Fajar Surya Wisesa Alami Penurunan Laba Bersih Hampir 25% pada 2017

Oleh : Abraham Sihombing | Kamis, 22 Februari 2018 - 18:45 WIB

Industri Kertas (Ist)
Industri Kertas (Ist)

INDUSTRY.co.id, Jakarta – Laba bersih PT Fajar Surya Wisesa Tbk (FASW), produsen kemasan kertas yang sahamnya tercatat di Bursa Efek Indonesia (BEI) turun 24,82% menjadi Rp580,85 miliar pada 2017 dibandingkan sebesar Rp772,57 miliar pada 2016.

Menurut laporan keuangan yang dipublikasikan di Jakarta, Kamis (22/02/18), penurunan itu karena perseroan mengalami kerugian selisih kurs senilai Rp49,22 miliar pada 2017. Sedangkan pada 2016, perseroan masih mencatat laba selisih kurs sebesar Rp101 miliar.

Di samping itu, penurunan tersebut juga akibat lonjakan beban pajak yang cukup drastis pada tahun lalu. Perseroan di sepanjang 2017 lalu harus menangggung beban pajak sebesar Rp228,66 miliar. Itu melonjak 369,37% dibandingkan pada 2016 sebesar Rp48,72 miliar.

Meski demikian, kinerja penjualan perseroan pada 2017 terlihat cukup mumpuni. Pasalnya, penjualan perseroan pada 2017 lalu mampu tumbuh 24,89% menjadi Rp7,34 triliun dibanding pada tahun sebelumnya sebesar Rp5,87 triliun.

Sekitar 84,02% dari penjualan konsolidasi perseroan pada 2017 tersebut dikontribusikan oleh penjualan di pasar domestik. Sisanya berasal dari penjualan ekspor. Meski demikian, penjualan ekspor mengalami lonjakan 1.186% menjadi Rp1,13 triliun pada 2017 dibanding tahun sebelumnya sebesar Rp87,69 miliar.

Kenaikan penjualan perseroan tersebut masih dapat menahan kenaikan beban pokok penjualan yang tumbuh 26,14%. Karena itu, perseroan pada 2017 lalu masih dapat mencatat pertumbuhan laba kotor sebesar 19.91%. (Abraham Sihombing)

Komentar Berita

Industri Hari Ini

Mensos Agus Gumiwang (Foto Dok Industry.co.id)

Rabu, 26 September 2018 - 15:30 WIB

Mensos Targetkan Februari 2019 Tuntaskan Transformasi Rastra

Menteri Sosial Agus Gumiwang Kartasasmita menargetkan pada awal Februari 2019 menuntaskan transformasi Bantuan Sosial Beras Sejahtera (Rastra) ke Bantuan Pangan Non Tunai (BPNT).

Direktur Utama PT Bhanda Ghara Reksa (Persero), M. Kuncoro Wibowo (kanan), memberikan plakat kepada Kepala Lembaga Management Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Indonesia, Toto Pranoto

Rabu, 26 September 2018 - 15:15 WIB

BGR Tandatangani Kerjasama dengan Lembaga Management FEB Universitas Indonesia

PT Bhanda Ghara Reksa (Persero), Badan Usaha Milik Negara (BUMN) penyedia jasa logistik dan Lembaga Management Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Indonesia (LMFEB UI) menandatangani nota…

Citibank N.A., Indonesia: Bank Kustodian Pertama yang Mengoperasikan Layanan Account Operator di Indonesia

Rabu, 26 September 2018 - 15:00 WIB

Citibank N.A., Indonesia: Bank Kustodian Pertama yang Mengoperasikan Layanan Account Operator di Indonesia

Sejak tanggal 20 Agustus 2018, Citibank N.A., Indonesia (Citibank) secara resmi menjadi bank kustodian pertama di Indonesia yang mengoperasikan layanan Account Operator bagi para pialang lokal,…

Ilustrasi Pameran KriyaNusa

Rabu, 26 September 2018 - 14:55 WIB

Resmi Dibuka, Pameran Kerajinan KriyaNusa Dongkrak Industri Kreatif Indonesia

Dewan Kerajinan Nasional menggelar pameran kerajinan KriyaNusa 2018 dalam rangka memperingati HUT yang ke-38, dengan mengangkat tema Tingkatkan Sinergitas dan Kreativitas Wirausaha Milenial.

Federal International Finance (Foto Dok Industry.co.id)

Rabu, 26 September 2018 - 14:55 WIB

BEI Dorong Investor Ritel Masuk ke Obligasi

Bursa Efek Indonesia (BEI) mendorong investor ritel masuk ke dalam instrumen surat utang (obligasi) korporasi dengan menurunkan denominasi hingga Rp1 juta.