Sektor Industri Tekstil Tesandung Aturan Perpajakan Baru

Oleh : Ridwan | Jumat, 21 Juli 2017 - 08:34 WIB

Ketua Asosiasi Pertekstilan Indonesia (API) Ade Sudrajat (Kanan) bersama Kedubes AS untuk Indonesia Joseph R. Donovan Jr. (Fadli/ INDUSTRY.co.id)
Ketua Asosiasi Pertekstilan Indonesia (API) Ade Sudrajat (Kanan) bersama Kedubes AS untuk Indonesia Joseph R. Donovan Jr. (Fadli/ INDUSTRY.co.id)

INDUSTRY.co.id - Jakarta- Sejumlah pengusaha tekstil yang tergabung dalam Asosiasi Pertekstilan Indonesia API mengaku dirugikan dengan penerapan aturan yang melarang pabrik menjual barang produksinya ke perusahaan yang tidak termasuk kategori Pengusaha Kena Pajak  - PKP.

Ketua Umum Asosiasi Pertekstilan Indonesia Ade Sudrajat mengatakan, aturan baru tersebut diberlakukan setelah adanya program pengampunan pajak alias tax amnesty. Sebelumnya, industri dapat menjual produk langsung ke pengusaha non-PKP.

Namun, setelah praktik tersebut dilarang, industri merasa kesulitan mencari PKP yang mau membeli produk mereka. Akibatnya gudang-gudang penuh sama barang yang tidak bisa dijual. Ia menilai, pemerintah seharusnya memberikan solusi atas penerapan aturan baru tersebut.

“Industri tentu tidak memiliki data perusahaan mana saja yang berstatus PKP. Sementara, jika pabrik menjual ke pengusaha non-PKP, mereka bisa dikenai ancaman sanksi, “Ketum API Ade Sudrajat ditemui awak media dalam Kongkow Bisnis Radio PAS FM kemarin.

Jika pemerintah tidak segera memberikan solusi, Ade pesimistis industri pertekstilan dapat tumbuh positif. Sebab, jika dilihat dari data penjualan tekstil di pasar domestik, permintaan produk tekstil terus menurun sejak lima tahun terakhir. Hal terbaru,

Dalam kesempatan itu juga Ade menyebut pada kuartal kedua 2017 permintaan anjlok sampai 30 persen. Karenanya, ia sangat berharap pemerintah peka dan memberikan stimulus yang diharapkan dapat membuat industri tekstil di pasar lokal kembali bergairah.

 

 

Komentar Berita

Industri Hari Ini

Baywalk Mall Rayakan Pengibaran Bendera Merah Putih di Laut, Kamis (17/8/2017) Photo: INDUSTRY.co.id

Kamis, 17 Agustus 2017 - 20:47 WIB

Baywalk Watersport Arena Olahraga Air Pertama di Pusat Perbelanjaan

Beragam cara dalam memeriahkan peringatan Hari Kemerdekaan Republik Indonesia ke 72, salah satunya yang dilakukan Baywalk Mall Pluit dengan pengibaran bendera Merah Putih dengan menggunakan…

Gedung Bank DKI

Kamis, 17 Agustus 2017 - 20:21 WIB

Bank DKI Dukung Peresmian Gerai Samsat Pluit Village

Dukung pelayanan kepada wajib pajak di DKI Jakarta, Bank DKI menyambut baik keberadaan Gerai Samsat Mall Pluit Vilage yang belum lama diresmikan. Peresmian tersebut dilakukan oleh Sekretaris…

Direktur Utama Telkom Alex J. Sinaga (kedua dari kiri) turut memeriahkan lomba khas 17 Agustus bersama dengan Staf Khusus Menteri BUMN Republik Indonesia Budi Gunadi Sadikin (paling kanan), Direktur Utama Krakatau Steel Mas Wigrantoro Roes Setiyadi (

Kamis, 17 Agustus 2017 - 20:06 WIB

Telkom dan Krakatau Steel Tegaskan Komitmen BUMN Hadir untuk Negeri di Provinsi Banten

PT Telkom Indonesia (Persero) Tbk (Telkom) dan PT Krakatau Steel (Persero) Tbk beserta BUMN lain yang ada di Provinsi Banten melaksanakan upacara peringatan HUT ke-72 Kemerdekaan Republik Indonesia…

Logo Pikulbareng

Kamis, 17 Agustus 2017 - 19:53 WIB

Sof Launching Pikulbareng, Fokus Pembiayaan Syariah

Lembaga bisnis sekaligus amal sosial atau dikenal istilahnya crowdfunding mulai unjuk gigi di Indonesia. Keberadaan model bisnis ini terbilang baru.

OSO Ketua DPD mendapat sepeda dalam peringatan kemerdekaan 72 tahun RI di Istana Merdeka, Kamis (17/8). (Foto: Humas/Oji).

Kamis, 17 Agustus 2017 - 19:47 WIB

Pemakai Baju Adat Terbaik Dapat Hadiah Sepeda

Pemakai baju adat terbaik dalam upacara penurunan bendera Merah Putih di Istana Merdeka Jakarta mendapatkan hadiah sepeda dari Presiden Joko Widodo.