INDUSTRY.co.id - Jakarta – UD Trucks Indonesia menegaskan komitmennya dalam meningkatkan keselamatan transportasi barang berbahaya melalui penyelenggaraan seminar bertajuk "Sinergi Energi Berkelanjutan dan Teknologi Keselamatan Transportasi untuk Operasi Kendaraan Angkutan Barang Berbahaya" pada ajang GIIAS 2026. Kegiatan yang berlangsung pada 4 Agustus 2026 itu mempertemukan perusahaan energi, produsen kendaraan niaga, industri karoseri, hingga berbagai pemangku kepentingan untuk memperkuat kolaborasi dalam membangun ekosistem logistik yang lebih aman dan berkelanjutan.

Seminar tersebut digelar di tengah meningkatnya peran sektor logistik nasional. Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS), sektor transportasi dan pergudangan tumbuh hampir 9% sepanjang 2025, mencerminkan semakin besarnya kebutuhan terhadap sistem distribusi yang aman dan andal, terutama untuk pengangkutan bahan bakar, LPG, bahan kimia, dan berbagai komoditas berbahaya lainnya.

Melalui forum ini, UD Trucks Indonesia menegaskan perannya tidak hanya sebagai penyedia kendaraan niaga, tetapi juga mitra industri yang aktif mendorong peningkatan standar keselamatan melalui inovasi teknologi kendaraan, pengembangan karoseri yang sesuai regulasi, serta penerapan praktik terbaik dalam operasional angkutan barang berbahaya.

Dalam seminar tersebut, VP Commercial & Shipping Business Development PT Pertamina Patra Niaga, Sigit Setiawan, menjelaskan bahwa implementasi program Biodiesel B50 menjadi salah satu langkah penting dalam mendukung transisi energi nasional yang membutuhkan dukungan seluruh pelaku industri.

"Sebagai langkah nyata menuju kemandirian energi dan transisi energi berkelanjutan di Indonesia, PT Pertamina Patra Niaga telah menyalurkan Bahan Bakar Nabati jenis Biodiesel dengan campuran 50% (B50) secara nasional sejak 1 Juli 2026. Sebagai Subholding Downstream Pertamina, Pertamina Patra Niaga memastikan distribusi ke jaringan SPBU dan konsumen industri di seluruh Indonesia berjalan lancar melalui kesiapan infrastruktur dan rantai pasok yang terintegrasi. Namun, keberhasilan implementasi B50 tidak mungkin dicapai sendiri, sinergi antara pemerintah, badan usaha, industri otomotif, penyedia teknologi, dan pelaku logistik menjadi fondasi penting untuk memastikan implementasi B50 berjalan secara andal, aman, dan berkelanjutan," ujar Sigit Setiawan.

Menurutnya, keberhasilan distribusi energi tidak hanya bergantung pada kesiapan infrastruktur, tetapi juga pada penerapan standar keselamatan yang mencakup kesiapan kendaraan, kualitas karoseri, kompetensi pengemudi, hingga pemanfaatan teknologi pemantauan armada guna meminimalkan risiko dalam pengangkutan barang berbahaya.

UD Trucks juga menyoroti pentingnya peran industri karoseri dalam memastikan keamanan distribusi. Bersama Pertamina Patra Niaga, perusahaan mendorong peningkatan kualitas dan kepatuhan terhadap regulasi, termasuk melalui pemeriksaan karoseri untuk memastikan kendaraan memenuhi standar operasional pengangkutan barang berbahaya.

Dari sisi produk, UD Trucks menghadirkan berbagai inovasi keselamatan pada lini UD Quester, seperti Anti-lock Braking System (ABS), peningkatan stabilitas kendaraan, desain bodi yang disesuaikan dengan kebutuhan operasional, serta kabin ergonomis untuk meningkatkan perlindungan pengemudi. Truk tersebut juga telah mengadopsi teknologi mesin Euro 5 yang kompatibel dengan penggunaan Biodiesel B50, sehingga mendukung efisiensi bahan bakar sekaligus memenuhi standar emisi terbaru.

Selain itu, perusahaan menyediakan platform digital My UD Fleet yang memungkinkan pelanggan memantau perilaku pengemudi, konsumsi bahan bakar, waktu operasional, hingga kondisi kendaraan secara real-time. Teknologi ini diharapkan mampu meningkatkan efisiensi operasional sekaligus memperkuat budaya keselamatan dalam operasional armada.

Product Management Representative UD Trucks Indonesia, Catur Satyawira, menegaskan bahwa aspek keselamatan menjadi fondasi utama dalam pengembangan setiap kendaraan yang diproduksi perusahaan.

"Pengembangan kendaraan angkutan barang berbahaya tidak hanya berfokus pada performa, tetapi juga pada bagaimana setiap fitur keselamatan mampu menjawab kebutuhan operasional pelanggan dan memenuhi standar yang berlaku. Melalui seminar ini, kami ingin menunjukkan bahwa keselamatan merupakan hasil dari sinergi antara teknologi kendaraan, desain karoseri yang sesuai spesifikasi, serta kolaborasi seluruh pemangku kepentingan. Dengan pendekatan tersebut, kami berharap dapat mendukung operasional distribusi energi yang semakin aman, efisien, dan berkelanjutan," ujar Catur Satyawira.

Melalui penyelenggaraan seminar ini, UD Trucks Indonesia menegaskan komitmennya untuk terus berkolaborasi dengan berbagai pemangku kepentingan dalam meningkatkan standar keselamatan transportasi barang berbahaya. Perusahaan meyakini sinergi antara inovasi teknologi kendaraan, digitalisasi armada, pengembangan karoseri, serta kolaborasi lintas industri menjadi kunci dalam menciptakan sistem logistik nasional yang semakin aman, efisien, dan berkelanjutan.