APP Sinar Mas Berkomiten Kurangi Limbah Sampah

Oleh : Herry Barus | Senin, 06 Februari 2017 - 13:16 WIB

Industri Pulp dan Kertas
Industri Pulp dan Kertas

INDUSTRY.co.id - Jakarta- Perusahaan produksi kertas APP Sinar Mas berkomitmen untuk mendukung program Indonesia Bebas Sampah 2020 yang juga sejalan dengan visi perusahaan tersebut mengurangi limbah sampah, baik di dalam maupun luar wilayah operasionalnya.

"Berbagai macam dukungan, gerakan, dan aktivitas yang dijalankan oleh APP Sinar Mas wujud komitmen jangka panjang kami untuk terus mendorong penanganan dan pengelolaan sampah," kata Direktur Unit Industri PT Indah Kiat Pulp & Paper Serang-APP Sinar Mas, Heppy Moiras kepada wartawan, Senin (6/2/2017)

APP Sinar Mas pada 4 Februari juga telah bekerja sama dengan Pemerintah Daerah Serang serta Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan yang sejalan dengan "APP Sustainability Roadmap: Vision 2020".

Perusahaan tersebut juga mendukung penyelenggaraan lokakarya bagi masyarakat setempat, guna memberikan pemahaman dasar mengenai sampah plastik, pengelolaan sampah berbasis masyarakat, serta edukasi mengenai pentingnya partisipasi masyarakat dalam pengelolaan sampah.

"Kami berharap agar ke depannya semakin banyak lagi kerjasama dan kolaborasi terkait pengelolaan sampah dari berbagai pihak untuk mendukung pemberdayaan masyarakat serta pemeliharaan lingkungan yang berkelanjutan," ujar Heppy.

Dia mengucapkan penanggulangan dan pengelolaan sampah tidak hanya menjadi tanggung jawab satu pihak saja, namun perlu adanya kolaborasi dari seluruh pihak mulai dari jajaran pemerintah, pelaku bisnis dan dukungan masyarakat luas.

Sebelumnya, koalisi sejumlah lembaga swadaya masyarakat mengingatkan pengelolaan sampah nasional harus holistik dan menyesalkan sikap Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK) yang tetap mendorong teknologi termal dalam pengelolaan sampah.

"Pengelolaan sampah harus dilihat secara holistik dari hulu ke hilir, jangan hanya berfokus teknologi di belakang saja," kata Pengkampanye Urban dan Energi Wahana Lingkungan Hidup (Walhi) Dwi Sawung dalam siaran pers di Jakarta, Sabtu (28/1).

Koalisi terdiri antara lain oleh Walhi, Lembaga Bantuan Hukum (LBH) Bandung, Yayasan Lembaga Bantuan Hukum Indonesia (YLBHI) dan Indonesian Center for Environmental Law (ICEL), meminta KLHK untuk menggalakkan replikasi kisah-kisah sukses pengelolaan sampah dengan pendekatan 3R dan nirsampah (Zero Waste).

Kota Bandung memberikan contoh yang baik bagaimana menekan produsen untuk menggunakan kemasan yang dapat diolah kembali ketika memberlakukan pelarangan penggunaan 'styrofoam'.

Selain itu, Surabaya telah sukses menggalakkan pemilahan dan merintis pengomposan skala rumah tangga hingga 26 rumah kompos sejak tahun 2004, dengan reduksi sampah mencapai 37 persen.

Salah satu perwakilan pemohon, Wawan Some dari Komunitas Nol Sampah mengingatkan bahwa Surabaya pernah mengalami kegagalan dengan insinerator, yang telah menghabiskan biaya Rp33 Milyar namun tidak dapat digunakan dan dalam penerapannya tidak sesuai standar.

"Justru non-termal yang berhasil. Inisiatif-inisiatif seperti ini harus dipelihara dan dikembangkan," ucapnya.

Dalam kaitannya dengan pengelolaan sampah secara holistik, para pemohon mengingatkan KLHK untuk mengkonsultasikan Rancangan Perpres Kebijakan Strategi Nasional Sampah Rumah Tangga (Jakstranas) 2015-2025 kepada masyarakat luas.

Komentar Berita

Industri Hari Ini

R&R Public Relations Raih Penghargaan PR Agency of The Year 2018

Senin, 19 November 2018 - 11:18 WIB

Jelang Dua Dekade Eksistensi, R&R Public Relations Raih Penghargaan PR Agency of The Year 2018

Berpengalaman lebih dari 18 tahun di industri kehumasan, R&R Public Relations sebagai PR agency lokal peroleh penghargaan "PR Agency of the Year 2018" dalam ajang Indonesia PR Program of the…

Menteri Perindutrian Airlangga Hartarto ketika mengunjungi pabrik karet PT New Kalbar Processors (NKP) di Kabupaten Kubu Raya,Kalimantan Barat (Foto: Kemenperin)

Senin, 19 November 2018 - 11:15 WIB

Kunjungi New Kalbar Processors, Menperin Janji Tumbuhkan Industri Pengolahan Karet Remah

Kementerian Perindustrian terus mendorong pertumbuhan sektor industri pengolahan crumb rubber (karet remah). Oleh karena itu, melalui Paket Kebijakan Ekonomi XVI yang telah dikeluarkan pemerintah,…

Kepala Pusdatin Kementan I Ketut Kariyasa

Senin, 19 November 2018 - 11:12 WIB

Produktivitas Tenaga Kerja Sektor Pertanian Meningkat

INDUSTRY.co.id -

Jakarta - Kepala Pusat Data dan Sistem Informasi Pertanian, Kementerian Pertanian (Kementan), Ketut Kariyasa menegaskan produktivitas tenaga kerja…

Beras (Foto/Rizki Meirino)

Senin, 19 November 2018 - 11:02 WIB

Akademisi Sebut Produksi bukan Variabel Tunggal dalam Kenaikan Harga Beras

INDUSTRY.co.id -

Jakarta - Harga beras yang diberitakan mengalami kenaikan belakangan ini turut mendapat sorotan dari pakar ekonomi pertanian Luthfi Fatah.

Fintech (Foto Dok Industry.co.id)

Senin, 19 November 2018 - 10:30 WIB

Hindari Jeratan Pinjaman Online, Ini Tujuh Poin yang Harus Diperhatikan Menurut YLKI

Praktik bisnis pinjaman online (pinjol) terus merebak, bahkan masif. Pemerintah pun berbangga, menepuk dada, sementara ribuan konsumen merana, menjadi korban pinjol.