Kedubes India Yakinkan Makanan India Mengenal Halal dan Haram

Oleh : Chodijah Febriyani | Sabtu, 10 Maret 2018 - 19:30 WIB

Kuliner Khas India, Roti Maryam (Chodijah Febriyani/Industry.co.id)
Kuliner Khas India, Roti Maryam (Chodijah Febriyani/Industry.co.id)

INDUSTRY.co.id, Jakarta - Wakil Duta Besar India untuk Indonesia Prakash Gupta mengatakan India dan Indonesia memiliki banyak kesamaan, termasuk konsep makanan halal dan haram.

"Orang sering lupa bahwa India adalah negara dengan penduduk Muslim terbesar kedua setelah Indonesia, jadi masyarakat India sangat familier dengan makanan halal atau haram," kata Gupta di Jakarta, Sabtu.

Pernyataan tersebut disampaikan dalam rangka menyambut festival kuliner "Flavours of India" (Cita Rasa India) di Jakarta, 12-28 Maret 2018.

Wakil Dubes India menambahkan, Islam merupakan agama kedua terbesar di India setelah Hindu, yang kedua pemeluknya hidup berdampingan dengan menerapkan toleransi, sama seperti di Indonesia.

"Jadi jangan khawatir soal halal dan haram, India punya banyak pilihan masakan, bahkan di negara kami juga sangat mudah mencari restoran halal," kata dia.

Gupta juga menjamin semua masakan yang akan disajikan dalam festival tersebut diolah secara halal, dan karena masyarakat India tidak mengkonsumsi daging sapi, semua daging ayam dan Ikan yang digunakan bersertifikat halal.

Dengan berbagai kesamaan itu, Gupta mengatakan makanan dapat menjadi alat terbaik untuk mempererat hubungan orang per orang atau "people-to-people contact" kedua negara.

Festival makanan "Flavours of India" diselenggarakan Kedutaan Besar bekerja sama dengan Hotel Westin Jakarta dengan menghadirkan ahli masakan India dari Mumbai, Chef Nandan Singh Dhami.

Selama festival berlangsung, Hotel Westin akan menyajikan lebih dari 50 jenis masakan mulai dari makanan pembuka, menu utama, hidangan penutup, hingga jajanan dan makanan ringan. (Ant)

Komentar Berita

Industri Hari Ini

Mensos Agus Gumiwang (Foto Dok Industry.co.id)

Rabu, 26 September 2018 - 15:30 WIB

Mensos Targetkan Februari 2019 Tuntaskan Transformasi Rastra

Menteri Sosial Agus Gumiwang Kartasasmita menargetkan pada awal Februari 2019 menuntaskan transformasi Bantuan Sosial Beras Sejahtera (Rastra) ke Bantuan Pangan Non Tunai (BPNT).

Direktur Utama PT Bhanda Ghara Reksa (Persero), M. Kuncoro Wibowo (kanan), memberikan plakat kepada Kepala Lembaga Management Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Indonesia, Toto Pranoto

Rabu, 26 September 2018 - 15:15 WIB

BGR Tandatangani Kerjasama dengan Lembaga Management FEB Universitas Indonesia

PT Bhanda Ghara Reksa (Persero), Badan Usaha Milik Negara (BUMN) penyedia jasa logistik dan Lembaga Management Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Indonesia (LMFEB UI) menandatangani nota…

Citibank N.A., Indonesia: Bank Kustodian Pertama yang Mengoperasikan Layanan Account Operator di Indonesia

Rabu, 26 September 2018 - 15:00 WIB

Citibank N.A., Indonesia: Bank Kustodian Pertama yang Mengoperasikan Layanan Account Operator di Indonesia

Sejak tanggal 20 Agustus 2018, Citibank N.A., Indonesia (Citibank) secara resmi menjadi bank kustodian pertama di Indonesia yang mengoperasikan layanan Account Operator bagi para pialang lokal,…

Ilustrasi Pameran KriyaNusa

Rabu, 26 September 2018 - 14:55 WIB

Resmi Dibuka, Pameran Kerajinan KriyaNusa Dongkrak Industri Kreatif Indonesia

Dewan Kerajinan Nasional menggelar pameran kerajinan KriyaNusa 2018 dalam rangka memperingati HUT yang ke-38, dengan mengangkat tema Tingkatkan Sinergitas dan Kreativitas Wirausaha Milenial.

Federal International Finance (Foto Dok Industry.co.id)

Rabu, 26 September 2018 - 14:55 WIB

BEI Dorong Investor Ritel Masuk ke Obligasi

Bursa Efek Indonesia (BEI) mendorong investor ritel masuk ke dalam instrumen surat utang (obligasi) korporasi dengan menurunkan denominasi hingga Rp1 juta.