Penerapan Industri 4.0 Sesuai Prinsip Ekonomi Pancasila

Oleh : Ridwan | Jumat, 25 Mei 2018 - 14:20 WIB

Kepala BPPI Kementerian Perindustrian Ngakan Timur Antara
Kepala BPPI Kementerian Perindustrian Ngakan Timur Antara

INDUSTRY.co.id - Jakarta- Penerapan industri 4.0 dinilai sesuai dengan prinsip dasar Ekonomi Pancasila dan salah satu strategi menciptakan Ekonomi Pancasila berbasis digital.

Kepala Badan Penelitian dan Pengembangan Industri (BPPI) Kementerian Perindustrian, Ngakan Timur Antara di Jakarta, Kamis (24/5/2018) mengatakan, implementasi Industri 4.0 sesuai dengan arah peta jalan Making Indonesia 4.0 guna meningkatkan kinerja industri nasional melalui pemanfaatan teknologi terkini dan inovasi yang menghasilkan pemerataan pembangunan dan kesejahteraan masyarakat.

"Dalam Making Indonesia 4.0, kita sudah punya 10 langkah prioritas yang perlu dijalankan untuk mendongkrak perekonomian nasional di era ekonomi digital sesuai prinsip dasar Ekonomi Pancasila, yakni keadilan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia," katanya.

Ngakan menjelaskan, kebijakan pemerataan ekonomi yang telah dijalankan Kementerian Perindustrian yaitu memfasilitasi pembangunan kawasan industri di luar Jawa.

"Contohnya, kawasan industri Morowali yang mampu memberikan kontribusi pertumbuhan ekonomi di wilayah tersebut hingga 60 persen atau 12 kali lipat dari pertumbuhan ekonomi nasional," katanya.

Menurutnya, langkah prioritas nasional yang tengah diakselerasi adalah memberdayakan usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) karena hampir 70 persen pelaku usaha Indonesia berada di sektor UMKM.

"Pemerintah berkomitmen untuk mendukung pelaku UMKM dengan membangun platform e-commerce. Untuk itu, Indonesia akan melakukan percepatan pembangunan infrastruktur digital," tutur Ngakan.

Kemenperin telah mengajak pelaku industri kecil dan menengah (IKM) nasional ikut serta dalam program e-Smart IKM yang bertujuan meningkatkan kualitas dan memperluas pasar produk IKM lokal sehingga mampu menembus pasar ekspor melalui pemanfaatan platform digital.

Ngakan menyebutkan pengembangan ekonomi digital di Indonesia semakin berpeluang dengan koneksi internet telah menjangkau 51,8 persen dari populasi penduduk, yang mendorong pengembangan usaha rintisan (startup) di dalam negeri.

"Selain itu, peningkatan permintaan produk digital, seperti telepon seluler (ponsel)," ujarnya.

Ngakan melanjutkan, Indonesia memasuki era ekonomi digital dan akan menikmati bonus demografi selama periode tahun 2020-2030 dengan jumlah penduduk didominasi usia produktif (15-64 tahun) sebesar 70 persen.

"Bahkan, pada tahun 2030, diprediksi sebanyak 135 juta penduduk Indonesia akan memiliki penghasilan bersih di atas 3.600 dolar AS sebagai konsumen e-commerce," imbuhnya.

Pihaknya meyakini digitalisasi memberi kesempatan luas bagi masyarakat untuk berpartisipasi dalam melakukan kegiatan ekonomi, kendati sejumlah langkah prioritas Making Indonesia 4.0 perlu didukung melalui pendidikan dan pelatihan vokasi sesuai kebutuhan dunia industri saat ini.

"Kami optimistis, apabila semua program dan kebijakan dijalankan secara terintegrasi, target Indonesia menjadi 10 besar negara ekonomi terkuat di dunia pada tahun 2030 bisa tercapai," ujarnya.

Komentar Berita

Industri Hari Ini

Menteri Perindustrian Airlangga Hartarto (Foto: Ridwan/Industry.co.id)

Selasa, 19 Maret 2019 - 21:30 WIB

Indonesia Posisi Kedua Sebagai Negara Dengan Optimisme Tinggi Terapkan Industri 4.0

Berdasarkan hasil riset McKinsey, Indonesia menempati posisi kedua sebagai negara dengan optimisme tertinggi dalam menerapkan industri 4.0, yakni 78%.

Kepala Badan Penelitian dan Pengembangan Industri (BPPI) Kemenperin, Ngakan Timur Antara

Selasa, 19 Maret 2019 - 21:06 WIB

INDI 4.0 Jadi Acuan Kemenperin Ukur Kesiapan Industri Masuk Era Digitalisasi

Kementerian Perindustrian terus memacu kesiapan sektor manufaktur nasional dalam memasuki era industri 4.0 khususnya lima sektor yang telah menjadi prioritas berdasarkan peta jalan Making Indonesia…

Kemen Kominfo

Selasa, 19 Maret 2019 - 19:33 WIB

Kominfo Blokir 11.803 Konten Radikalisme dan Terorisme

Jakarta-Kementerian Komunikasi dan Informatika telah melakukan pemblokiran konten internet yang memuat radikalisme dan terorisme sebanyak 11.803 konten mulai dari tahun 2009 sampai tahun 2019.…

Direktur Jenderal Industri Kecil Menengah dan Aneka (IKMA) Kemenperin Gati Wibawaningsih

Selasa, 19 Maret 2019 - 16:50 WIB

Lewat Program Santripreneur, Kemenperin Telah Bina Lebih dari 4 Ribu Santri Jadi Wirausaha

Kementerian Perindustrian hingga saat ini telah membina dan memberikan pelatihan tentang kewirausahaan kepada 4.720 santri.

Direktur Utama PT Jababeka Morotai Basuri Tjahja

Selasa, 19 Maret 2019 - 16:48 WIB

Dirut PT Jababeka Morotai Cari Investor untuk Kembangkan Bandara Internasional KEK Morotai

Perhelatan Metal & Energy International Summit 2019 kembali digelar selama dua hari yang berlangsung 19 -20 Maret 2019, di Hotel JS Luwansa. Acara ini menghadirkan sekitar 100 delegasi negara…