INDUSTRY.co.id - Jakarta, Rendahnya nilai ekspor dalam dua tahun ke belakang cukup berdampak pada pertumbuhan ekonomi secara nasional. Sementara itu, perekonomian global yang belum memperlihatkan perbaikan secara signifikan juga berdampak pada nilai ekspor Indonesia. Untuk menjaga laju ekonomi tetap bagus, pemerintah mencoba menunjangnya dengan perbaikan di sektor investasi.
"Kalau ekspor sulit digenjot, investasi harus kita genjot. mendatangkan investor dan investasi di Indonesia, ini menjadi kunci pertumbuhan ekonomi," ungkap Presiden RI, Joko Widodo di Jakarta, Kamis (27/7/2017).
Ia menjelaskan, pangsa pasar ekspor tradisional seperti Amerika dan Eropa masih jauh dari harapan. Sedangkan pasar non-tradisional juga belum memperlihatkan penyerapan ekspor yang signifikan. Guna menanggulangi ini, kemudahan izin untuk meningkatkan investasi harus terus diperbaiki. Urusan kecepatan perizinan di setiap daerah mesti ditingkatkan.
"Sekarang zaman nya sudah IT, jadi tidak perlu urus izin masih minggu, bulan apalagi tahun. Sangat memalukan," ujarnya
Lebih lanjut Jokowi meminta agar perizinan bisa dilakukan dalam hitungan jam. Contoh nyata adalah perizinan di kantor Badan Koordinasi Penanaman Modal (BPKM) bisa memberikan hingga sembilan izin dalam kurun waktu tiga jam.
Sembilan perizinan ini di antaranya Izin investasi, akta perusahaan dan NPWP, TDP, rencana penggunaan Tenaga Kerja Asing, izin mempekerjakan tenaga kerja asing, angka pengenal importir produsen, nomor induk kepabeanan, dan surat keterangan informasi ketersediaan lahan.
Menurutnya, dengan luas daerah yang lebih kecil, Pemda seharusnya bisa memberikan izin lebih cepat daripada BKPM pusat. Jika Indonesia masih memberikan izin dalam waktu lama semisal mingguan, dia mengatakan maka investor akan menertawakan Indonesia.
"Ekspor memang sulit karena pasar, yang investasi ini sebetulnya di depan pintu kita ini sudah ngantri berbondong-bondong investasi di negara kita. Problemnya ada di kita sendiri, masalahnya ada di dalam kita sendiri, yang ruwet karena banyaknya peraturan, yang ruwet karena kita tidak bisa buat sistem yang cepat untuk melayani investasi," kata Jokowi.
Dia sangat meminta agar pemda bisa mengerti akan pentingnya kemudahan izin guna menunjang jumlah investasi. "Bukan hanya di pemerintah pusat, tapi juga di daerah yang lebih banyak dilirik oleh investor," pungkasnya.