Krakatau Steel Gencar Pasok Produk Baja Untuk Pembangunan Infrastruktur

Oleh : Hariyanto | Selasa, 21 November 2017 - 07:35 WIB

PT Krakatau Steel Tbk (KRAS) (Foto Ist)
PT Krakatau Steel Tbk (KRAS) (Foto Ist)

INDUSTRY co.id -Jakarta - PT Krakatau Steel Tbk (KRAS) terus gencar memasok produknya untuk pembangunan sejumlah proyek, termasuk infrastruktur. 

"Kami akan meningkatkan kapasitasnya dengan menggandeng beberapa investor. Krakatau Steel tengah memasok baja untuk pembangunan jalan tol layang Jakarta-Cikampek II sepanjang 37 km," kata Direktur Utama Krakatau Steel, Mas Wigrantoro Roes Setiyadi, kepada pers di Jakarta, Senin (20/11/2017).

Total baja plate yang dibutuhkan untuk pembangunan jalan tol layang Jakarta-Cikampek II sebanyak 200.000 ton. Jalan tol layang tersebut menggunakan gelagar baja (steel box girder) yang teknologinya berbeda dengan menggunakan beton.

"Menggunakan metode gelagar baja akan mengurangi jumlah tiang. Dengan begitu, pekerjaan akan lebih cepat selesai," kata Mas Wigrantoro.

Selain untuk pembangunan jalan, Krakatau Steel juga memasok kebutuhan pelat baja untuk pembangunan Light Sea Vessel (LSV) yang dipesan oleh Filipina buatan PT PAL Surabaya. Di sektor ketenagalistrikan, juga memasok baja profil siku untuk pembangunan jaringan 46.000 KMS milik PT Perusahaan Listrik Negara (PLN).

"Seiring peningkatan kebutuhan baja, Krakatau Steel berencana meningkatkan kapasitasnya. Nantinya, di Cilegon akan tercipta 10 juta ton klaster baja," ujarnya. 

Ia menambahkan, saat ini kawasan industri Krakatau Cilegon, Banten, sudah menghasilkan enam juta ton baja, sehingga perlu tambahan empat juta ton.  "Hal inilah yang sedang kita kaji bersama dengan mitra kita," tutur Mas Wirgantoro.

Sebagai informasi, kebutuhan baja domestik terus meningkat. Tahun ini, kebutuhan baja diperkirakan mencapai 13,5 juta ton dan akanmeningkat menjadi 14,3 juta ton pada 2018. (imq)

Komentar Berita

Industri Hari Ini

Mantan Menko Perekonomian Rizal Ramli (Foto Ist)

Minggu, 18 November 2018 - 12:18 WIB

Selaras Pemikiran Rizal Ramli, Pemerintah dan Bank Indonesia Wajibkan Eksportir Bawa Pulang Devisa

Rencana Bank Indonesia (BI) dalam menerbitkan aturan baru yang mewajibkan eksportir membawa devisa hasil ekspor (DHE) ke dalam negeri pada 1 Januari 2019 selaras dengan ide dan gagasan ekonom…

Peneliti berprestasi ke Taiwan

Minggu, 18 November 2018 - 11:15 WIB

Kementerian Pertanian Berangkatkan Peneliti Berprestasi ke Taiwan

INDUSTRY.co.id -

Taiwan Kementerian Pertanian memberangkatkan Peneliti Berprestasi untuk mempelajari inovasi teknologi pertanian modern khususnya bidang Hortikultura…

Petani Padi (Ilustrasi)

Minggu, 18 November 2018 - 10:46 WIB

Agroekologi Bisa Jadi Solusi Pertanian Masa Depan

Agroekologi sesungguhnya memiliki kemampuan menghasilkan produksi pertanian lebih tinggi dibanding pola pertanian konvensional. Sayangnya, agroekologi masih belum mendapatkan perhatian dan dukungan…

Presiden Jokowi(Foto Setkab)

Minggu, 18 November 2018 - 10:34 WIB

KTT APEC akan Bahas Konektivitas Untuk Pertumbuhan Inklusif

Konferensi Tingkat Tinggi Asia-Pacific Economic Cooperation (APEC) 2018 hari kedua, Minggu (18/11/2018) di Port Moresby, Papua Nugini, antara lain akan membahas konektivitas untuk pertumbuhan…

Presiden Jokowi(Foto Setkab)

Minggu, 18 November 2018 - 10:29 WIB

Presiden Jokowi Hadiri Pertemuan Dewan Bisnis APEC

Presiden Joko Widodo menghadiri pertemuan Dewan Bisnis Asia-Pacific Economic Cooperation atau APEC Business Advisory Council (ABAC) di Port Moresby, Papua Nugini, Sabtu (17/11/2018).