120 Penyair Ikuti Literasi Borobudur

Oleh : Herry Barus | Minggu, 21 Mei 2017 - 02:55 WIB

Ilustrasi borobudur-IST
Ilustrasi borobudur-IST

INDUSTRY.co.id - Magelang - Sekitar 120 penyair berasal dari berbagai daerah di Indonesia mengikuti kegiatan Literasi Borobudur di Candi Borobudur dan kawasannya, Kabupaten Magelang, Jawa Tengah, mulai Sabtu hingga Minggu (21/5).

"Mengajak sebanyak mungkin orang untuk makin mencintai sastra karena dengan mencintai sastra mengangkat martabat kemanusiaan," kata Koordinator Nittramaya Nusantara (lembaga nirlaba kesusateraan, penyelenggara Literasi Borobudur 2017) Bambang Eko Prasetya di sela kegiatan hari pertama itu di Kali Progo sekitar 1 kilometer timur Candi Borobudur, Kabupaten Magelang, Sabtu (20/5/2017)

Para peserta, antara lain, berasal dari Magelang, Yogyakarta, Semarang, Banjarnegara, Jakarta, Cirebon, Bandung, Ciamis, Bali, Kupang, Malang, Bojonegoro, dan Kediri.

Para penyair, ujar Bambang Eko yang juga penyair Magelang itu, membacakan karya-karya mereka di sejumlah tempat dengan pembagian waktu yang telah diatur menjadi 10 sesi.

Ia menyebut istilah 10 sesi pembacaan karya sastra tersebut, yakni "Sastra Sesuci Kali Progo", "Sastra Gunungan Rejeki", "Sastra Resital Biola", "Sastra Komunitas Api", "Sastra Jumbhara", "Pagelaran Wayang Purwa", "Bincang Sastra Nusantara", "Sastra Sendratari Matahariku", "Kirab Budaya Bersama Seniman Magelang Raya", dan "Sastra Mandala Borobudur".

Pada rangkaian kegiatan itu, juga diluncurkan antologi puisi berjudul "Madah Merdu Kamadhatu", karya 81 penyair dari berbagai daerah di Indonesia dengan tulisan pengantar oleh Gubernur Jateng Mardiyanto (1998 s.d. 2008).

Kepada awak media Bambang Eko menyebut agenda pembacaan karya-karya sastra tersebut di ruang terbuka atau berbasis alam untuk merespons kekayaan alam di sekitar Candi Borobudur yang juga warisan budaya dunia itu.

Candi Borobudur dengan kawasannya, kata dia, memberikan kekayaan inspirasi untuk lahirnya karya-karya sastra yang bermakna mendalam dan berkualitas.

"Dengan banyak orang bersastra akan makin kaya pemaknaan atas kehidupan ini. Orang tidak hanya terpaku kepada kepentingan sesaat, tetapi juga mengedepankan kepentingan luhur jangka panjang, yakni nilai-nilai kehidupan," ujarnya.

Mardiyanto dalam pengantar antologi puisi "Madah Merdu Kamadhatu" itu, antara lain, mengatakan bahwa Gunung Merapi dan Candi Borobudur tidak pernah usai memberi inspirasi kepada para pencinta sastra.

"Untuk selalu menggali nilai luhur yang terkandung dan diwujudkan dalam berbagai karya sastra, puisi, cerita pendek, novel, dan berbagai tulisan yang memperkaya setiap umat manusia, untuk selalu melakukan yang terbaik dalam menjalin persaudaraan sejati dan memelihara perdamaian," katanya.

 

Komentar Berita

Industri Hari Ini

Wisman Tiongkok (Foto Banten.co)

Senin, 20 Agustus 2018 - 22:00 WIB

Wisman Tiongkok Dominasi Kedatangan Bandara Ngurah Rai Bali

PT Angkasa Pura I (Persero) mencatat wisman asal Tiongkok mendominasi kedatangan penumpang mancanegara di Bandara I Gusti Ngurah Rai, Bali, yakni mencapai 23,6 persen dari total keseluruhan…

Atlet Wushu Indonesia, Lindswell Kwok Raih Medali Emas di Ajang Asian Games 2018

Senin, 20 Agustus 2018 - 21:25 WIB

Raih Medali Emas, Lindswell Kwok Nikmati Bonus Rp 1,5 Miliar Plus Mobil

Menteri Pemuda dan Olah Raga (Menpora) Imam Nahrawi mengaku telah menyiapkan 3 (Tiga) mobil dan uang sebesar Rp 1,5 miliar sebagai bonus peraih medali emas di ajang Asian Games 2018.

Ketua Umum Parmusi Usamah Hisyam (Foto Anto)

Senin, 20 Agustus 2018 - 21:08 WIB

Parmusi Disegani Penguasa Dicintai Ulama

INDUSTRY.co.id -

Jakarta - Persaudaraan Muslimin Indonesia (Parmusi) berkiprah di Indonesia sudah cukup lama. Era reformasi 1999, Parmusi lahir dari sebelumnya Muslimin…

Ilustrasi Balap Sepeda (Foto Ist)

Senin, 20 Agustus 2018 - 21:00 WIB

Balap Sepeda Berkibar, Andini dan Khoiful Kawinkan Emas Downhill

Setelah Taekwondo dan Wushu, kini giliran balap sepeda Indonesia berkibar. Kali ini, pasukan Raja Sapta Oktohari tidak tanggung-tanggung meraup dua medali emas pada hari pertama perlombaan balap…

Menpora Imam Nahrawi menyerahkan secara simbolik bonus Rp 1,5 miliar kepada Defia Rosmaniar (Foto: Dok. Kemenpora)

Senin, 20 Agustus 2018 - 20:40 WIB

Menpora Serahkan Bonus Rp 1,5 Miliar kepada Dara Manis Asal Bogor, Defia Rosmaniar

Menteri Pemuda dan Olah Raga (Menpora) Imam Nahrawi secara simbolik menyerahkan bonus medali emas sebesar Rp 1,5 miliar kepada atlet Taekwondo Defia Rosmaniar.