SKK Migas Nilai Lapangan Sukowati Potensial Produktif

Oleh : Herry Barus | Selasa, 25 September 2018 - 17:20 WIB

Ilustrasi Migas
Ilustrasi Migas

INDUSTRY.co.id - Jakarta - Deputi Perencanaan Satuan Kerja Khusus Pelaksana Kegiatan Usaha Hulu Minyak dan Gas Bumi (SKK Migas) Jaffee Arizon Suardin menilai unit Asset 4 Sukowati Field merupakan salah satu blok migas yang memiliki potensi baik.

Ia mengapresiasi kinerja PT Pertamina EP melalui unit Asset 4 Sukowati Field yang menjadi produktif kembali setelah dikelola Pertamina EP, demikian keterangan tertulis dari Pertamina yang diterima Antara di Jakarta, Senin (24/9/2018)

Hal ini merupakan pencapaian Pertamina EP berkolaborasi dengan SKK Migas untuk meningkatkan produksi ke depannya. Jaffee juga menyampaikan bahwa Sukowati menjadi salah satu perhatian khusus bagi SKK Migas untuk meningkatkan produksi.

"Semangat untuk memproduksi migas dengan cara yang lebih efektif dan biaya yang lebih efisien harus terus ditingkatkan guna mencapai target. Terobosan dan kerja keras sangat diperlukan untuk menjamin peningkatan produksi migas yang optimal dengan biaya (cost per barrel) seminimal mungkin," kata Jaffee.

Sementara itu, Presiden Direktur Pertamina EP, Nanang Abdul Manaf menyampaikan, pada saat "handover" dari operator lama, per tanggal 20 Mei 2018 beberapa bulan silam produksi masih kurang lebih 6.800 bopd dan sampai pernah mencapai 10.400 bopd di beberapa minggu lalu. Nanang mengapresisasi Sukowati Field terhadap kinerja produksi yang bagus.

Tak hanya itu, Sukowati Field dapat menjaga keselamatan dan kesehatan dalam aktivitas serta lingkungan. Nanang juga berkelakar lingkungan yang sangat "colorfull" yang tidak jauh berbeda dengan Mall, membuat suasana kerja menjadi lebih nyaman.

Nanang menegaskan bahwa Pertamina 100 persen milik negara, artinya juga milik masyarakat Indonesia, oleh karenanya Nanang mengharapkan adanya dukungan dari masyarakat terhadap kegiatan Sukowati Field, karena ini merupakan asset strategis yang memberikan nilai ekonomi bagi negara.

Komentar Berita

Industri Hari Ini

Menkeu Sri Mulyani (Foto Dok Industry.co.id)

Rabu, 16 Januari 2019 - 07:30 WIB

Rawan Penyelundupan, Penertiban Kawasan Batam Segera Dilakukan

Pemerintah meluncurkan Program Nasional Penertiban Kawasan Bebas Batam dan Pesisir Timur Sumatera, demi memastikan penegakan hukum di daerah yang rawan penyelundupan.

Dirut BTN Maryono (Fot Dok Industry.co.id)

Rabu, 16 Januari 2019 - 07:00 WIB

Himbara: Industri Perbankan Memerlukan Pengaturan Suku Bunga Deposito

Himpunan Bank Milik Negara (Himbara) memandang saat ini industri perbankan masih memerlukan pengaturan suku bunga deposito agar tidak terjadi perlombaan kenaikan suku bunga yang "tidak kondusif"…

Ilustrasi Gula Rafinasi (ist)

Rabu, 16 Januari 2019 - 06:00 WIB

Kemenperin: Kebutuhan GKR untuk Industri Naik 6 Persen per Tahun

Kementerian Perindustrian memproyeksi kebutuhan gula kristal rafinasi (GKR) untuk sektor industri makanan dan minuman serta industri farmasi naik sebesar 5-6 persen per tahun.

Presiden Direktur BCA Jahja Setiaatmadja (Foto Ist)

Rabu, 16 Januari 2019 - 05:30 WIB

BCA Pastikan Akuisisi Bank Kecil Selesai Tahun Ini

PT Bank Central Asia Tbk memastikan proses akuisisi bank umum kegiatan usaha I (BUKU I) atau bank bermodal di bawah Rp1 triliun akan selesai pada tahun ini, setelah rencana tersebut tak kunjung…

Garuda Indonesia Vintage Flight Experience (Foto Dok Industry.co.id)

Rabu, 16 Januari 2019 - 05:00 WIB

Garuda Sudah Turunkan Tarif di Sejumlah Rute

PT Garuda Indonesia sudah menurunkan tarif penerbangan di sejumlah rute menyusul hasil konsolidasi Kementerian Perhubungan dan Asosiasi Perusahaan Penerbangan Indonesia (Inaca) soal lonjakan…