Industri Tekstil Nasional Masih Jalan Ditempat

Oleh : Ridwan | Senin, 19 Juni 2017 - 13:59 WIB

Produksi tekstil (vov5)
Produksi tekstil (vov5)

INDUSTRY.co.id - Jakarta, Sekertaris Jenderal Asosiasi Produsen Serat dan Benang Filamen Indonesia (ApsyFI), Redma Gita Wiraswasta mengatakan, meski harga bahan baku cenderung stabil, industri hulu tekstil belum bisa bernapas lega. Pasalnya permintaan tekstil dan produk tekstil (TPT) tidak meningkat signifikan tahun ini.

Seperti diketahui, tahun lalu harga purified terephthalic acid (PTA) sempat melonjak diatas USD 1.000 per ton. Saat ini, harga PTA stabil di angka USD 900 per ton.

"Mahal atau tidak, tergantung harga produk akhirnya. Kalau jatuh maka harga PTA yang semakin tinggi akan terasa memberatkan," ungkap Redma Gita Wiraswasta di Jakarta (19/6/2017).

Ia menambahkan, saat ini PTA banyak digunakan untuk membuat produk-produk tekstil seperti poliesterdan polietilena terephthalate (PET). Produk turunan PTA inilah sebagai bahan baku pembuatan benang dan serat fiber industri tekstil.

"Untuk membuat benang saja dibutuhkan 45 persen poliester, 40 persen katun, dan 15 persen rayon. Sedangkan kebutuhan nasional poliester dan PET mencapai 1,2 juta ton per tahun," ujarnya.

APsyFI memproyeksi tahun 2017 produksi TPT tak jauh beda dengan 2016. Produksi poliester diprediksi 610.000 ton, sedangkan serat filamen 580.000 ton.

Menurut Redma, harga gas yang mahal masih dikeluhkan industri hulu tekstil saat ini, sehingga harga produk akhir tidak kompetitif. Pasalnya 24-28 persen biaya produksi berasal dari gas. "Setiap industri beda-beda, rata-rata sekitar USD 9,6 per mmbtu. sementara itu di India yang saat ini sekitar USD 2-3 per mmbtu," keluh Redma.

"Alhasil, dampak banjir polister impor dan harga gas yang tinggi menyebabkan industri TPT tidak berkembang," pungkasnya.

 

Komentar Berita

Industri Hari Ini

PT Pindad

Sabtu, 11 Juli 2020 - 11:59 WIB

Mampu Produksi Alkes, Anggota DPR Bangga: PT Pindad Bukan Cuma Jago Buat Tank dan Senjata

Industri pertahanan kita harus maju, harus mengikuti perkembangan teknologi dunia. Industri pertahanan kita harus mandiri dan berdaulat sehingga kita menjadi negara yang siap dalam situasi apapun,"…

Sapi wagyu (Doc: Kementan)

Sabtu, 11 Juli 2020 - 11:55 WIB

Sapi Wagyu BIB Lembang Dukung Ketersediaan Daging Premium

Kementerian Pertanian (Kementan) melalui Direktorat Jenderal Peternakan dan Kesehatan Hewan (Ditjen PKH) terus berupaya menjaga ketersediaan daging kualitas premium di Indonesia. Balai Inseminasi…

Penelitian vaksin dokter (rino/industry.co.id)

Sabtu, 11 Juli 2020 - 11:26 WIB

Terus Dikebut, Januari 2021 Vaksin COVID-19 Bio Farma Siap Edar

Direktur Utama Bio Farma Honesti Basyir menyampaikan komitmennya mengatasi pandemi Covid-19. Ia mengatakan pihaknya saat ini terus bekerja sama dengan anggota BUMN Farmasi lainnya, yakni Kimia…

Direktur Jenderal Industri Kecil Menengah dan Aneka (IKMA) Kemenperin Gati Wibawaningsih

Sabtu, 11 Juli 2020 - 11:15 WIB

Perluas Jaringan Pasar, Kemenperin Tekankan Pentingnya Perlindungan KI bagi IKM

Kementerian Perindustrian (Kemenperin) terus fokus pada pengembangan industri kecil dan menengah (IKM), termasuk memfasilitasi para pelaku IKM dalam hal perlindungan kekayaan intelektual (KI).…

Kegiatan Pembuatan Papan Nama

Sabtu, 11 Juli 2020 - 11:15 WIB

Percantik Rumah Masyarakat, Satgas 754 Kostrad Berikan Papan Nama di Setiap Rumah

Sebuah karya yang lahir dari tangan prajurit untuk mempercantik rumah masyarakat yang dilakukan oleh Satgas Yonif 754/ENK/20/3 Kostrad yang membagikan papan nama di tiap - tiap rumah yang ada…