INDUSTRY.co.id - Jakarta - PT Arwana Citramulia Tbk. (ARNA) kembali membukukan pertumbuhan kinerja pada enam bulan pertama 2026. 

Berdasarkan laporan keuangan per 30 Juni 2026, laba tahun berjalan yang dapat diatribusikan kepada pemilik entitas induk mencapai Rp220,68 miliar, meningkat dibandingkan periode yang sama tahun lalu sebesar Rp204,16 miliar.
 
Sejalan dengan kenaikan laba bersih, laba per saham dasar (earnings per share/EPS) juga meningkat 10,82% secara tahunan menjadi Rp32,07 per saham dari sebelumnya Rp28,94 per saham.
 
Pertumbuhan laba tersebut didorong oleh peningkatan penjualan bersih sebesar 7,50% YoY menjadi Rp1,53 triliun. Pada semester I-2025, penjualan perseroan masih berada di level Rp1,42 triliun.
 
Mayoritas penjualan berasal dari transaksi dengan pihak berelasi yang mencapai Rp1,21 triliun, sementara penjualan kepada pihak ketiga tercatat sebesar Rp316,93 miliar.
 
Di tengah kenaikan beban pokok penjualan sebesar 6,71% menjadi Rp1,05 triliun, Arwana tetap mampu menjaga profitabilitas. Laba kotor perseroan meningkat 9,29% menjadi Rp478,23 miliar, lebih tinggi dibandingkan Rp437,57 miliar pada periode yang sama tahun sebelumnya.
 
Dari sisi neraca, total aset perseroan tercatat sebesar Rp2,78 triliun hingga akhir Juni 2026, turun tipis 3,59% dibandingkan posisi akhir 2025 yang mencapai Rp2,88 triliun.
 
Sementara itu, liabilitas meningkat 1,35% secara year to date (YtD) menjadi Rp961,95 miliar. Di sisi lain, ekuitas turun 6,01% YtD menjadi Rp1,81 triliun.
 
Di pasar modal, saham ARNA ditutup berada di level Rp468 per saham. Meski masih terkoreksi sekitar 11,70% sejak awal tahun (year to date), saham emiten keramik ini mulai menunjukkan pemulihan dengan kenaikan 8,84% dalam satu bulan terakhir.
 
Kinerja semester pertama yang tetap tumbuh di tengah tantangan industri menunjukkan kemampuan Arwana menjaga permintaan pasar sekaligus mempertahankan margin keuntungan. 
 
Ke depan, pelaku pasar akan mencermati keberlanjutan pertumbuhan penjualan serta prospek industri keramik nasional yang masih didukung oleh meningkatnya aktivitas pembangunan properti dan infrastruktur.