INDUSTRY.co.id - JAKARTA - PT Pegadaian menorehkan prestasi. Sebagai pelopor ekosistem bullion di Indonesia, Perseroan berhasil meraih penghargaan utama "The Leading Institution in Gold Ecosystem Integration & Sustainable Bullion Services 2026" dalam ajang Industry Award 2026.

Penghargaan tingkat nasional ini diberikan atas langkah visioner Pegadaian dalam mentransformasi ekosistem emas dari hulu ke hilir, serta komitmennya sebagai institusi pertama di Indonesia yang mengimplementasikan layanan jasa bullion terintegrasi.

Penghargaan diserahkan CEO INDUSTRYcoid sekaligus Ketua Dewan Juri, Nandi Nanti, di President Lounge, Menara Batavia, Jakarta, Kamis (29/10/2026).

Dewan Juri menilai PT Pegadaian layak menerima penghargaan tertinggi di kategorinya atas jasanya mentransformasi ekosistem emas dan mendorong inklusi keuangan nasional.

"PT Pegadaian telah benar-benar menulis ulang tolok ukur bagi lembaga keuangan berbasis emas melalui 'The Leading Institution in Gold Ecosystem Integration & Sustainable Bullion Services 2026'. Dengan mengelola aset ekosistem emas yang monumental. Perusahaan menunjukkan model bisnis yang sangat adaptif dan tangguh. Keberhasilan mereka membangun kerangka bullion yang kokoh sekaligus mempertahankan NPL yang rendah membuktikan bahwa Pegadaian tidak hanya menjadi akselerator inklusi keuangan tetapi juga mesin penting yang memberdayakan pelestarian kekayaan dan pertumbuhan ekonomi mikro Indonesia," ujar Dewan Juri.

Dewan Juri menetapkan PT Pegadaian sebagai pemenang tunggal berdasarkan empat pilar pencapaian strategis.

Dominasi Pasar & Ekosistem Emas Terintegrasi

Pegadaian memimpin pasar dengan total volume kelolaan ekosistem emas nasional mencapai 155,12 ton.

Cakupan layanan meliputi Tabungan Emas, perdagangan emas, hingga infrastruktur penyimpanan berstandar internasional melalui fasilitas vault.

Pertumbuhan Laba & Efisiensi Finansial

Kinerja bisnis yang solid tercermin dari raihan laba bersih pada Semester I-2026 sebesar Rp6,59 triliun.

Angka ini melonjak 84,4% secara tahunan atau Year-on-Year dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya sebesar Rp3,58 triliun.

Ekspansi Aset dan Pembiayaan

Sebagai penggerak inklusi keuangan nasional, total aset Pegadaian tumbuh 53,9% YoY menjadi Rp186,33 triliun.

Pertumbuhan ini ditopang oleh portofolio Outstanding Loan (OSL) gross sebesar Rp155,1 triliun.

Kualitas Pembiayaan yang Sehat

Di tengah ekspansi bisnis yang agresif, Pegadaian tetap menjaga kualitas aset dengan disiplin manajemen risiko.

Hal ini dibuktikan dengan rasio kredit bermasalah atau Non-Performing Loan (NPL) yang terjaga di level sangat rendah, yaitu 0,71%.

"Melalui visi luar biasa, komitmen membangun dari hulu sampai hilir, pencapaian tak tertandingi, dan warisan bersejarah sebagai pelopor ekosistem bullion di Indonesia, Pegadaian telah menetapkan standar keunggulan yang tinggi," tutup Dewan Juri.

Proses Penilaian

Industry Award 2026 digelar media daring Industry.co.id dengan tema "Driving Sustainable Growth Through Excellence in Governance and Digital Transformation".

Penilaian dilakukan melalui tiga lapis pendekatan, yakni desk research, media monitoring, dan expert judgement.

Ada tiga kategori utama di tahun kedua apresiasi ini, yaitu Special Recognition, Tokoh Industri 2026, dan 25 Perusahaan Industri Terbaik.

Special Recognition dianugerahkan kepada SD Darmono, Founder & Chairman Jababeka Group.

Untuk Tokoh Industri 2026, penghargaan diberikan kepada Achmad Ma'ruf Maulana (Ketua HKI), Putu Juli Ardika (Ketua GAIKINDO), Adhi S. Lukman (Ketua GAPMMI), Abdul Sobur (Ketua HIMKI), dan Edy Suyanto (Ketua ASAKI).

Sementara kategori 25 Perusahaan Industri Terbaik diberikan kepada perusahaan unggulan berdasarkan performa bisnis, GCG, ESG, dan transformasi teknologi, termasuk PT Pegadaian.

Acara tersebut menghadirkan Kepala Badan Standardisasi dan Kebijakan Jasa Industri (BSKJI) Kementerian Perindustrian, Emmy Suryandari, sebagai keynote speaker yang mewakili Wakil Menteri Perindustrian Faisol Riza.