INDUSTRY.co.id - Jakarta - Pelabuhan Internasional Patimban, Subang, Jawa Barat yang telah diresmikan Presiden Joko Widodo (Jokowi) pada Desember 2020 lalu menjadi rebutan tiga negara yaitu China, Jepang, dan Korea Selatan.

Advertisement

Pasalnya, keberadaan Pelabuhan Patimban dinilai strategis bagi investor dari ketiga negara tersebut untuk meningkatkan ekspor dan impor produk otomotif di kancah global.

Seperti diketahui, Indonesia tercatat sebagai salah satu pasar mobil terbesar di dunia, khususnya mobil hasil produksi Jepang. Sementara China dan Korea terus berupaya merebut pasar Jepang di dalam negeri

Advertisement

Menteri BUMN Erick Thohir mengatakan, persaingan geopolitik antara China, Jepang, dan Korea menguntungkan Indonesia.

Selain non blok adalah sikap politik Indonesia, tambah Erick, pemerintah pun tengah fokus memperkuat infrastruktur di kawasan Patimban. Pengembangan infrastruktur itulah yang menjadi daya tarik bagi negara-negara lain.

Advertisement

"Korea dan China lagi investasi EV Baterai besar-besaran, dimana, mereka akan melihat tadi, investasi di subang, dan juga tadi, kebutuhan pengiriman mobil ini punya infrastruktur yang penting, karena itu Korea dan China juga merebut market Jepang, nah ini tentu persaingan geopolitik atau persaingan bisnis yang menarik buat Indonesia, karena Indonesia kan non blok," ujar Erick dikutip Rabu, (17/11/2021).

Untuk komposisi saham di proyek strategis nasional (PSN) itu tidak saja dimiliki BUMN. Tercatat, negara memiliki 10 persen saham, sementara 90 persen lainya dimiliki Jepang dan investor swasta nasional.

Advertisement

Karena itu, Erick membantah kritikan yang menilai investasi di Pelabuhan Patimban kurang menguntungkan. Dia menegaskan, bisnis tersebut harus dilihat secara komprehensif dan bersifat jangka panjang.

"Jadi, sebaiknya kita investasi masuk untuk pembukaan lapangan kerja. Jadi saya melihat, kasih waktu, kita lihat, ya tentu dari BUMN siap, kalau nanti di kemudian hari ada problem, ya kita cari solusi atau bantuan dengan ekosistem yang baik, bukan sepenggal-penggal," tutur Erick.