PTS TI Tanpa Hati, Bagai Ayam Mati di Lumbung Padi

Oleh : Suhadi | Minggu, 28 Mei 2017 - 14:17 WIB

Foto Penulis Sahudi
Foto Penulis Sahudi

BEBERAPA hari lagi kita akan melihat anak-anak kita/anak bangsa yang akan berkompetisi masuk Perguruan Tinggi Negeri (PTN) melalui jalur Seleksi Bersama Masuk Perguruan Tinggi (SBMPTN), sebagai salah satu pintu masuk jalur universitas favorit dipilihan anak-anak kita, kita berikan semangat dan apresiasi kepada anak-anak kita untuk berpacu menghadapi dunia pendidikan pasca kampus menengah umum.

Pemerintah dalam hal ini Direktorat Jenderal Pembelajaran dan Kemahasiswaan, Kementerian Riset, Teknologi, dan Pendidikan Tinggi sebagai penanggung jawab semua proses penerimaan mahasiswa di perguruan tinggi negeri di Indonesia berupaya semaksimal mungkin dalam proses tahunan ini untuk penerimaan mahasiswa secara nasional.

Ada sisi lain pasca penerimaan mahasiswa baru sesuai pilihan hati anak-anak bangsa, ketika anak-anak kita diterima di PTN maka anak-anak tersebut bersukacita, terharu, bersyukur, bahagia dengan suka citanya dan menjadi pilihan hati yang paling dalam universitas yang dituju ternyata sesuai pilihan.

Bagaimana anak-anak kita yang kurang beruntung tidak bisa diterima di PTN? Hal ini perlu dicermati oleh orang tua agar bisa memberikan wawasan dan solusi bagi anak-anak kita untuk memilih Perguruan Tinggi Swasta (PTS) yang memiliki standar akreditasi A, B dan C agar kelak anak-anak kita bisa berkompetensi dan bersaing di PTS tersebut dengan jurusan yang diambil sesuai kemampuan dan cita-citanya dimana dan jurusan apa yang harus diambil?

Kampus Berbasis Teknologi Informasi (TI)

Dalam Undang-Undang Nomor 12 Tahun 2012 tentang Pendidikan Tinggi dalam Bab I Pasal 1 yang dimaksud dengan Pendidikan Tinggi adalah jenjang pendidikan setelah pendidikan menengah yang mencakup program diploma, program sarjana, program magister, program doktor, dan program profesi, serta program spesialis, yang diselenggarakan oleh perguruan tinggi berdasarkan kebudayaan bangsa Indonesia. Perguruan Tinggi Negeri yang selanjutnya disingkat PTN adalah Perguruan Tinggi yang didirikan dan/atau diselenggarakan oleh Pemerintah, dan Perguruan Tinggi Swasta yang selanjutnya disingkat PTS adalah Perguruan Tinggi yang didirikan dan/atau diselenggarakan oleh masyarakat.

Dari dasar undang-undang tersebut banyak sekali perguruan tinggi menyelenggarakan pendidikan salah satunya adalah berbasis TI dengan bergelar status tersebut sebagai orang awam akan bertanya apa sih yang dimaksud dengan kampus berbasis teknologi informasi? Kampus berbasis teknologi informasi (TI) adalah upaya kampus dengan segala bentuk dan upaya untuk menjadikan kampus tersebut berbasis teknologi informasi. Usaha tersebut diterapkan di semua lini. Mulai dari sistem pembelajaran, kurikulum, fasilitas, maupun sarana dan prasarana lainnya.

Itu semua dikembangkan dengan berbasis teknologi. Hal itu bisa dilihat misalkan pada sistem pembelajaran seperti penggunaan alat peraga seperti aplikasi power point dalam presentasi di depan kelas yang notabene alat presentasi tersebut juga didukung layar LCD.

Sehingga presentasi di depan kelas menjadi lebih menarik dan bagi mahasiswa menyenangkan dan akan terinspirasi secara modern juga. Sedangkan informasi yang menarik dan mudah diakses adalah informasi berbasis website atau berbasis android, dan masyarakat maupun mahasiswa bisa melihat informasi yang berkaitan dengan sivitas akademinya, serta mencerminkan kampus tersebut sangat canggih dan terdepan dalam teknologi informasinya.

Salah satu trend sekarang adalah kampus berbasis Teknologi Informasi (TI) dengan memasang brand kampus mengedepankan teknologi dan informasi sebagai motto utama kampus untuk menarik anak-anak kita supaya masuk ke kampus tersebut. Pihak kampus pun dengan gencar mempromosikan di media massa, elektronik, leaflet dan anak-anak dipastikan akan memilih kampus-kampus tersebut dengan berbagai pertimbangan apakah kampus tersebut terkenal atau tidak bahkan website/portal kampus pun beruah dikemas dan secantik mungkin tampilan website tersebut, sehingga informasi yang ada dikampus sehebat website yang dipunyai, akan tetapi justru sebaliknya website/portal dibuat sedemikian rupa harusnya juga mencerminkan teknologi informasinya jangan sebaliknya malah membingungkan pembacanya.

Fenomena tahunan ini menjadi pertimbangan anak-anak kita untuk memilih kampus dan jurusan sesuai hati nalurinya apakah hanya dorongan dari orang tua, teman dan kerabatnya untuk menentukan pilihan tersebut.

Kampus mempromosikan program unggulan berbasis TI sekarang ini menjadi trending topic apa yang melatar belakangi kampus berbasis TI menjadi pilihan utama? dengan melihat kedepan TI sebagai salah satu bidang ilmu sangat diperlukan di semua bidang pekerjaan yang berbasis TI, peluang tersebut tidak disia-siakan oleh kampus PTS sebagai modal utama menarik anak-anak untuk masuk di kampus tersebut dan kampus juga berbenah diri menyongsong era digitaslisasi dan modernisasi teknologi dan informasi termasuk laboratorium komputer beserta tenaga pengajar dari dalam dan luar negeri.

Kompetensi Tenaga Pengajar TI

Salah satu upaya mewujdukan kampus yang berbasis TI adalah tenaga pengajar atau dosen menjadi motor utama penggerak dinamika keilmuan teknologi informasi, tenaga pengajar merupakan ujung tombak dari semua proses pemebelajar di kampus, dengan segala keterbasan tenaga pengajar yang dimiliki sangat bervariasi, tenaga pengajar akan semangat dan ikhlas untuk memberikan ilmunya kepada mahasiswa walaupun dirinya seorang tenaga pengajar yang belum tentu mempunyai semangat hidup didalam ekonominya.

Menjadi tenaga pengajar adalah pilihan seseorang didalam mengembangkan keilmuannya atau yang kita sebut talent bakat ilmu seseorang tidak bisa diukur hal ini menjadi menarik dan mengalir ketika tenaga pengajar memberikan ilmunya ketika proses pembelajaran di kelas, ilmu-ilmu yang pernah dimiliki dimasa waktu kuliah dan berbagi pengalaman dimasa kerja menjadi bagian yang tidak terpisahkan sebagai dasar keilmuwanya secara hakiki. Menjadi tenaga pengajar adalah panggilan jiwa untuk memberikan ilmunya kepada mahasiswa secara ikhlas karena memberikan ilmu tidak akan habis ilmunya walupun ilmu kita berikan kepada orang lain, dan akan bertambah terus menerus keilmuannya ketika kita menjadi bagian civitas akademika dikampus.

Konteks pembelajaran dikampus tenaga pengajar menjadi ikon kunci utama kesuksesan mahasiswanya dalam memberikan ilmunya, kadang tenaga pengajar ini diabaikan begitu saja kalah dengan brand kampus berada, pihak mangemen kampus harusnya mendorong tenaga pengajar untuk berkompetensi salah satunya adalah gaji, tunjangan dan lain-lain. Ilmu yang diterima mahasiswa adalah kemampuan tenaga pengajar dalam memberikan teori dan praktek secara struktur dan ilmiah dan tenaga pengajar tidak henti-hentinya berupaya semaksimal mungkin mengajar dengan kemampuan yang dimilinya.

Dukungan pembelajaran biasanya dituangkan dalam mekanisme infastruktur kemampuan kampus membangun citra diri misalkan kondisi bangunan kampus, laboratorium, fasilitas untuk mahasiswa dan lain-lain, hal ini menjadi citra tersendiri ketika tenaga pengajar dihadapkan pada kenyataan kondisi kampus yang berbeda dan tidak sesuai fakta dilapangan, dengan semangat tenaga pengajar memberikan ilmunya kepada mahasiswa sampai waktu untuk liburpun kadang-kadang harus rela mengajar, hal ini sangat kontras dengan apa yang dipromosikan dikampus tersebut diawal, apa yang menjadi pemikiran mahasiswa yang sudah masuk dalam kampus tersebut? Mahasiwa tidak tahu menahu proses manajemen kampus, mereka berfikiran kampus tersebut ada jurusan dan program studi sesuai hati nurani mereka dan terjangkau ketika mereka mendaftarkan diri dan hasil akhir jurusan bidang TI sangat menjanjikan kerja.

Tenaga pengajar dituntut mengembangkan diri melalui penelitan dan pengabdian masyarakat dan simbol salah satu dari tugas dan tanggung jawab sebagai tenaga pengajar. Kehidupan kampus terutama tenaga pengajar akan terus menerus mengembangkan keilmuanya dan memberikan nilai lebih pada kampus tempat mengajar, agar kampus tersebut bisa eksis dan historis kampuspun akan bertambah seiring dengan perkembangan zaman.

Dari sisi lain kampus dengan motto berbasis TI ternyata tidak mencerminkan sebenarnya kampus tersebut berbais TI, manajemen kampus harusnya bisa membackup kondisi seperti ini agar kampus yang mempunyai motto tersebut harus sejalan dengan program TI, bagi tenaga pengajar merupakan identitas tersendiri bahwa tidak mudah untuk mewujudkan kampus berbasi TI dengan segudang ilmu dan teknologi yang berkembang pesat setiap detik kalau tenaga pengajar tidak pernah diberikan kepercayaan yang lebih juga dalam mengembangkan diri didalam kampus, tenaga pengajar berlari sangat cepat untuk menaikkan rating kampus sedangkan manajemen kampus hanya memikirkan finansial belaka dan berjalan ditempat, hal ini sangat ironis sekali.

Dengan demikian tenaga pengajar merupakan ujung tombak bagi mahasiswa harusnya manajemen kampus berupaya merangkul dan memberikan juga nilai lebih untuk kelangsungan kehidupan civitas akademikanya. Harapan mahasiswa dengan pembelajaran dikampus ilmu yang diperoleh harusnya maksimal bukan sebaliknya kampus berbais TI malah menjadi kampus yang bukan TI, padahal tenaga pengajar kampus merupakan orang-orang pilihan dibidang TI jadi bagai ayam mati di lumbung padi konotasi dari semua itu adalah banyak tenaga pengajar berbasis TI tapi sulit sekali untuk mengembangkan kemampuan TI-nya kepada mahasiswa karena faktor tertentu.

Kesimpulan dan Saran

1. Perguruan tinggi swasta adalah bagian dari sistem pendidikan di Indonesia yang diatur dalam Undang-Undang Nomor 12 Tahun 2012 tentang Pendidikan Tinggi untuk penyelenggaraan pendidikan yang diselnggarakan masyarakat, proses kurikulum sejajar dengan PTN hanya yang membedakan adalah program studi tidak sebanyak di PTN, bagi kampus yang fokus dalam program TI seyogyanya mempunyai kompetensi dibidang TI jangan sebaliknya, sehingga masyarakat tidak dirugikan dengan informasi yang dipublish.

2. Managemen kampus juga mempertimbangkan proses pembelajaran di internal kampus yang dinaungi hal ini menjadi bagian proses pembelajaran khususnya dibidang TI, dukungan dan komitmen kampus yang fokus dibidang TI hendaknya juga memperhatikan tenaga pengajar yang mempunyai kekhususan dibidang TI dan mendorong semaksimal mungkin penelitian dan pengambdian masyarakat jangan mementingkan proses internal mangemen akan tetapi lupa akan tenaga pengajar yang membesarkan kampus TI-nya.

Suhadi adalah Praktisi TIK-Teknologi Informasi dan Komunikasi, Dosen Perguruan Tinggi Swasta

Komentar Berita

Industri Hari Ini

Ilustrasi Gunung Agung Bali (Foto Ist)

Minggu, 21 April 2019 - 12:00 WIB

Gunung Agung Bali Kembali Erupsi

Gunung Agung di Kabupaten Karangasem, Bali, kembali mengalami erupsi pada Minggu (21/4/2019) pukul 03.21 Wita dengan tinggi kolom abu teramati sekitar 2.000 meter di atas puncak atau 5.142 meter…

Mentan Amran Sulaiman di peternakan ayam

Minggu, 21 April 2019 - 09:20 WIB

Sepuluh Alasan Jangan Remehkan Pertanian

Jakarta - Sektor pertanian di era digitalisasi semakin menarik dan digeluti banyak generasi muda. Era ini makin membuktikan bahwa pertanian tak lagi bisa diremehkan. Apalagi, digitalisasi dan…

Dirjen Hortikultura Suwandi. Sesama petani sayuran organik

Minggu, 21 April 2019 - 08:39 WIB

Kementan Genjot Pengembangan Sentra Sayuran Organik di Karanganyar

Kementerian Pertanian (Kementan) terus menggenjot berbagai daerah agar menjadi sentra produksi sayuran organik, salah satunya sentra sayuran organik di Kabupaten Karanganyar, Jawa Tengah. Hal…

TOTAL Synthetic Leather kembali menggelar kembali ajang kreativitas di bidang pemasangan jok mobil sekaligus mengumumkan kehadirannya di ajang pameran Indonesia International Motor Show (IIMS) 2019

Sabtu, 20 April 2019 - 21:31 WIB

TOTAL Kembali Gelar Lomba Pasang Jok Paten di IIMS 2019

TOTAL Synthetic Leather kembali menggelar kembali ajang kreativitas di bidang pemasangan jok mobil sekaligus mengumumkan kehadirannya di ajang pameran Indonesia International Motor Show (IIMS)…

Badan Perlindungan Konsumen Nasional (BPKN) memperingati hari ulang tahun ke 20 tahun Undang-Undang Perlindungan Konsumen (UUPK), di Gramedia Matraman, Sabtu (20/4/2019)

Sabtu, 20 April 2019 - 21:10 WIB

Hari Perlindungan Konsumen, Sektor Properti Paling Banyak Diadukan Konsumen

Badan Perlindungan Konsumen Nasional (BPKN) memperingati hari ulang tahun ke 20 tahun Undang-Undang Perlindungan Konsumen (UUPK). Dalam peringatan tersebut, pihaknya menyebut bahwa sektor perumahan…