PT Sri Rejeki Isman (Sritex), Tambah Kapasitas Untuk Pacu Kinerja

Oleh : Arya Mandala | Sabtu, 27 Mei 2017 - 11:23 WIB

Presiden Joko Widodo melakukan peresmian perluasan pabrik PT Sri Rejeki Isman (Sritex) Tbk, di Kabupaten Sukoharjo, Jawa Tengah.
Presiden Joko Widodo melakukan peresmian perluasan pabrik PT Sri Rejeki Isman (Sritex) Tbk, di Kabupaten Sukoharjo, Jawa Tengah.

INDUSTRY.co.id - PT Sri Rejeki Isman (Sritex) berkomitmen mempertahankan posisinya sebagai pemimpin pasar industri tekstil & garman di Asia Tenggara. Selain menambah kapasitas produksi di dalam negeri, Perseroan siap membangun pabrik di Kamboja.

Kiprah bisnis perusahaan tekstil terintegrasi yang bermarkas di Solo ini tampaknya makin menggeliat di pasar internasional. Saat ini Sritex tercatat telah merambah ke 55 negera tujuan ekspor dan memiliki lebih dari 100 produk tekstil & garmen. Sebanyak 35 negara diantaranya, Sritex dipercaya memasok pakaian dan perlengkapan militer.

Negara-negara tersebut tersebar di kawasan di area Eropa, Amerika, Afrika, Timur Tengah, dan Asia Pasifik.

Pencapaian tadi tampaknya belum membuat puas emiten yang tercatat memiliki kapitalisasi pasar Rp4,76 triliun di Bursa Efek Indonesia tersebut. Manajemen Sritex akan terus memperluas jangkauan pasarnya, baik di negara-negara yang telah dirambah, maupun negara-negara lain yang selama ini belum dijangkau. Upaya ini juga dilakukan untuk mempertahankan posisi Perseroan sebagai produsen tekstil & garmen terbesar di Asia Tenggara.

Untuk mendukung langkah marketing itu, penambahan kapasitas produksi merupakan strategi yang harus dilakukan. Tahun ini perseroan berencana meningkatkan kapasitas produksi pada semua lini bisnis, diantaranya menambah kapasitas spinning hingga 16% dari 566 ribu bales menjadi 654 ribu bales. Sementara untuk divisi finishing, perseroan akan meningkatkan kapasitasnya sebanyak 100% menjadi 240 juta yards per tahun.

Divisi weaning, Sritex akan menambah kapasitas minimal 50% dari 120 juta meter menjadi 180 juta meter. Adapun untuk divisi garmen kapasitas produksi akan ditingkatkan menjadi 114% menjadi 30 juta potong. Manajemen Sritex berharap, penambahan kapasitas produksi tersebut sudah berkontribusi pada angka pendapatan perseroan di tahun buku 2017.

Perseroan telah menganggarkan dana belanja modal US$50 juta US$86 juta untuk merealisasikan rencana kerja tersebut. Tak hanya penambahan kapasitas pada fasilitas produksi di dalam negeri, rupaya Sritex berencana melakukan ekspansi ke luar negeri. Negara yang dituju adalah Kamboja.

Di negeri itu, Sritex akan membangun pabrik tekstil dan garmen pakaian militer dengan membentuk usaha patungan bernama Sritex (Cambodia) Limited. Kerjasama itu dilakukan dengan Kementerian Dalam Negeri Kamboja Jenderal Mao Bunarin.

Perjanjian antara dua pihak tadi merupakan tindak lanjut dari hasil pembicaraan antara Presiden Joko Widodo dengan Perdana Menteri Kamboja Hun Sen saat Konferensi Asia Afrika 2015 lalu. Proyeksi transaksi dengan militer Kamboja mencapai US$50 juta per tahun.

Terkait kinerja di tahun ini, manajemen Sritex pernah mengungkapkan dapat membukukan penjualan sebesar US$680 juta. Angka ini menunjukan peningkatan sebesar 6%-8% dari perolehan penjualan di tahun lalu. Total pendapatan tersebut diperkirakan masih akan dominan dikontribusi dari penjualan ekspor yang mencapai 60%. Sisanya diperoleh dari pasar dalam negeri.

Sementara tahun lalu, Sritex tercatat meraup pertumbuhan laba bersih signifikan, lantaran merosotnya nilai rupiah terhadap dolar Amerika Serikat mencapai Rp14.700 per dolar AS pada tahun lalu.

Komentar Berita

Industri Hari Ini

BAZNAS (Foto Dok Industry.co.id)

Jumat, 19 Januari 2018 - 20:32 WIB

Baznas Kirim Klinik Keliling untuk Pengungsi Myanmar

Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) akan mengirim klinik keliling untuk pengungsi etnis Rohingya di Bangladesh sebagai bagian dari upaya lanjutan membantu meringankan beban korban yang terusir…

Pasangan Edy Rahmayadi-Musa Rajekshah (Foto Dok Industry.co.id)

Jumat, 19 Januari 2018 - 20:27 WIB

Jelang Sumut 1, PAN Sumut Matangkan Pemenangan Edy-Ijeck

Partai Amanat Nasional mematangkan persiapan untuk memenangkan pasangan Edy Rahmayadi-Musa Rajekshah dalam pemilihan gubernur dan wakil gubernur di Sumatera Utara.

Pabrik Semen Baturaja (Bm)

Jumat, 19 Januari 2018 - 20:21 WIB

Perluas Pasar, Semen Baturaja Bangun Proyek Cement Mill d Jambi

Perseoran Terbatas Semen Baturaja berencana berinvestasi dengan membangun proyek "cement mill" dan "packing plant" di Kota Jambi, Provinsi Jambi, sebagai upaya memperluas sebaran pasar semen…

Bursa Efek Indonesia (Foto Rizki Meirino)

Jumat, 19 Januari 2018 - 20:16 WIB

Fundamental Ekonomi Nasional Kuat, Kinerja IHSG Tahun Politik Positif

Bursa Efek Indonesia optimistis kinerja indeks harga saham gabungan pada 2018 yang merupakan tahun politik akan tetap membukukan hasil positif.

Dirjen Industri Agro, Kementerian Perindustrian, Panggah Susanto

Jumat, 19 Januari 2018 - 18:45 WIB

Kemenperin Targetkan Industri Pengolahan Ikan Tumbuh 10 Persen pada 2018

Direktur Jenderal Industri Agro Kementerian Perindustrian (Kemenperin) Panggah Susanto mengatakan, potensi perikanan di Indonesia masih berpotensi untuk ditingkatkan.