Ketum HKI: Pemerintah Perlu Tetapkan Mekanisme Sebelum Tutup KEK

Oleh : Ridwan | Selasa, 13 Februari 2018 - 10:05 WIB

Sanny Iskandar, Ketua Umum HKI
Sanny Iskandar, Ketua Umum HKI

INDUSTRY.co.id - Jakarta, Dewan Nasional Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) perlu lebih selektif dalam menetapkan status KEK bagi sebuah area kawasan yang diajukan oleh pihak pemrakarsa, baik itu dari Pemerintah Daerah, BUMN/BUMD maupun Perusahaan Swasta.

Hal tersebut disampaikan oleh Ketua Umum Himpunan Kawasan Industri (HKI) sekaligus Wakil Ketua Umum Kadin Bidang Pengembangan Kawasan Ekonomi, Sanny Iskandar menindaklanjuti pernyataan Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Darmin Nasution.

Menurut Sanny, pemerintah juga perlu menetapkan sebuah mekanisme yang menahan laju kenaikan harga lahan setelah ditetapkan sebagai KEK.

"Masalah faktor kelembagaan, profesionalisme dan kemampuan untuk mendapatkan mitra strategis juga berpengaruh atas keberhasilan mengembangkan KEK," ujar Sanny saat dihubungi INDUSTRY.co.id di Jakarta, Selasa (13/2/2018).

Sebelumnya, Menko Perekonomian Darmin Nasution menyebutkan terdapat tiga kawasan ekonomi khusus (KEK) yang telah diusulkan sebagai proyek investasi namun tidak jelas kapan akan beroperasi.

Bahkan, Darmin pun merasa was-was terhadap beberapa KEK yang sebenarnya sudah dalam dua atau tiga tahun ini dirancang dan diharapkan bisa diresmikan. Paling tidak ada tiga yang tidak jelas kapan beroperasi.

Seperti diketahui, pemerintahan Presiden Joko Widodo (Jokowi) ingin agar pembangunan yang dilakukan tidak hanya terpusat di pulau Jawa, namun di seluruh Indonesia. Jokowi ingin pembangunan yang Indonesia sentris.

Salah satu upaya untuk mengembangkan Indonesia sentris ialah dengan adanya Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) di berbagai pulau luar Jawa. KEK dinilai mampu mendorong ekonomi di daerah.

Komentar Berita

Industri Hari Ini

Pelabuhan Peti Kemas (Foto Dok Industry.co.id)

Jumat, 19 Oktober 2018 - 10:20 WIB

Pelindo III Batulicin Belum Realisasikan Perbaikan Dermaga

PT Pelabuhan Indonesia (Pelindo) III Cabang Batulicin, Kabupaten Tanah Bumbu, hingga saat ini belum bisa merealisasikan perbaikan dermaga perahu cepat atau speed boad yang sudah mulai rusak…

Ilustrasi obligasi

Jumat, 19 Oktober 2018 - 10:09 WIB

Obligasi Dalam Negeri Dalam Bayang AS

INDUSTRY.co.id -

Jakarta - Tidak jauh berbeda dengan sebelumnya dimana pergerakan imbal hasil obligasi AS yang masih mengalami peningkatan seiring dengan hasil FOMC…

Pembangunan Duplikasi Jembatan Surabaya di Pulau Lombok

Jumat, 19 Oktober 2018 - 10:05 WIB

Pembangunan Duplikasi Jembatan Surabaya di Pulau Lombok Perlancar Jalur Logistik Mataram-Lombok Tengah

Pembangunan duplikasi jembatan tersebut akan memperlancar transportasi terutama angkutan barang logistik dari Mataram serta Kabupaten Lombok Barat menuju Lombok Tengah, Lombok Timur atau sebaliknya.

Pembangunan jalan tol (Ist)

Jumat, 19 Oktober 2018 - 10:00 WIB

Tol Serang-Panimbang Mulai Pengerjaan Betonisasi

Pembangunan jalan tol Serang-Panimbang sepanjang kurang lebih 83 Kilometer, sebagian sudah mulai memasuki tahap bentonisasi pada seksi pertama di sekitar Kecamatan Walantaka Kota Serang.

Chris Kanter Sebagai Direktur Utama Indosat Ooredoo (Foto Rizki Meirino)

Jumat, 19 Oktober 2018 - 10:00 WIB

Indosat Ooredoo Siapkan Belanja Modal Senilai Rp30 Triliun

Direktur Utama Indosat Ooredoo Chris Kanter mengatakan perseroan menyiapkan belanja modal lebih dari dua miliar dolar AS atau setara Rp30 triliun(kurs Rp15.000 per dolar AS).