Walikota Tutup Paksa Laundry Pencemar Kali Bekasi

Oleh : Irvan AF | Kamis, 20 Juli 2017 - 12:38 WIB

Ilustrasi pencemaran kali. (Timur Matahari/AFP)
Ilustrasi pencemaran kali. (Timur Matahari/AFP)

INDUSTRY.co.id, Bekasi - Wali Kota Bekasi Rahmat Effendi menutup paksa operasional perusahaan pencucian pakaian, PT Millenium Laundry, Kamis (20/7/2017), karena terbukti mencemari Kali Bekasi dengan limbah hasil usahanya.

"Tempat usaha ini kami hentikan opersionalnya sampai pengusaha yang bertanggung jawab mau memasang instalasi pengolahan air limbah (IPAL)," kata Wali Kota Bekasi Rahmat Effendi.

Hal itu dikatakannya saat memimpin langsung proses penyegelan bangunan yang menjadi tempat usaha PT Millenium Laundry di Jalan Raya Narogong Pangkalan III RT05/02 Kelurahan Cikiwul, Kecamatan Bantargebang, Kota Bekasi, bersama Dinas Lingkungan Hidup Kota Bekasi.

 Proses penyegelan berlangsung kondusif dengan disaksikan pengusaha serta puluhan karyawan tempat usaha.

 Segel dalam bentuk stiker berukuran 20x30 sentimeter persegi itu ditempel oleh Rahmat Effendi di dinding gapura dekat masuk pintu perusahaan.

 Segel tersebut bertuliskan "Bangunan Limbah Cair Ini Dalam Pengawasan Sesuai Undang-Undang RI Nomor 32 Tahun 2009 Tentang Perlindugan dan Pengelolaan Lingkungan Hidup".

Menurut Rahmat, perusahaan itu telah terbukti secara laboratorium mencemari Kali Bekasi dengan limbah produksinya berupa cairan deterjen.

Limbah itu dibuang langsung ke Kali Bekasi tanpa pengolahan yang terdeteksi oleh warga bantaran Kali Bekasi pada Senin (17/7) di sekitar Jembatan Perumahan Kemang Pratama, Bekasi Selatan.

Limbah itu mencemari Kali Bekasi selama beberapa hari hingga membuat ekosistem sungai terganggu, khususnya ikan dan sumber air bagi Perusahaan Air Minum Daerah Tirta Bhagasasi.

 Penanggung jawab operasional PT Millenium Laundry Muhidin mengaku pihaknya sudah berulang kali meminta kepada pemilik gedung pabrik untuk menyediakan instalasi pengolahan air limbah.� Akan tetapi desakan yang disampaikan itu tak kunjung dipenuhi pemilik bangunan pabrik seluas 1.800 meter persegi itu.

"Kalau harus kami yang menyiapkan, terbentuk pendanaan karena pasti membutuhkan biaya besar. Akhirnya limbah hasil pencucian dan pewarnaan sekadar ditampung lalu dibuang ke Kali Bekasi tanpa penanganan lebih lanjut," katanya.(ant)

Komentar Berita

Industri Hari Ini

BAZNAS (Foto Dok Industry.co.id)

Jumat, 19 Januari 2018 - 20:32 WIB

Baznas Kirim Klinik Keliling untuk Pengungsi Myanmar

Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) akan mengirim klinik keliling untuk pengungsi etnis Rohingya di Bangladesh sebagai bagian dari upaya lanjutan membantu meringankan beban korban yang terusir…

Pasangan Edy Rahmayadi-Musa Rajekshah (Foto Dok Industry.co.id)

Jumat, 19 Januari 2018 - 20:27 WIB

Jelang Sumut 1, PAN Sumut Matangkan Pemenangan Edy-Ijeck

Partai Amanat Nasional mematangkan persiapan untuk memenangkan pasangan Edy Rahmayadi-Musa Rajekshah dalam pemilihan gubernur dan wakil gubernur di Sumatera Utara.

Pabrik Semen Baturaja (Bm)

Jumat, 19 Januari 2018 - 20:21 WIB

Perluas Pasar, Semen Baturaja Bangun Proyek Cement Mill d Jambi

Perseoran Terbatas Semen Baturaja berencana berinvestasi dengan membangun proyek "cement mill" dan "packing plant" di Kota Jambi, Provinsi Jambi, sebagai upaya memperluas sebaran pasar semen…

Bursa Efek Indonesia (Foto Rizki Meirino)

Jumat, 19 Januari 2018 - 20:16 WIB

Fundamental Ekonomi Nasional Kuat, Kinerja IHSG Tahun Politik Positif

Bursa Efek Indonesia optimistis kinerja indeks harga saham gabungan pada 2018 yang merupakan tahun politik akan tetap membukukan hasil positif.

Dirjen Industri Agro, Kementerian Perindustrian, Panggah Susanto

Jumat, 19 Januari 2018 - 18:45 WIB

Kemenperin Targetkan Industri Pengolahan Ikan Tumbuh 10 Persen pada 2018

Direktur Jenderal Industri Agro Kementerian Perindustrian (Kemenperin) Panggah Susanto mengatakan, potensi perikanan di Indonesia masih berpotensi untuk ditingkatkan.