INDUSTRY.co.id - JAKARTA, PT Danareksa (Persero) diarahkan bertransformasi menjadi pengelola dan operator kawasan industri terintegrasi untuk memperkuat pertumbuhan industri nasional.

Arah transformasi ini menjadi fokus pertemuan Kepala BP BUMN sekaligus Chief Operating Officer (COO) Danantara Indonesia Dony Oskaria dengan Direksi dan Komisaris Utama PT Danareksa (Persero) di Wisma Danantara Indonesia, Jakarta, Senin (19/10/2026).

Fokus Jadi Operator Kawasan Industri Berkonsep Smart City

Dalam pertemuan tersebut ditegaskan Danareksa tidak sama seperti kawasan industri swasta karena memiliki tugas negara.

"Kita saja akan fokus menjadi operator kawasan industri. Yang diharapkan itu KEK itu apa kawasan industri estate itu benar-benar kota, nanti kan kita ada smart city di dalamnya," ujar Dony.

"Kita tidak sama seperti kawasan industri swasta ya. Kita ada tugas negara juga yang harus kita jalankan, yaitu mengundang sebanyak mungkin investasi masuk ke Indonesia dan membuka lapangan pekerjaan," tegasnya.

Dony menyebut transformasi Danareksa akan menjadi enabler besar untuk mendorong kecepatan pertumbuhan industri.

"Transformasi Danareksa, depannya kemudian akan menjadi perusahaan kawasan industri, kawasan industri ini akan menjadi salah satu enabler yang besar yang diharapkan didorong untuk terjadinya kecepatan pertumbuhan industri," katanya.

2026 Fase Konsolidasi, 12 Kawasan Industri Disatukan

Tahun 2026 menjadi fase konsolidasi dan penyederhanaan struktur usaha (streamlining), termasuk penyatuan aset kawasan industri dalam portofolio BUMN. Langkah ini menjadi fondasi transformasi Danareksa.

"Momen untuk kita melakukan transformasi di BUMN-nya. Dan itu dibutuhkan leadership yang kuat. Nanti baru setelah selesai ini, kita baru memulai fase berikutnya menata ulang bisnis model kita. Saat ini kita memang melakukan dulu sinergi," ujar Dony.

Konsolidasi mencakup 12 kawasan industri dalam portofolio BUMN, dengan lima kawasan siap memasuki tahapan transaksi. Ke depan, kawasan industri diarahkan berkembang menjadi ekosistem terpadu yang mengintegrasikan aktivitas industri, fasilitas komersial, infrastruktur perkotaan, hingga konsep smart city.

"Kita tuntaskan tahun ini supaya tahun depan kita bisa masuk fase baru yaitu menata ulang hasil daripada merger ini. Kemudian menemukan bisnis model yang baru, ya kemudian kita buat revenue systemnya kita identifikasi dengan lebih clear," jelasnya.

Dony menargetkan roadmap kawasan industri tuntas awal November 2026.

"Saya mau ini awal November ini sudah habis, kita sudah bicara mengenai roadmap kawasan industri ke depan," katanya.

Target Tarik Investasi dan Buka Lapangan Kerja

Konsolidasi dan streamlining ditargetkan tuntas pada 2026 agar penataan model bisnis baru dapat dimulai pada 2027. Pengembangan kawasan industri selanjutnya diarahkan untuk menarik lebih banyak investasi, mempercepat pertumbuhan industri nasional, dan membuka lapangan kerja.

"Karena kawasan industri ini akan menjadi salah satu enabler untuk menarik investor masuk ke Indonesia untuk membuka lapangan pekerjaan, sehingga pengembangan ini harus dilakukan dengan masif," tutup Dony.