INDUSTRY.co.id, Jakarta-Industri manufaktur bahan bangunan nasional kembali mencatatkan penambahan kapasitas produksi keramik dan granit pada kuartal ketiga tahun ini. Sebuah fasilitas pembakaran (kiln) dan lini produksi berteknologi baru resmi beroperasi di kawasan industri Ngoro, Mojokerto, Jawa Timur, pada bulan Juli 2026.

Langkah taktis ini ditujukan untuk merespons lonjakan kebutuhan pasar domestik sekaligus mengamankan rantai pasok material bangunan di tingkat global.

Pengoperasian fasilitas manufaktur terbaru tersebut direalisasikan oleh PT Sun Power Ceramics. Ekspansi infrastruktur pabrik ini mendongkrak kapasitas produksi hingga 30.000 meter persegi (m²) per hari, yang diproyeksikan mencetak tambahan suplai sebesar 15 juta m² per tahun. Peningkatan volume suplai tersebut didukung penuh oleh instalasi mesin press, mesin cetak digital (digital printing), serta kiln berkapasitas masif.

Dari kacamata makroekonomi dan struktur manufaktur, perluasan skala produksi ini berimplikasi langsung pada ketenagakerjaan dan kemandirian industri. Tercatat lebih dari 900 tenaga kerja berhasil terserap ke dalam operasional fasilitas di kawasan Mojokerto tersebut. Di samping itu, operasional pabrik terbukti mengandalkan pemanfaatan komponen lokal yang signifikan, dengan pencapaian Tingkat Komponen Dalam Negeri (TKDN) menyentuh angka 98,73 persen.

Selain berfokus mengejar kuantitas, pembaruan fasilitas ini secara teknis ditujukan untuk meningkatkan presisi, konsistensi mutu, serta optimalisasi efisiensi energi selama proses produksi. Lini perakitan yang ditingkatkan ini juga disiapkan secara spesifik untuk memproduksi keramik berdimensi besar, mencakup ukuran 80×160 cm, 120×120 cm, dan 120×240 cm.

Diversifikasi ukuran material tersebut merupakan spesifikasi krusial guna memenuhi standar arsitektur pasar domestik maupun ekspor.

Terkait ekspansi manufaktur ini, Founder PT Sun Power Ceramics, Chang Kun Shen, menyatakan bahwa peningkatan volume produksi merupakan bentuk antisipasi industri atas dinamika pasar yang terus berkembang.

"Ekspansi ini merupakan langkah strategis perusahaan dalam memperkuat kapasitas produksi sekaligus meningkatkan daya saing di pasar domestik maupun internasional," kata Chang.

Kehadiran deretan mesin baru diharapkan akan menopang pergerakan ketersediaan barang secara stabil.

Arus ekspor material bangunan dari fasilitas ini akan terus diperluas guna memperkuat devisa negara melalui pengiriman produk ke lebih dari 18 negara. Tujuan distribusi global saat ini telah mencakup kawasan Amerika Serikat, wilayah Eropa, Australia, benua Afrika, serta negara-negara di kawasan Timur Tengah.

Strategi penetrasi pasar internasional tersebut turut diperkuat secara agresif melalui partisipasi aktif pada ekshibisi industri global, seperti Coverings USA, Indobuildtech, dan BIG 5 Dubai.