Rencana Penghapusan Bea Ekspor Dorong Lonjakan Harga CPO Malaysia

Oleh : Abraham Sihombing | Kamis, 09 Agustus 2018 - 18:27 WIB

Kebun Kelapa Sawit (Ist)
Kebun Kelapa Sawit (Ist)

INDUSTRY.co.id - Jakarta – Harga minyak sawit mentah (Crude Palm Oil/CPO) Malaysia dibuka pada level RM2.249 per ton pada Kamis (09/08/2018), atau turun 0,4% dibandingkan penutupan pada perdagangan Rabu (08/08/2018) sebesar RM2.258.

Pada sesi pertama perdagangan hari ini, harga komditas sawit Malaysia tersebut bergerak pada kisaran RM2.241-2.254 per ton dibandingkan kisaran harga pada satu hari perdagangan sebelumnya di posisi RM2.219-2.265 per ton.

“Harga CPO di pasar berjangka Malaysia naik 1% pada sesi penutupan perdagangan Rabu kemarin. Itu karena ada prediksi bahwa Malaysia akan menghapuskan bea ekspor CPO pada September mendatang,” ujar Arie Nurhadi, analis riset PT Monex Investindo Futures, di Jakarta, Kamis (09/08/2018).

Arie menjelaskan, kondisi itu mendorong kenaikan harga kontrak penjualan CPO untuk pengiriman pada Oktober 2018 di Bursa Malaysia Derivatives Exchange sebesar 1% menjadi RM2.258 atau setara US$554,25 per ton.

“Ketika perdagangan berlangsung, harga CPO tersebut sempat mencapai RM2.265 per ton yang merupakan harga tertinggi sejak 10 Juli 2018,” tukas Arie.

Seperti diketahui, sebagai produsen CPO terbesar kedua di dunia, pihak berwenang Malaysia menghapus bea ekspor bulanan CPO jika harga CPO di bursa komoditas Malaysia mengalami penurunan hingga ke bawah level harga RM2.250 per ton.

Menurut data yang dirilis Eikon, demikian Arie, harga acuan CPO sejak pertengahan Juli 2018 lalu telah mencapai ke bawah level RM2.250 per ton, dengan harga jual rata-rata sebesar RM2.251 per ton.

Arie menuturkan, secara perhitungan saat ini, harga kontrak penjualan CPO untuk pengiriman Oktober 2018 di Bursa Malaysia Derivatives Exchange turun 0,3% menjadi RM2.252 per ton atau setara US$553,32 per ton.

“Pelaku pasar tampaknya berhati-hati menjelang rilis data pasokan Juli 2018 dan laporan permintaan dari Malaysian Palm Oil Board (MPOB) pada Jumat esok,” pungkas Arie. (Abraham Sihombing)

Komentar Berita

Industri Hari Ini

GIIAS Medan 2018 (Foto Dok Industry.co.id)

Kamis, 18 Oktober 2018 - 20:45 WIB

Rangkaian GIIAS Roadshow 2018 Ditutup Pesta Harga Akhir Tahun di GIIAS Medan Auto Show

Menghitung mundur kurang dari dua minggu menuju penyelenggaraan rangkaian pameran mobil GAIKINDO Indonesia Internasional Auto Show (GIIAS) 2018 yang akan kembali dilangsungkan di Medan. Kembali…

Kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) Thomas Lembong

Kamis, 18 Oktober 2018 - 20:00 WIB

Industri Pariwisata Menunggu Kehadiran Investor Arab Saudi

Kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) Thomas Lembong menyatakan pemerintah Indonesia akan menawarkan peluang investasi sektor pariwisata dan gaya hidup (lifestyle) dalam konferensi…

Menteri Basuki saat meninjau lokasi pembangunan Rumah Instan Sederhana Sehat (RISHA)

Kamis, 18 Oktober 2018 - 19:29 WIB

Penyaluran Bantuan Rumah Risha Disalurkan Lewat Pokmas Untuk Jamin Akuntabilitas

Untuk mempercepat penyaluran bantuan, Pemerintah telah menyederhanakan format pencairan dana perbaikan rumah dari sebelumnya 17 formulir menjadi 1 formulir saja.

Dirjen IKM Kemenperin Gati Wibawaningsih berfoto bersama dengan para peserta pameranpada peringatan Hari Kopi Internasional di Makassar (Foto: Kemenperin)

Kamis, 18 Oktober 2018 - 19:22 WIB

Pacu Pertumbuhan IKM Pengolahan Kopi, Inilah Langkah Strategis Kemenperin

Kementerian Perindustrian (Kemenperin) terus mendorong pertumbuhan industri pengolahan kopi di dalam negeri termasuk skala industri kecil dan menengah (IKM).

Dean Novel

Kamis, 18 Oktober 2018 - 19:02 WIB

Kisah Petani Jagung Berdasi (2): Memilih NTB Ketimbang Jawa

Dean betah berladang di NTB karena menurutnya petani di Lombok masih haus dengan inovasi. Masih mendengar jika diberi penyuluhan, masih penasaran dengan ilmu-ilmu baru dalam pertanian.