Bos Crown Group: Hukum Pertama Dalam Investasi Properti; Lokasi, Lokasi dan Lokasi

Oleh : Ridwan | Senin, 16 April 2018 - 19:30 WIB

CEO Crown Group, Iwan Sunito (Foto Ridwan/Industry.co.id)
CEO Crown Group, Iwan Sunito (Foto Ridwan/Industry.co.id)

INDUSTRY.co.id - Jakarta, Crown Group, perusahaan pengembang properti terkemuka Australia yang berbasis di Sydney, kembali memberikan lanjutan panduan perihal investasi properti oleh pendirinya, Iwan Sunito.

CEP Crown Group, Iwan Sunito mengatakan, untuk mulai berinvestasi properti, hal pertama yang harus diperhatikan adalah lokasi, lokasi, lokasi

Mengapa faktor lokasi menjadi yang utama selain reputasi pengembang dan desain bangunan adalah karena lokasi menjadi hal yang sangat menentukan dalam tinggi rendahnya keuntungan investasi kita di masa mendatang.

Menurutnua, daerah yang akan dan sedang berkembang lebih menguntungkan karena harga beli atau investasi awal akan lebih rendah dibandingkan daerah yang sudah jadi atau etablished.

"Kawasan pinggiran akan lebih menguntungkan jika dibandingkan dengan kawasan CBD, karena peningkatan harga akan lebih terukur," ujar Iwan di Jakarta, Senin (16/4/2018).

Kemudian dekat dengan apa? Dan bagaimana dengan demografi, kondisi pasar, fasilitas umum, pertumbuhan harga, daya sewa di daerah tersebut?

Untuk lebih mudah dalam memahaminya, Iwan memberikan ilustrasi mengenai hal-hal tesebut dengan memberikan sebuah overview lokasi kawasan Eastlakes yang akan menjadi proyek selanjutnya dari Crown Group.

Eastlakes terletak di kawasan suburb timur, sekitar 6 km dari CBD Sydney, Bandar udara domestik dan pantai Coogee. Meskipun terletak di daerah suburb, Eastlakes juga dekat dengan daerah-daerah popular di Sydney. 

Demografis Eastlakes juga sangat menarik, karena 46% dari total populasi terdiri dari usia produktif yaitu 20 hingga 34 tahun, sehingga tingkat populasi sewanya mencapai 47% atau lebih tinggi dibandingkan tingkat sewa rata-rata di Negara bagian NSW yang berkisar 28%.

"Hal ini dapat terlihat dari peningkatan biaya sewa di Eastlakes selama 5 tahun terakhir yang mencapai 21% atau rata-rata 4% per tahun dengan tingkat kekosongan sewa yang mencapai 1,5%," kata Iwan.

Menurut Iwan, kondisi demografis tersebut juga memberi gambaran bahwa kebutuhan akan apartemen juga kuat di kawasan Eastlakes

Berdasarkan data yang dikeluarkan oleh realestate.com.au, harga rata-rata untuk rumah tapak di kawasan Eastlakes sudah mencapai kisaran AUS$ 1,700,000 sementara harga rata-rata unit apartmen di kisaran AUS$ 650,000.

"Jika dibandingkan dengan harga 5 tahun lalu, telah terjadi peningkatan harga rata-rata rumah tapak sekitar 95,6% atau sama dengan 14,4% per tahunnya untuk unit apartemen," ungkapnya.

Sementara itu, John McGrath, pendiri perusahaan konsultan real estat besar di Australia, McGrath Real Estate, mengatakan bahwa Sydney sedang mengalami perubahan karakter pembangunan apartemen”

Menurut McGrath, untuk kali pertama dalam sejarah (sejak tahun 1984), lebih banyak apartemen baru selesai dibangun jika dibandingkan dengan jumlah rumah di Australia.

Berdasarkan laporan Aktifitas Pembangunan dari Pusat Biro Statistik Australia menunjukkan bahwa ada 28.102 rumah baru dan 28.527 unit apartemen dan townhouse yang baru selesai pada kuartal Desember 2016.

“Yang terpenting adalah para calon investor ini mau mencari informasi yang sebanyak-banyak perihal area yang ingin dijadikan investasi sebelum mereka menjatuhkan pilihan. Semakin banyak informasi yang didapat, semakin akurat pula kalkulasi untuk keputusan yang akan diambil," lanjut Iwan.

Dan terakhir, kapan waktu terbaik untuk berinvestasi? “Jawabannya adalah sepuluh tahun yang lalu”

Kemudian kapan kah waktu terbaik kedua untuk berinvestasi properti? “Jawabannya adalah sekarang," tutup Iwan Sunito.

Komentar Berita

Industri Hari Ini

Indeks harga saham gabungan (IHSG) di gedung Bursa Efek Indonesia (dok INDUSTRY.co.id)

Sabtu, 19 Januari 2019 - 07:45 WIB

Pekan Ketiga 2019, Indeks Harga Saham Gabungan Ditutup Naik ke Posisi 6.448

Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) Bursa Efek Indonesia (BEI) ditutup naik 1,36% ke posisi 6.448,16 pada pekan ketiga 2019 ini dibandingkan pada pekan sebelumnya di level 6.361,46.

Pemerintah Provinsi DKI Jakarta bersama dengan PT Holcim Indonesia Tbk melakukan penandatanganan Perjanjian Kerja Sama tentang Penelitian Sampah di TPST Bantargebang yang dihadiri langsung oleh Gubernur DKI Jakarta, Anies Baswedan

Sabtu, 19 Januari 2019 - 07:40 WIB

Atasi Masalah Sampah, Pemprov DKI Jakarta Jalin Kerja Sama dengan Holcim Indonesia

Pemerintah Provinsi DKI Jakarta bersama dengan PT Holcim Indonesia Tbk pada Selasa, 15 Januari 2019 melakukan penandatanganan Perjanjian Kerja Sama tentang Penelitian Sampah di TPST Bantargebang…

Menteri BUMN Rini Soemarno (Dok Industry.co.id)

Jumat, 18 Januari 2019 - 22:56 WIB

BNI-PNM Salurkan KUR Melalui Program Mekaar Naik Kelas

Menginjak usia ke-12 tahun kerja sama antara PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk atau BNI dengan PT Permodalan Nasional Madani (Persero) atau PNM, kedua BUMN tersebut mengembangkan kerjasamanya…

Menteri Perindustrian Airlangga Hartarto (Kemenperin dok)

Jumat, 18 Januari 2019 - 20:03 WIB

Menperin Airlangga Dorong Perluasan Kawasan Industri Makassar Hingga 1000 Hektare

Kementerian Perindustrian mendorong perluasan Kawasan Industri Makassar (KIMA) di Sulawesi Selatan hingga 1.000 hektare (Ha).

BPJS Kesehatan. (Foto: IST)

Jumat, 18 Januari 2019 - 17:52 WIB

Ini Kata BPJS Kesehatan Soal Biaya Urunan Peserta

Kementerian Kesehatan (Kemenkes) mengeluarkan peraturan baru, (Permenkes) Nomor 51 Tahun 2018 terkait Pengenaan Urun Biaya BPJS Kesehatan dan Selisih Biaya Program Jaminan Kesehatan Nasional-Kartu…