Pembangkit EBT Butuh Rp1.600Triliun

Oleh : Herry Barus | Minggu, 27 November 2016 - 13:05 WIB

Pembangkit Listrik
Pembangkit Listrik

INDUSTRY.co.id - Jakarta - Kementerian Energi Sumber Daya Manusia memperkirakan kebutuhan investasi pembangkit listrik dari energi baru dan terbarukan (EBT) selama 10 tahun ke depan atau periode 2016 hingga 2025 mencapai Rp1.600 triliun.

Seperti dikutip Antara, data Kementerian ESDM yang diperoleh di Jakarta, Jumat, menyebutkan nilai investasi tersebut untuk membangun pembangkit listrik EBT sebesar 36.300 megawatt dalam 10 tahun atau 3.630 MW per tahun hingga 2025.

Dengan angka-angka tersebut, kebutuhan investasi pembangkit EBT rata-rata adalah Rp44 miliar atau 3,4 juta dolar AS per MW.

Sesuai rencana umum energi nasional (RUEN), porsi bauran energi pada 2025 untuk EBT ditargetkan sebesar 23 persen, lalu batubara 30 persen, minyak 25 persen, dan gas 22 persen.

Saat ini atau posisi 2016, porsi bauran energi adalah EBT 10 persen, batubara 33 persen, minyak 35 persen, dan gas 21 persen.

Dari target bauran pada 2025 tersebut, pembangkit EBT ditargetkan mencapai 45.128 MW atau meningkat 34.562 MW dari posisi saat ini sebesar 10.566 MW.

Konfigurasi pembangkit EBT 45.128 MW itu terdiri atas air 20.960 MW, panas bumi 7.241 MW, surya 6.500 MW, biomassa 5.500 MW, bayu 1.799 MW, dan lainnya 3.128 MW.

Sementara, konfigurasi pembangkit EBT pada 2016 adalah air 5.139 MW, panas bumi 1.654 MW, surya 108 MW, biomassa 1.801 MW, bayu 4 MW, dan lainnya 1.860 MW.

Sesuai data tersebut, strategi untuk mencapai target pembangkit EBT pada 2025 sebesar 45.128 MW antara lain penyederhanaan perizinan, penyediaan insentif, pembaharuan data potensi EBT, penggalakan kampanye hemat energi, dan peningkatan koordinasi baik pusat maupun daerah.(Hrb)

Komentar Berita

Industri Hari Ini

Kepala Badan Penelitian dan Pengembangan Industri (BPPI) Kemenperin, Ngakan Timur Antara

Selasa, 19 Februari 2019 - 19:35 WIB

Lewat INDI 4.0, Kemenperin Pantau Kesiapan Perusahaan Manufaktur Menuju Industri Keempat

Kementerian Perindustrian gencar melakukan sosialiasi kepada para pelaku industri manufaktur di Indonesia mengenai indikator penilaian penerapan teknologi industri 4.0atau Indonesia Industry…

Vivo V15

Selasa, 19 Februari 2019 - 17:38 WIB

Segera Hadir di Indonesia, Ini Kelebihan Vivo V15

Vivo mulai memperkenalkan V15 sebagai V-Series terbaru dengantaglineGo Up yang segera hadir di pasar Indonesia dalam waktu dekat.

Federasi Serikat Pekerja Pertamina Bersatu lakukan aksi demo terkait harga avtur

Selasa, 19 Februari 2019 - 17:27 WIB

Serikat Pekerja Pertamina: Ada Enam Hal Dibalik Gejolak Harga Avtur

Federasi Serikat Pekerja Pertamina Bersatu (FSPPB) yang membawahi 19 Serikat Pekerja di lingkungan PT Pertamina (Persero) hari ini menggelar unjuk rasa di depan Istana Merdeka, Jakarta.

Assistant Vice President Marketing Podomoro Golf View, Alvin Andronicus

Selasa, 19 Februari 2019 - 17:24 WIB

Usung Konsep Eco Living, PGV Sediakan Kawasan Untuk Lahan Terbuka dan Nursery

Gaya hidup ramah lingkungan (eco living) bukan hanya menjadi tren baru di dunia. Akan tetapi, gaya hidup ini sudah menjadi kebutuhan, lantaran diyakini mampu meningkatkan kualitas hidup. Bagi…

MenPAN RB Syarifuddin .memberikan keterangan Pers Usai memberikan SAKIP di Makasar Hari ini

Selasa, 19 Februari 2019 - 17:11 WIB

Menpan RB, SAKIP Wilayah III Berhasil Hemat Rp 6,9 Triliun

Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (PANRB) Drs. Syafruddin M.S.i mengatakan, penerapan Sistem Akuntabilitas Kinerja Instansi Pemerintah (SAKIP) di 186 pemda Wilayah…