INDUSTRY.co.id - JAKARTA - PT Ricky Putra Globalindo Tbk (RICY) masih menghadapi tekanan kinerja hingga kuartal III 2026. Namun, perseroan berhasil memangkas kerugian di tengah anjloknya penjualan.

Berdasarkan keterbukaan informasi di Bursa Efek Indonesia (BEI), Senin (3/11/2026), RICY membukukan penjualan neto sebesar Rp 292,13 miliar hingga 30 September 2026. Nilai tersebut anjlok 37,11 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya sebesar Rp 464,53 miliar.

Penurunan penjualan diikuti dengan penurunan harga pokok penjualan menjadi Rp 244,62 miliar dari sebelumnya Rp 395,78 miliar. Dengan demikian, laba bruto perseroan turun menjadi Rp 47,51 miliar, dari Rp 68,75 miliar.

Meski penjualan tertekan, bottom line perseroan justru membaik. Rugi sebelum pajak menyusut menjadi Rp 65,28 miliar dari sebelumnya rugi Rp 144,18 miliar. 

Rugi bersih yang dapat diatribusikan kepada pemilik entitas induk juga berhasil dipangkas menjadi Rp 61,32 miliar, turun lebih dari 56 persen dari rugi Rp 139,79 miliar pada periode yang sama tahun lalu.

Dari sisi neraca, total liabilitas perseroan tercatat Rp 1,54 triliun per 30 September 2026, turun tipis dari Rp 1,56 triliun per 31 Desember 2025. Total aset juga turun menjadi Rp 1,75 triliun dari sebelumnya Rp 1,83 triliun.