Pendapatan Perdana Karya Perkasa Ditargetkan Rp50 Miliar pada 2017

Oleh : Abraham Sihombing | Rabu, 14 Desember 2016 - 11:18 WIB

Pertambangan di Indonesia
Pertambangan di Indonesia

INDUSTRY.co.id - Jakarta, Pendapatan PT Perdana Karya Perkasa Tbk (PKPK), kontraktor pertambangan yang mencatatkan sahamnya di Bursa Efek indonesia (BEI), ditargetkan Rp50 miliar pada 2017 atau 100% lebih tinggi dibandingkan dengan target pendapatan tahun ini sebesar Rp25 miliar.
 
Untung Haryono, Direktur Keuangan PKPK, mengemukakan, total beban pokok yang ditanggung perseroan pada tahun depan diperkirakan mencapai Rp39,67 miliar. Dengan demikian, laba kotor PKPK pada 2017 mendatang diperkirakan sekitar Rp10,33 miliar. “Secara akuntansi, marjin kotor PKPK tahun depan diperkirakan sekitar 20,66%,” ujar Untung kepada wartawan di Jakarta, Selasa (13/12).
 
Untung menuturkan, bottom line perseroan pada 2017 diperkirakan mulai positif. Karena itu, kontraktor pertambangan yang berkedudukan di Samarinda, Kalimantan Timur, tersebut diprediksi bakal membukukan laba sekitar Rp3,04 miliar pada 2017.
 
“Berdasarkan proyeksi tersebut, maka marjin bersih kami pada 2017 tampaknya akan mencapai 6,08%. Itu proyeksi rasio yang cukup baik bagi perseroan karena selama ini bottom line kami negatif,” tukasnya.
 
Lebih lanjut, Untung mengatakan, pendapatan pada 2017 masih tergantung pada jumlah kontrak yang diperoleh perseroan di sektor jasa konstruksi pertambangan. “Saat ini, kami kembali memusatkan perhatian ke bisnis konstruksi pertambangan. Pasalnya, kami harus mulai berhati-hati menghadapi bisnis batu bara yang selama ini kami lakukan karena harga komoditi energi alternatif tersebut terus merosot tajam,” paparnya.
 
Untung mengakui, perseroan hingga akhir 2016 ini masih akan merugi, tetapi kerugian yang bakal dialami perseroan tersebut akan lebih kecil dibandingkan tahun sebelumnya. Hal itu terlihat dari kinerja bottom line perseroan pada triwulan ketiga tahun ini yang mencatat penurunan kerugian sebesar 88,83% menjadi Rp3,93 miliar dibanding kerugian di triwulan ketiga 2015 sebesar Rp35,18 miliar.
 
Saat ini, kontraktor pertambangan milik taipan Soerjadi Soedarsono tersebut memiliki dua proyek yang sedang berjalan, yakni proyek dengan Total E&P Indonesia dan proyek Santos Energy. Sementara itu, nilai kontrak proyek baru perseroan selama tiga tahun terakhir ini sebesar Rp120 miliar.
 
Menurut data Bursa Efek Indonesia (BEI), investor publik menguasai sekitar 40,33% dari total saham PKPK yang tercatat di BEI. Adapun Soerjadi Soedarsono yang juga menjabat sebagai Direktur Utama PKPK memegang 35,95%. Sementara itu, Fanny Listiawati dan Tukidi masing-masing sebesar 12,61% dan 1,01% serta sisanya sekitar 10,11% merupakan treasury stock. (abr)

Komentar Berita

Industri Hari Ini

Kisah Miko dan dua rekan grabfood mengantar makanan di saat corona

Selasa, 31 Maret 2020 - 12:30 WIB

Kisah Para Ojol Pahlawan di Musim Corona: Saya Harus Bekerja, Karena Pelanggan adalah Pembawa Rezeki buat Saya dan Keluarga

Bagi saya memastikan kebersihan makanan yang saya antar dan kepuasan pelanggan adalah prioritas utama. Karena saya percaya bahwa pelanggan adalah pembawa rezeki, penghidupan saya dan keluarga,"…

Cheverly Amalia

Selasa, 31 Maret 2020 - 12:00 WIB

Cheverly Amalia Sedih Film The 3rd Guest yang Diproduserinya Terhambat Wabah Virus Corona

Serangan Virus Corona tidak mematikan nyawa manusia tapi juga semua lini bisnis yang bersentuhan dengan banyak orang dalam satu tempat. Seperti yang dialami produksi film The 3rd Guest, lantaran…

Nasabah mengambil dananya di Agen BRIlink

Selasa, 31 Maret 2020 - 11:50 WIB

Solusi Physical Distancing, Uang Pensiun Bisa Diambil di Dekat Rumah

PT. Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk terus berperan aktif dalam mencegah penyebaran virus corona (COVID-19) di Indonesia. Adanya imbauan untuk melakukan physical distancing oleh Pemerintah,…

OPPO Berikan Bantuan APD

Selasa, 31 Maret 2020 - 11:50 WIB

Penanggulangan Wabah CONVID-19, OPPO Berikan Bantuan APD

Bantuan ini diserahkan OPPO dan J&T Express pada 19 Maret yang lalu.

Suasana wisma atlet kemayoran

Selasa, 31 Maret 2020 - 11:45 WIB

Satu lagi Pasien Covid-19 di RS Darurat Wisma Atlet Meninggal Dunia

Satu pasien positif COVID-19 yang menjalani perawatan di Rumah Sakit Darurat COVID-19 Wisma Atlet, Jakarta, meninggal dunia.