INDUSTRY.co.id - JAKARTA - Wiraraja Madura Industrial Estate (WMIE), kawasan industri terintegrasi di Kabupaten Bangkalan, Jawa Timur, berhasil meraih penghargaan "The Most Promising Rising Star Industrial Estate in Indonesia" dalam ajang Industry Award 2026.

Penghargaan ini merupakan pengakuan atas potensi besar dan progres strategis WMIE dalam membuka koridor investasi internasional baru di Pulau Madura.

Penghargaan diserahkan CEO INDUSTRYcoid sekaligus Ketua Dewan Juri, Nandi Nanti, di President Lounge, Menara Batavia, Jakarta, Kamis (29/10/2026).

Dewan Juri menilai WMIE layak menerima penghargaan tertinggi di kategorinya atas jasanya memelopori transformasi ekonomi daerah dan menjadi penyeimbang baru ekosistem industri di Jawa Timur.

"Wiraraja Madura Industrial Estate menjadi kawasan paling menjanjikan di Indonesia. Melalui kemitraan strategis monumental dalam kerangka Two Countries Twin Parks, kawasan ini telah menunjukkan kemampuan luar biasa dalam mengamankan klaster manufaktur bernilai tinggi dari luar negeri, utamanya Tiongkok. Masuknya investasi asing dalam jumlah besar ini menjadi katalis ekonomi yang kuat, secara efektif mengubah Madura menjadi pusat rantai pasok global yang baru dan model pembangunan industri regional yang inklusif," ujar Dewan Juri.

Dewan Juri menetapkan Wiraraja Madura Industrial Estate sebagai pemenang berdasarkan empat pilar keunggulan utama.

Pusat Relokasi Klaster Manufaktur Tiongkok

WMIE menjadi magnet investasi setelah menandatangani kerja sama strategis dengan Guangdong Zhanjiang Industrial Transfer Cooperation Park dan bergabung dalam Guangdong ASEAN Industrial Park International Cooperation Alliance.

Hal ini menjadikan WMIE destinasi utama pemindahan klaster pabrik asal Tiongkok untuk sektor ekspor seperti tekstil, benang, matras, furnitur, cokelat, hingga pengalengan ikan.

Implementasi Strategis Two Countries Twin Parks (TCTP)

Keberhasilan mengadopsi program kerja sama bilateral TCTP antara Pemerintah Indonesia dan Tiongkok.

Kolaborasi ini didukung skema Bilateral Currency Swap Arrangement (BCSA) untuk mempermudah transaksi perdagangan menggunakan mata uang lokal masing-masing negara.

Pemerataan Ekonomi & Penyerapan Tenaga Kerja Masif

Gelombang investasi yang masuk diproyeksikan mampu menyerap ribuan tenaga kerja lokal serta mendorong pertumbuhan sektor UMKM di sekitar kawasan.

Dukungan Regulasi & Kemudahan Perizinan

Lokasi strategis di kaki Jembatan Suramadu didukung percepatan perizinan oleh Pemerintah Kabupaten Bangkalan dan Pemerintah Provinsi Jawa Timur untuk menjamin kepastian hukum bagi investor asing.

"Melalui visi luar biasa, komitmen membangun dari hulu sampai hilir, pencapaian bersejarah sebagai pelopor kawasan industri menjanjikan di Madura, WMIE telah menetapkan standar keunggulan yang tinggi," tutup Dewan Juri.

Proses Penilaian

Industry Award 2026 digelar media daring Industry.co.id dengan tema "Driving Sustainable Growth Through Excellence in Governance and Digital Transformation".

Penilaian dilakukan melalui tiga lapis pendekatan, yakni desk research, media monitoring, dan expert judgement.

Ada tiga kategori utama di tahun kedua apresiasi ini, yaitu Special Recognition, Tokoh Industri 2026, dan 25 Perusahaan Industri Terbaik.

Special Recognition dianugerahkan kepada SD Darmono, Founder & Chairman Jababeka Group.

Untuk Tokoh Industri 2026, penghargaan diberikan kepada Achmad Ma'ruf Maulana (Ketua HKI), Putu Juli Ardika (Ketua GAIKINDO), Adhi S. Lukman (Ketua GAPMMI), Abdul Sobur (Ketua HIMKI), dan Edy Suyanto (Ketua ASAKI).

Sementara kategori 25 Perusahaan Industri Terbaik diberikan kepada perusahaan unggulan berdasarkan performa bisnis, GCG, ESG, dan transformasi teknologi, termasuk Wiraraja Madura Industrial Estate.

Acara tersebut menghadirkan Kepala Badan Standardisasi dan Kebijakan Jasa Industri (BSKJI) Kementerian Perindustrian, Emmy Suryandari, sebagai keynote speaker yang mewakili Wakil Menteri Perindustrian Faisol Riza.