INDUSTRY.co.id - Jakarta - Kementerian Perindustrian (Kemenperin) bersama United Nations on Industrial Development Organization (UNIDO) akan menyelenggarakan Konferensi Regional Pembangunan Industri atau Regional Conference on Industrial Development (RCID) yang ke-2.
Mengusung tema “Acceleration of Industry 4.0 for Inclusive and Sustainable Industrialization” , RCID ke-2 ini akan dihelat pada tanggal 10-11 November 2021 di Hotel Fairmont, Jakarta.
Mengingat masih berlangsungnya pandemi Covid-19, konferensi ini dilaksanakan dengan format hybrid, kombinasi antara kehadiran fisik dengan pertemuan secara virtual, dengan mengundang pejabat tinggi di bidang perindustrian dari 26 negara anggota UNIDO.
"Penyelenggaraan RCID ke-2 ini merupakan salah satu upaya pemerintah Indonesia dalam membina kerja sama di Asia Pasifik untuk penerapan dan pemanfaatan Industri 4.0 untuk pembangunan industri yang inklusif dan berkelanjutan di masa pandemi Covid-19," kata Menteri Perindustrian (Menperin) Agus Gumiwang Kartasasmita saat konferensi pers RCID secara virtual, Senin (8/11).
Dijelaskan Menperin, RCID merupakan forum bagi negara-negara di kawasan Asia Pasifik untuk bertukar pandangan, kebijakan, pengetahuan, dan gagasan dalam pembangunan industri.
"Dalam konteks kekinian forum ini berfokus pada bagaimana menghadapi tantangan dan mengoptimalkan peluang dan manfaat revolusi industri keempat khususnya di masa pandemi yang penuh ketidakpastian," terangnya.
Adapun empat (4) tema besar yang akan diangkat pada RCID ke-2 ini antara lain, Peningkatan partisipasi Industri Kecil Menengah (IKM) pada rantai pasok global; Penguatan SDM (Sumber Daya Manusia); Strategi transisi industri menuju industri hijau dan ekonomi sirkular; dan Optimalisasi pemanfaatan sumber daya alam yang berkelanjutan (sustainable).
"RCID ke-2 ini juga akan menjadi tonggak penting menuju persiapan pertemuan Trade Industry and Investment Working Group (TIIWG) G-20 yang akan berlangsung pada tahun 2022 sebagai rangkaian dari presidensi Indonesia di G20 yang akan mengambil tema "Recover Together, Recover Stronger", ungkap Menperin.
Menurutnya, konferensi ini sangat penting untuk diikuti, tidak hanya oleh para pelaku usaha, aparatur institusi/lembaga pemerintah, dan akademisi, tetapi juga masyarakat.
"Sehingga berbagai elemen dapat saling mendukung untuk mempercepat penerapan Making Indonesia 4.0 yang telah diluncurkan Indonesia pada awal tahun 2018 lalu, sekaligus untuk mempercepat pemulihan ekonomi Indonesia," tutup Agus.