INDUSTRY.co.id - JAKARTA - PT Surya Semesta Internusa Tbk (SSIA) mencatatkan lonjakan laba bersih yang fantastis hingga kuartal III 2026. Laba bersih meroket 53 kali lipat menjadi Rp 344,4 miliar, dari hanya Rp 6,5 miliar pada periode yang sama tahun sebelumnya.
Kinerja tersebut ditopang pendapatan konsolidasi yang melonjak 44,7 persen menjadi Rp 4,81 triliun, dibandingkan Rp 3,32 triliun pada 9 bulan pertama 2025.
Berdasarkan siaran pers perseroan, Selasa (3/11/2026), segmen properti menjadi motor utama dengan pendapatan Rp 1,48 triliun, melesat 172,2 persen dari Rp 545 miliar. Penjualan pemasaran lahan industri melalui PT Suryacipta Swadaya (SCS) mencapai 24 hektare dengan nilai Rp 477,9 miliar, naik dari 18 hektare senilai Rp 352,6 miliar tahun lalu.
Segmen perhotelan juga melesat 161,2 persen menjadi Rp 940,9 miliar dari Rp 360,2 miliar, didukung okupansi Paradisus by Melia Bali yang mencapai 65,1 persen dan UMANA Bali dengan tarif rata-rata Rp 10,88 juta per malam.
Sementara segmen konstruksi melalui PT Nusa Raya Cipta Tbk (NRCA) membukukan pendapatan Rp 2,51 triliun, turun 5,4 persen akibat penurunan kontrak baru menjadi Rp 2,32 triliun.
Seiring pendapatan, laba kotor SSIA naik 113,9 persen menjadi Rp 1,58 triliun dan EBITDA melonjak 270,6 persen menjadi Rp 951,5 miliar dengan margin 19,8 persen.