Jokowi Tegaskan Berantas Impor Tekstil Ilegal

Oleh : Irvan AF | Senin, 07 Desember 2015 - 19:19 WIB

Presiden Republik Indonesia Joko Widodo. (Bloomberg/Dimas Ardian via Getty Images)
Presiden Republik Indonesia Joko Widodo. (Bloomberg/Dimas Ardian via Getty Images)

INDUSTRY.co.id - Presiden Joko Widodo (Jokowi) menyatakan akan mencegah dan memberantas praktik penyelundupan pakaian bekas dan importasi tekstil dan produk tekstil (TPT) ilegal. Untuk itu, ia meminta jajarannya agar memperkuat sinergi.

"Saya minta Bakamla, Kementerian Perdagangan, Kementerian Perindustrian, Ditjen Bea Cukai, Kepolisian memperkuat sinergi untuk mengatasi permasalahan ini," kata Presiden Jokowi saat memimpin rapat terbatas dengan topik Tata Niaga Tekstil dan Produk Tekstil di Kantor Presiden Jakarta, Selasa (6/12/2016).

Menurut dia, permasalahan tersebut sudah jelas tinggal melaksanakan pencegahan dan langkah-langkah pemberantasannya di lapangan.

Kepala Negara mengatakan, industri TPT Indonesia sampai saat ini belum mampu menguasai pasar domestik.

"Karena serbuan produk impor dari luar yang seringkali masuk melalui praktik-praktik impor ilegal dengan modus impor borongan atau rembesan dari kawasan berikat serta impor pakaian bekas dan pemalsuan nomor HS (harmonized system)," katanya.

Presiden mengatakan industri TPT merupakan industri padat karya yang mampu menyerap banyak sumber daya manusia.

Bahkan menurut dia, industri ini menciptakan lapangan kerja baru di sektor distribusi dan perdagangan seperti yang bisa dilihat di Tanah Abang, Jakarta Pusat, atau maraknya sentra-sentra fashion di Tanah Air.

"Saya melihat negara-negara industri utamanya di Asia seperti Jepang, China, Korea mengawali revitalisasi menuju negara industri dengan mengembangkan manufaktur TPT," katanya.

Presiden mencatat TPT Indonesia terus mengalami penurunan ekspor dari Januari-Oktober 2016 sebesar 4,3 persen dibandingkan periode yang sama 2015.

Penurunan itu kata Presiden, juga sejalan dengan kondisi pasar ekspor TPT Indonesia di dunia yang terus menurun.

"Dari 2,13 persen di tahun 2001 menjadi 1,56 persen di tahun 2015, kita masih kalah dibanding Vietnam dan Bangladesh yang masing-masing menguasai 3,62 persen dan 4,05 persen pangsa pasar TPT dunia," kata Presiden Jokowi.(ant)

Komentar Berita

Industri Hari Ini

Mentan Amran Sulaiman di tengah sawah

Senin, 10 Desember 2018 - 09:17 WIB

Anggaran Turun 12 T , Produksi Dan Ekspor Pertanian Melonjak

Jakarta - Seiring dengan kebijakan penghematan APBN, anggaran Kementan pada 2015 sebesar Rp 34 triliun, dan dipangkas Rp 12 triliun sejak 2016 sampai 2018 ini.

Lenovo perkenalkan Yoga C930 dan Yoga S730

Senin, 10 Desember 2018 - 09:10 WIB

Dukung Ekonomi Kreatif di Indonesia, Lenovo Perkenalkan Yoga C930 dan Yoga S730

Lenovo resmi memperkenalkan laptop premium terbaru dari keluarga Lenovo Yoga, yaitu Yoga C930 dan S730. Kedua laptop ini diciptakan dengan menggabungkan inovasi dan desain, dilengkapi berbagai…

Kebun Nanas (FotoDok Industry.co.id)

Senin, 10 Desember 2018 - 08:44 WIB

Nanas Kediri Jatim Miliki Nilai Ekonomi Tinggi

Direktorat Jenderal Hortikultura Kementerian Pertanian menggerakkan sentra nanas di Kediri, Jawa Timur, karena memiliki nilai ekonomi tinggi, baik untuk konsumsi maupun sebagai produk ekspor.

drg. Rian Hermawan Siloam Buton (Foto Dok Industry.co.id)

Senin, 10 Desember 2018 - 08:40 WIB

Siloam Hospitals Buton Lakukan Seminar Pentingnya Pemeriksaan dan Perawatan Gigi Secara Berkala

Kesadaran sebagian masyarakat kita akan pentingnya menjaga kesehatan gigi dan mulut masih tergolong sangat kurang. Berdasarkan Riset Kesehatan Dasar (Riskesdas) 2018 penduduk Indonesia yang…

Ilustrasi Pengemudi Gojek (Foto: Serba Gojek)

Senin, 10 Desember 2018 - 08:36 WIB

Go-Life #SiapBantuin Pengguna Lebih Produktif Melalui Hari Bolos Nasional

Layanan on-demand berbasis aplikasi terbesar di Indonesia, Gojek melalui Go-Life kembali #SiapBantuin para pengguna menyambut Harbolnas 2018 melalui peluncuran kampanye #SiapBantuin Hari Bolos…