Ini Kata CEO Blanja.com sekaligus Ketua idEA Soal Tren Bisnis E-Commerce Indonesia

Oleh : Kormen Barus, Ridwan | Sabtu, 16 Desember 2017 - 15:46 WIB

CEO blanja.com Aulia E Marinto
CEO blanja.com Aulia E Marinto

INDUSTRY.co.id - Jakarta, Blanja.com, sebuah perusahaan e-commerce, hasil joint venture,antara Telkom Group dan e-Bay Inc, terus memperlihatkan perannya di kancah bisnis e commerce, saat ini.

Dalam kurun waktu kurang dari 12 bulan, sejak offcial launch pada 8 Desember 2014, Blanja.com, sukses mencatat perkembangan yang sangat positif.

Pencapaian total salesnya mencapai Rp600 miliar pada akhir 2015, sementara pertumbuhan jumlah penjual lebih dari 7000 dan menjual berbagai produk.

Perkembangan bisnis Blanja.com dalam beberapa tahun memang selalu meningkat dan menggembirakan. Tentu semua itu, tidak terlepas dari strategi yang di usung oleh nahkoda blanja.com Aulia Ersyah Marinto.

Redaksi INDUSTRY.co.id belum lama ini berbincang-bincang dengan CEO Blanja.com sekaligus Ketua Asosiasi E-commerce Indonesia (idEA), Aulia Ersyah Marinto untuk mengetahui lebih dalam soal strategi Blanja.com serta perkembangan bisnis e-commerce di Indonesia, berikut petikannya:

Indonesia menjadi negara ketiga terbesar pertumbuhan industri digital, komentar Anda?

Dikatakan sebagai negara potensi terbesar, bisa kita lihat dengan data real, bagaimana e-commerce di Indonesia itu bisa berkembang. Pertama, dari sisi perekonomian Indonesia tumbuh.

Kedua, dari sisi infrastruktur, akses internet sudah ada dimana-mana. Pengakses internet saja sudah ada lebih dari 100 jutaan orang, pengguna seluler itu memang sebanyak jumlah penduduk indonesia.

Ketiga, dari sisi populasi, harus dilihat sebagai populasi yang produktif. Kombinasi itu semua, menyebabkan semua orang berbondong-bondong datang ke Indonesia untuk investasi. Mereka menyiapkan itu semua. Bukan untuk tahun 2018. Tapi mereka mempersiapkan ekspansi untuk 5-10 tahun mendatang.

Jadi, kita harus melihat ini suatu potensi lokal dan harus mengambil sikap dengan cepat. Itu semua yang membuat Indonesia sebagai negara yang berpotensi sangat tinggi . Di Asean saja, jika digabung, masih besar Indonesia potensinya.

Jadi logikanya negara Asean akan meletakkan Indonesia paling depan dalam konteks dia membangun perekonomiannya. Dalam konteks ini kita perlu memprioritaskan jangka pendek, menengah dan panjang.

Berapa nilai transaksi online di Indonesia?

Itu satu hal yang hari ini masih dicari, bagaimana menemukan formula yang tepat untuk mengetahui itu. Angka tersebut harus dapat dipertanggung jawabkan. Bukan sekadar meyebutkan angka, karena mau diambil keputusan.

Mengapa angka itu sampai saat ini belum ada yang akurat?

Karena semua yang berada di industri digital ini private sektor. Di e-commerce, yang punya pemerintah hanya blanja.com. Lainnya private sektor.

Kalau dia private sector, ya hak mereka untuk tidak memberikan data dalam konteks kepentingan masing-masing. Selain itu, tidak ada juga infrastruktur untuk menerima data itu. Dimulai dengan infrastruktur data yang eksisting saja.

Kita punya 54 juta UKM sampai saat ini belum ada infrastruktur datanya yang lebih detail. Infrastruktur untuk menerima secara terintegrasi data-data masih belum ada. Kalau kita lihat contoh Korea, e-commerce itu tiap bulan setor data ke pemerintah.

Jangan setornya ke asosiasi. Jadi pelaku industri hari ini bukan tidak mau diambil datanya, mari kita buat infrastruktur data untuk menerima data-data itu. Infrastruktur itu yang belum ada.

Sekian besar pasar e-commerce di Indonesia, berapa banyak pemain yg mendominasi pasar?

Belum ada pemain yang mendominasi, dalam konteks bila melihat jangka pendek terkesan ada yg mendominasi. Hari ini semuanya masih punya peluang yang sama. Jadi ini masih terus bertumbuh.

Apa dampak pertumbuhan e-commerce terhadap consumer good?

Dampak yang jelas adalah perdagangan consumer good atau ritel sudah menemukan cara yang lain untuk sampai pada pembelinya masing-masing. Memang sampainya ini, akhirnya cuma bisa dilihat dirasakan.

Tapi balik lagi kita tidak punya datanya. Itu yang menjadi tantangan kita semua. Kita sudah bisa merasakan dampaknya dalam tanda kutip, yaitu, tumbuhnya pengusaha-pengusaha mudayang berpenghasilan sesuai umurnya.

Saya melihat sendiri, ada yang berpenghasilan 100 juta setahun, ada yang miliaran. Selain itu, perputaran barang menjadi semakin cepat. Orang di Indonesia timur, bisa mendapatkan barang-barang yang mereka inginkan.

Harus diingat jumlah pertumbuhan e-commerce belum bisa dibilang mempengaruhi pertumbuhan ekonomi nasional dan merupakan saingan dari online ritel. E-commerce itu adalah komplimenteri semua produk-produk di e-commerce berasal dari online ritel.

Dampaknya memang kelihatan dan akan terus membesar, tetapi ukuran seberapa besar memang sulit.

Seberapa besar pasar e-commerce di Indonesia dan pertumbuhannya?

Kita hanya bisa memprediksi kira-kira, dugaan saya pertumbuhannya tiap tahun itu 30-50%,. Hanya saja variasi dari pemainnya juga masih bertumbuh terus.

Market itu sekarang lagi mencari bentuknya, belum Mateng. Sekarang model e-commerce kita pun masih belum bervariasi jika dibandingkan dengan negara-negara lain. Saya percaya 5-10 tahun lagi, kalau kita bisa mengedukasi secara merata maka akan tumbuh di Kalimantan pemain lokalnya.

Itu tidak akan bisa dikalahkan dengan pemain luar. Akan menghidupkan ekosistem di sekitarnya. Saya tidak bisa memprediksi berapa pertumbuhannya, tapi semua e-commerce secara quote and quote mereka tumbuh.

Ini akan terus tumbuh dan mereka akan terus berinovasi. Saat pemerintah menyelesaikan proyek palapa ring, menuntaskan satelitnya, broadband dimana-mana, infrastruktur data bisa dipercepat, maka pertumbuhannya akan semakin melesat.

Apa Kunci e-commerce agar menjadi pilihan konsumen?

Secara umum e-commerce itu kan tentang internet, maka cara yang mereka lakukan adalah digital marketing. Itu adalah cara yangcepat untuk melakukan klik untuk visit dan transaksi. Itu porsi yang paling besar untuk dilakukan.

Selain itu, soal awarness, diterjemahkan dengan melihat market kita sangat visual. Jadi kalaumereka lihat iklan di daerah Sudirman itu sudah pilihan banget. Diluar sana banyak yang tidak jor-joran marketing, penghasilan tetap miliaran.

Bagaimana Perkembangan Penetrasi produk UKM di industri digital?

Hari ini begitu banyak yang inisiatif-inisiatif edukasi UKM. Kita harus sadar, UKM Ini adalah pilar ekonomi Indonesia yang telah menyelamatkan Indonesia dari krisis.

Yang kita mau, jumlah mereka harus terdata agar kita tahu dampaknya terhadap GDP secara digital. Kalau semuanya sudah bisa ke baca maka kita akan tahu kekuatan sebenarnya. Inginnya dalam satu-dua tahun infrastruktur data itu selesai.

Dari banyak bisnis online di Indonesia, apa yang menarik?

Kita melihatnya hari ini yg terjadi di e-commerce itu sama persis dengan yang terjadi di offline. Fashion-lah yang membuat orang dengan berbagai macam alasannya ingin tampil lebih dan sempurna.

Selain itu, gadget dan elektronik. Gadget elektronik itu komoditas, kalangan mana saja membutuhkan. Diluar dua itu, ini sedang mencari volume-volumennya. Hal ini balik lagi kepada edukasi di penjual. Saat ini fashion volumenya masih paling tinggi.

Ritel berguguran, apakah dampak dari pertumbuhan e-commerce?

Dari berbagai sumber yang saya temui, berbagai alasan yg muncul kenapa mereka menutup gerai. Pertama, karena mis management, kedua karena kompetisi dilingkungannya.

Yang ketiga, kalau dia di dalam sebuah mall, kuat dugaan saya mereka juga terimbas dari situasi ekonomi sekarang. Selain itu, ada juga dugaan bahwa mereka sudah mulai melakukan perdagangannya secara elektronik sehingga mereka tidak memerlukan lagi space itu.

Tetapi ingat total e-commerce kita yang formal lewat situs itu masih kecil. Jadi rasanya gak mungkin kalau pertumbuhan e-commerce mempengaruhi tutupnya gerai ritel offline. Banyak faktor yang mempengaruhi tutupnya gerai ritel offline.

Pajak e-commerce dibebankan juga dengan pebisnis media sosial, penjelasan Anda?

Pertama, pajak itu adalah instrumen negara dan kewajiban semua warga negara untuk membayarnya. Dalam konteks itu kita pelaku setuju 100%.

Sekarang wacana mengenai pajak itu muncul didiskusi hangat karena dia tidak menjangkau semua secara sama perlakuannya. Kedua, kalau itu dipaksakan, diimplementasikan, maka implikasinya langsung kepada bisnis yang kami geluti khususnya market place.

Dalam konteks ini kita bilang mari kita cari cara, jangan langsung diimplementasikan. Kita menyurati Kementerian Keuangan untuk berdiskusi dulu. Jangan buru-buru diterapkan, karena buat kita untuk digital ekonomi, pajak itu harus jadi instrumen akselarasi.

Dalam konteks instrumen akselerasi inilah kita bilang butuh lebih banyak bantuan dari pemerintah.

Bagaimana perkembangan blanja.com?

Blanja.com, pemiliknya adalah Telkom dan ebbay. Dua pemain yang sudah lama dibidangnya masing-masing. Kita punya strategi yang spesifik, yang kita nyatakan punya unik selling poin.

Contohnya pesta blanja poin. Itu hasil sinergi yang sudah dicanangkan sejak lama dalam mengcover Telkom group. Itulah senjata kita kedepan. Perkembangan sangat bagus dan kita sangatantusias di industri ini.

Dalam konteks seller lokal ada yang terdiri dari branded produk ada yang sebutannya UKM. Dalam konteks total sekitar di atas 16 ribuan jumlah seller nya hari ini. Kita lebih milih mereka yang berkualitas.

Satu yang perlu dicatat, pembeli blanja.com menyasar individual end use,r kita bukan menyasar reseller.

Dari segi me-menage SDM, apa yang membedakan blanja.com dengan yang lain?

Di blanja saya meng-ecorage team untuk merasa memiliki blanja.com dan merasa menjadi tempat mereka menimba ilmu sekaligus mencari kehidupan.

Oleh karenanya merasa penting bagi saya mendapatkan value added selain pendapatan. Saya akan sangat tidak nyaman melihat tim yang tidak memiliki kesempatan untuk menjadi berkembang sehingga konteks seperti itu situasi yang kita kembangkan di blanja.com.

Mudah-mudahan nyaman dan temen-teman merasa muda untuk berkreasi. Birokrasi tidak ada, kepercayaan antar pimpinan itu cair.

Tren e-commerce kedepannya?

Kita di blanja.com melihat ini menjadi sesuatu potensi yang besar kedepan akan terus berkembang dan bertumbuh. Kita perlu melihat dinamikanya seperti apa, kita tidak bisa memprediksi secara akurat karena sekarang masih mencari bentuk pasar.

Karena ini longterm game, kita masih bisa melihat situasi e-commerce indonesia berikut perekonomian kita, yang dipercaya ekonomi Indonesia akan terus membaik karena kita berdiri di central. Saya gak pernak yakin ekonomi Indonesia akan terpuruk.

Kalau hanya melambat dikit terus kita bilang terpuruk ya tidak lah. Saya optimis ekonomi Indonesia tahun ini akan naik. Over all kita perlu mengantispasi kalau terjadi perlambatan, itu wajar.

Tetapi over all secara ekonomi negara kita gak melihat ada hal2 yang terlalu bisa mengguncang. Saya tidak melihat ada hal yang membuat Indonesia tidak berkembang ekonomi digitalnya. Yang saya resahkan justru akselerasi.

Komentar Berita

Industri Hari Ini

Para Pemain, Sutradara, dan Produser film Down Swan

Rabu, 12 Desember 2018 - 11:54 WIB

Film Down Swan Angkat Tema Tentang Anak Down Syndrom

Di tengah booming-nya film horor, production house (PH) baru bernama Adiksi Film siap memproduksi film drama keluarga yang bercerita seputar dunia anak anak berkebutuhan khusus, berjudul Down…

Natasha Demetra, Cheryl Halpern, Imam Prihadiyoko, Sri Anglung Prabu Punta dan Damien Dematra dalam sesi diskusi "vision of peace"i

Rabu, 12 Desember 2018 - 11:41 WIB

Visions of Peace Jadi Tema Lomba Karya Seni Film, Lukisan dan Puisi

Dalam rangkaian peringatan Hari Toleransi Sedunia yang jatuh tanggal 10 Desember setiap tahunnya, Majelis Adat Budaya Keraton Nusantara (Madukara), Menara62 Muhammadiyah dan International Festivals…

Dirjen Horti, Suwandi memegang hasil panen cabai

Rabu, 12 Desember 2018 - 11:19 WIB

Jaga Pasokan dan Harga, Kementan Terus Dorong Pengembangan Olahan Aneka Cabai

Pati,- Salah satu program fokus Kementerian Pertanian (Kementan) yakni membangun kawasan cabai di daerah sentra guna meningkatkan produksi dan stabilisasi harga. Hal ini penting karena cabai…

Ilustrasi Petani Kakao

Rabu, 12 Desember 2018 - 11:05 WIB

Indonesia sebagai Produsen Kakao Dunia Bukan Mimpi

Bogor, Jawa Barat Hasil riset Peneliti Kementerian Pertanian menawarkan solusi untuk meningkatkan produktivitas dan kualitas biji kakao Indonesia. Tanaman kakao (Theobroma cacao L.) merupakan…

Bank Indonesia

Rabu, 12 Desember 2018 - 10:47 WIB

Festival Ekonomi Syariah Indonesia Resmi Dibuka

Surabaya - Festival Ekonomi Syariah Indonesia atau Indonesia Sharia Economic Festival (ISEF) 2018 secara resmi dibuka pada hari ini (11/12) di Surabaya.Penyelenggaraan ISEF tahun ini mengangkat…