INDUSTRY.co.idJakarta – Kementerian Perindustrian (Kemenperin) kembali menggelar Halal Indonesia International Industry Expo (Halal Indo) 2026 di ICE BSD, Tangerang, Banten. Ajang ini menjadi salah satu upaya pemerintah memperluas akses pasar produk halal Indonesia ke pasar global.

Pada Halal Indo 2026, Kemenperin memfasilitasi 174 industri halal dari berbagai subsektor. Selain pameran produk, kegiatan tersebut menghadirkan business matching, lokakarya industri halal, serta layanan publik untuk mendukung pelaku industri.

Menteri Perindustrian (Menperin), Agus Gumiwang Kartasasmita mengatakan, besarnya pasar halal dunia menjadi peluang bagi Indonesia untuk meningkatkan peran sebagai produsen dan pemasok produk halal global.

“Pasar halal dunia terus menunjukkan pertumbuhan positif. Pada tahun 2024, konsumsi umat Muslim di enam sektor ekonomi syariah telah menembus USD2,6 triliun. Angka ini diperkirakan akan meningkat menjadi USD3,56 triliun pada tahun 2029,” kata Menperin Agus saat membuka Industrial Festival x Halal Indo 2026, Kamis (24/9/2026).

Menperin Agus mengatakan, Indonesia memiliki modal besar untuk mengembangkan industri halal, mulai dari pasar domestik yang besar hingga kekuatan industri nasional.

Berdasarkan State of the Global Islamic Economy Report (SGIER) 2025/26, Indonesia berada di peringkat keempat dalam ekosistem industri halal dunia. Indonesia juga menempati peringkat ketiga untuk sektor makanan halal dan mempertahankan posisi pertama dunia dalam sektor modest fashion.

Namun, peluang tersebut masih dihadapkan pada tantangan perdagangan. Pada 2024, ekspor produk halal Indonesia ke negara-negara Organisasi Kerja Sama Islam (OKI) mencapai USD12,51 miliar. Sementara itu, impor produk halal dari negara-negara OKI mencapai USD31,52 miliar.

Menurut Menperin Agus, kondisi tersebut menunjukkan perlunya penguatan kapasitas produksi dalam negeri agar Indonesia tidak hanya menjadi pasar bagi produk halal dari negara lain.

“Pekerjaan rumah kita masih banyak, terutama untuk memperkuat kapasitas produksi dalam negeri agar mampu menekan ketergantungan impor,” ujarnya.

Halal Indo 2026 diikuti peserta dan calon pembeli dari lebih dari 11 negara, antara lain Uzbekistan, Malaysia, Maroko, Bangladesh, Filipina, Vietnam, Thailand, Kazakhstan, Spanyol, dan Libya.

Kemenperin menyebut Halal Indo juga terhubung dengan sejumlah pameran halal internasional, seperti KazanForum di Rusia, Halal Expo Canada, Mega Halal Bangkok, MIHAS Malaysia, Saudi International Halal Expo, hingga OIC Halal Expo di Istanbul.

Selain mempertemukan pelaku usaha dengan calon mitra internasional, Halal Indo 2026 menjadi bagian dari strategi pemerintah memperkuat rantai nilai industri halal nasional.

Penyelenggaraan Halal Indo juga berlangsung menjelang implementasi kewajiban sertifikasi halal pada 18 Oktober 2026. Pemerintah mendorong pelaku industri menjadikan sertifikasi halal bukan hanya sebagai pemenuhan ketentuan, tetapi juga bagian dari strategi untuk meningkatkan kepercayaan konsumen dan memperluas akses pasar.

Melalui Halal Indo 2026, Kemenperin berharap semakin banyak industri halal nasional yang mampu meningkatkan daya saing dan memperluas pasar, baik di dalam negeri maupun mancanegara.