Jual Beras IR64 dengan Kemasan Premium, PT TPS Rugikan Negara Rp400 Triliun

Oleh : Irvan AF | Jumat, 21 Juli 2017 - 11:15 WIB

Ilustrasi pabrik beras. (Foto: DetikFood)
Ilustrasi pabrik beras. (Foto: DetikFood)

INDUSTRY.co.id, Bekasi - Ulah curang PT Tiga Pilar Sejahtera (TPS) menjual beras bersubsudi jenis IR64 dengan kemasan bermerek "Ayam Jago" dan "Maknyuss" telah merugikan negara hingga Rp400 triliun rupiah.

Praktek curang itu terbongkar setelah Satgas Pangan Mabes Polri menyegel salah satu pabrik PT Indo Beras Unggul, anak usaha PT TPS di Jalan Raya Karawang-Bekasi, Kedungwaringin, Kabupaten Bekasi, Jawa Barat. Penyegelan pabrik beras pada Kamis (20/7) malam dengan pengawalan puluhan polisi bersenjata lengkap.

Kapolri Jenderal Tito Karnavian, mengungkapkan, cara mereka menipu konsumen terbilang rapi. Jenis usaha PT Indo Beras Unggul itu sendiri ialah "paddy to rice", yakni mengonversi padi dari petani yang berupa gabah kering panen (GKP). Selanjutnya, dikeringkan, lalu digiling menjadi beras dengan mesin yang modern.

Indikasi permainan bisnis curang dengan membuat produk bernama "Maknyuss" dan "Ayam Jago" dengan menggunakan beras dari jenis varietas padi IR64 yang merupakan tanaman subsidi pemerintah atau menghasilkan beras medium. Selanjutnya, dijual dengan harga beras premium.

Bahkan, untuk meyakinkan konsumen, pihak perusahaan itu memalsukan kandungan produk beras pada kemasannya. Akan tetapi, setelah diperiksa, ternyata itu bukan beras premium, melainkan beras IR64.

"Misalnya, pada karbohidrat, ditulis dalam kemasannya seolah itu beras premium. Akan tetapi, setelah kami periksa hanya beras biasa. Modus ini untuk menaikkan harga jual. Harga aslinya Rp9.000,00 per kilogram,. Namun, dikemas dan diberi nama beras premium sehingga harganya menjadi Rp20 ribu/kg," katanya.

Akibat dugaan kasus tersebut, masyarakat, negara, dan pemerintah harus mengalami kerugian hingga ratusan triliun rupiah.

"Para pelaku 'middleman' di Indonesia ini bisa meraup untung yang tidak wajar hingga Rp400 triliun. Bayangkan saja yang disita saat ini sebanyak 1.161 ton, kemudian dikali dengan keuntungan mereka yang mencapai Rp10 ribu," kata Tito.

Ia mengatakan bahwa pihaknya akan memeriksa kasus tersebut, kemudian menentukan tersangka utama dan tersangka pembantu.

"Kami menggunakan Undang-Undang Konsumen (Undang-Undang Nomor 8 Tahun 1999 tentang Perlindungan Konsumen, red.) dan Pasal 382 KUHP," katanya.(ant)

Komentar Berita

Industri Hari Ini

DELL inc (ist)

Senin, 22 Oktober 2018 - 19:53 WIB

Dell EMC Adakan Mitra Channel dalam Konferensi Praktisi Pemasaran Pertama di Vietnam

Acara yang diselenggarakan selama tiga hari tersebut dihadiri lebih dari 100 praktisi pemasaran mitra channel dari berbagai tingkatan distributor, titanium, platinum dan pengecer resmi semuanya…

Direktur Utama PT Len Industri (Persero) Zakky Gamal Yasin saat Groundbreaking Proyek Palapa Ring Paket Tengah pada 2016

Senin, 22 Oktober 2018 - 19:50 WIB

PT Len Industri (Persero) 53 Tahun Berkarya Dalam Senyap

PT Len Industri (Persero) berada di balik perubahan besar di Indonesia dalam 7 tahun terakhir. Len Industri dipercaya Pemerintah menggarap proyek-proyek prestisius urban transport sejak 2016.…

Jembatan Gantung

Senin, 22 Oktober 2018 - 19:40 WIB

Tingkatkan Konektivitas Antardesa, Kementerian PUPR Bangun 134 Jembatan Gantung Tahun 2018

Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) membangun jembatan gantung untuk meningkatkan konektivitas setiap desa-desa yang ada di seluruh wilayah Indonesia.

Ekspor kendaraan Suzuki

Senin, 22 Oktober 2018 - 19:31 WIB

Lakukan Ekspor All New Ertiga dan NEX ll, Suzuki Incar Pasar Global

Acara peresmian hari ini mengawali ekspor 12.000 unit All New Ertiga ke Meksiko, Filipina, dan 20 negara lainnya yang tersebar di benua Asia, Amerika Latin, dan Oseania.

Menteri Perindustrian Airlangga Hartarto saat melepas ekspor perdanaAll New Ertiga dan New Scooter Nex II di Pabrik Suzuki Cikarang, Bekasi, Jawa Barat (Foto: Kemeneprin)

Senin, 22 Oktober 2018 - 19:15 WIB

Ekspor Industri Otomotif Nasional Makin Tak Terbendung

Industri otomotif di Indonesia semakin menghasilkan produk yang berdaya saing tinggi dan mampu mengikuti selera konsumen global. Hal ini mendorong produsen di dalam negeri untuk terus melakukan…