Migrasi Jaringan Kini Lebih Mulus Dengan Ericsson Spectrum Sharing

Oleh : Hariyanto | Jumat, 14 September 2018 - 14:40 WIB

Ericsson (ist)
Ericsson (ist)

INDUSTRY.co.id - Jakarta - Ericsson meluncurkan perangkat lunak Ericsson Spectrum Sharing baru, yang meningkatkan keserbagunaan Ericsson Radio System untuk implementasi 5G. Teknologi perangkat lunak ini memberi penyedia layanan (service provider) peluang yang lebih besar untuk mengaktifkan 5G dan mempercepat proses penjangkauan jaringan.

Ericsson Spectrum Sharing memungkinkan migrasi jaringan yang mulus dan cepat melalui dukungan simultan dan dinamis 4G dan 5G dalam spektrum yang sama menggunakan Ericsson Radio System, saat operator siap untuk melakukan transisi.

"Fungsionalitas baru ini dapat diimplementasikan melalui instalasi perangkat lunak secara remote pada radio dengan Sistem Radio Ericsson yang telah ada sejak 2015," kata Presiden Direktur Ericsson Indonesia, Jerry Soper melalui keterangan tertulis yang diterima INDUSTRY.co.id, Jumat (14/9/2018).

Kemampuan ini akan memungkinkan penyedia layanan untuk memberikan jangkauan 5G di tingkat nasional dengan strategi migrasi spektrum yang jauh lebih fleksibel - menghindari kebutuhan untuk mengalokasikan spektrum khusus hanya untuk 5G yang nantinya berdampak negatif terhadap kinerja 4G.

Solusi Spectrum Sharing Ericsson akan memungkinkan operator Indonesia untuk memberikan end-user experience yang unggul dengan cara yang paling hemat biaya.

Selain itu, Ericsson juga mengumumkan solusi transport seluler baru yang disesuaikan untuk menciptakan solusi Street Macro yang terintegrasi dan lebih lengkap untuk penyelenggaraan millimeter wave 5G.

Hal ini diperlukan untuk mengelola trafik data di daerah di mana permintaan layanannya tinggi – yaitu daerah perkotaan. Seluruh solusi akan tersedia di pasar secara komersial pada semester kedua 2019.

Dengan fokus pada fungsi transport antara fungsi radio dan core, Ericsson memberikan portfolio transport khusus untuk backhauldan fronthaul.  Solusi transport yang tersedia sejauh ini untuk 4G dan 5G semakin banyak digunakan penyedia layanan.

Bahkan, produk backhaul seluler andalan Ericsson - Router 6000 – telah digunakan oleh hampir 60 operator. Lebih dari 110 operator juga menggunakan teknologi microwave 5G-ready Ericsson, solusi MINI-LINK.

Untuk meningkatkan portofolio transportasi end-to-end 5G, Ericsson kini memperluas kemitraannya dengan Juniper Networks. Keluarga produk Router Ericsson 6000 akan dilengkapi dengan solusi terdepan dan terpusat dalam penyediaan konektivitas tanpa batas dari lokasi radio ke pusat, sehingga menjamin kinerja, kualitas, dan kemudahan penggunaan sistem 5G.

Produk keamanan Juniper juga akan menjadi bagian dari solusi Ericsson untuk mengamankan jaringan selulernya sebagai bagian dari pendekatan end-to-end untuk mengamankan jaringan 5G yang sudah ada maupun yang baru.

Ericsson juga melengkapi tawaran transportasi optikalnya  untuk metro dengan kemitraan baru dengan ECI, penyedia solusi jaringan elastis global. Dengan ECI sebagai mitra, Ericsson bisa memberikan solusi transportasi optikal baru yang lebih baik untuk penyedia layanan, serta pelanggan infrastruktur vital lainnya.

“Pada dasarnya, melalui inovasi 5G terdepan Ericsson, kami mampu memberikan beragam solusi terkait jaringan seluler operator telekomunikasi di Indonesia dan memungkinkan mereka untuk melakukan implementasi 5G lebih cepat dan memberikan pengalaman 5G yang lebih unggul bagi konsumen Indonesia” kata Jerry Soper.

Komentar Berita

Industri Hari Ini

Mantan Menko Perekonomian Rizal Ramli (Foto Ist)

Minggu, 18 November 2018 - 12:18 WIB

Selaras Pemikiran Rizal Ramli, Pemerintah dan Bank Indonesia Wajibkan Eksportir Bawa Pulang Devisa

Rencana Bank Indonesia (BI) dalam menerbitkan aturan baru yang mewajibkan eksportir membawa devisa hasil ekspor (DHE) ke dalam negeri pada 1 Januari 2019 selaras dengan ide dan gagasan ekonom…

Peneliti berprestasi ke Taiwan

Minggu, 18 November 2018 - 11:15 WIB

Kementerian Pertanian Berangkatkan Peneliti Berprestasi ke Taiwan

INDUSTRY.co.id -

Taiwan Kementerian Pertanian memberangkatkan Peneliti Berprestasi untuk mempelajari inovasi teknologi pertanian modern khususnya bidang Hortikultura…

Petani Padi (Ilustrasi)

Minggu, 18 November 2018 - 10:46 WIB

Agroekologi Bisa Jadi Solusi Pertanian Masa Depan

Agroekologi sesungguhnya memiliki kemampuan menghasilkan produksi pertanian lebih tinggi dibanding pola pertanian konvensional. Sayangnya, agroekologi masih belum mendapatkan perhatian dan dukungan…

Presiden Jokowi(Foto Setkab)

Minggu, 18 November 2018 - 10:34 WIB

KTT APEC akan Bahas Konektivitas Untuk Pertumbuhan Inklusif

Konferensi Tingkat Tinggi Asia-Pacific Economic Cooperation (APEC) 2018 hari kedua, Minggu (18/11/2018) di Port Moresby, Papua Nugini, antara lain akan membahas konektivitas untuk pertumbuhan…

Presiden Jokowi(Foto Setkab)

Minggu, 18 November 2018 - 10:29 WIB

Presiden Jokowi Hadiri Pertemuan Dewan Bisnis APEC

Presiden Joko Widodo menghadiri pertemuan Dewan Bisnis Asia-Pacific Economic Cooperation atau APEC Business Advisory Council (ABAC) di Port Moresby, Papua Nugini, Sabtu (17/11/2018).