jakarta untuk memperluas dampak program Halalpreneur.
Kolaborasi tersebut bertujuan membangun ekosistem wirausaha halal yang lebih kuat dengan melibatkan mahasiswa vokasi, pelaku UMKM, dan komunitas kreatif agar mampu menciptakan inovasi serta bersaing di pasar global.
Program Halalpreneur yang kini memasuki tahun kelima disebut menjadi ruang kolaborasi antara dunia industri, pendidikan, dan UMKM untuk mempercepat pertumbuhan ekonomi halal nasional.
Dalam kerja sama ini, Darya-Varia dan Politeknik APP Jakarta menghadirkan pelatihan terpadu bagi mahasiswa vokasi mengenai konsep halalpreneur dan bisnis berkelanjutan.
Selain itu, program ini juga mencakup pendampingan UMKM halal yang melibatkan dosen dan mahasiswa sebagai mitra riset serta inkubator bisnis.
Tak hanya itu, hasil karya mahasiswa dan UMKM binaan akan ditampilkan dalam showcase produk halal sebagai bagian dari penguatan ekonomi kreatif berbasis halal.
Legal & Corporate Affairs Division Head sekaligus Corporate Secretary Darya-Varia, Widya Olivia Tobing mengatakan, Halalpreneur telah berkembang menjadi wadah kolaborasi strategis untuk membangun ekosistem halal yang lebih kompetitif.
"Memasuki tahun kelima penyelenggaraan Halalpreneur, kami melihat program ini telah berkembang menjadi ruang kolaborasi yang mempertemukan industri, pendidikan vokasi, dan UMKM untuk membangun ekosistem halal yang lebih kuat," ujar Widya dalam keterangan tertulis, Rabu (12/8/2026).
Menurutnya, Darya-Varia yang telah hadir lebih dari 50 tahun di Indonesia percaya bahwa kontribusi bagi masyarakat tidak hanya melalui produk kesehatan, tetapi juga lewat pengembangan sumber daya manusia dan pemberdayaan komunitas.
"Semangat halalpreneur bukan sekadar membangun usaha, tetapi juga menciptakan inovasi yang menghadirkan nilai tambah, membangun kepercayaan, serta memberikan manfaat yang berkelanjutan bagi masyarakat," tambahnya.
Sementara itu, Direktur Politeknik APP Jakarta A.R. Arie Wicaksono menilai kolaborasi ini merupakan contoh nyata pendekatan pentahelix, yaitu sinergi antara pemerintah, industri, akademisi, komunitas, dan media dalam mendorong ekonomi halal Indonesia.
"Kegiatan Halalpreneur yang memasuki tahun ke-5 semakin meneguhkan semangat kami untuk berkolaborasi dan memberikan nilai tambah bagi UMKM yang berkelanjutan," kata Arie.
Rangkaian kegiatan Halalpreneur akan meliputi seminar, workshop, pendampingan bisnis, hingga pameran produk halal.
Melalui dukungan industri dan pendidikan vokasi, program ini diharapkan mampu melahirkan lebih banyak wirausaha halal yang inovatif, berdaya saing, dan siap menjadi motor pertumbuhan ekonomi halal Indonesia.