INDUSTRY.co.id - Jakarta, Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan menuai banyak protes dari masyarakat usai membagikan sebuah postingan yang dianggap mengerikan dan membuat bulu kuduk merinding.

Ya, pasalnya, selain potret-potret suasana di kuburan, Ia juga menuturkan soal kisah pilu yang dialami perempuan berkerudung dan Laki-laki berjaket ojol berkopiah putih.

Dimana menurut Anies, mereka sedang berdoa di atas sebuah kuburan keluarganya yang meninggal akibat terpapar virus covid-19.

"Saya datangi dan duduk melingkar bersama mereka. Ikut mengamini doa mereka," seperti dituturkan Anies melalui akun Facebook miliknya yang dikutip redaksi INDUSTRY.co.id pada Sabtu dinihari (17/7/2021).

Usai doa, masih kata Anies, ibu berkerudung bercerita, “Ini makam Ayah. Kalau makam Emak di sebelah sana,” sambil menunjuk sisi barat, 50-an meter jaraknya. Di makam Ibunya, juga sedang dikelilingi cucu dan anggota keluarga lain.

"Air matanya terus mengalir, kerudung merah itu telah basah jd penyeka air mata. “Yang berat tu, Pak, kami nggak bisa nemenin di akhir-akhir Ayah. Nggak bisa ngebimbing. Nggak bisa mandiin. Kami cuma bisa ke sini sesudah Ayah dikubur.” Ia anak sulung. Lelaki berjaket ojol, dia adiknya," tutur Anies dalam unggahannya.

Singkatnya, Gubernur Anies hendak menyampaikan bahwa masyarakat jangan pernah anggap laporan kematian itu sekadar angka. 

"Kemarin para petugas Distamhut menguburkan 281 jenazah, itu adalah kisah pilu ribuan keluarga. Orang tercinta yang sebulan lalu masih bugar & bahagia. Semua berubah," pesannya.

"Kurangi bepergian jika tidak ada urusan mendesak. Jangan anggap covid sepele, seakan hanya ada di berita. Kami sudah jadi saksi begitu banyak yang mengentengkan covid, lalu dalam hitungan hari berubah duka," pungkasnya.

Dan, hingga berita ini diturunkan, unggahan dari Anies tersebut sontak menuai banyak reaksi kurang sedap dari masyarakat luas.

Umumnya para netizen berharap agar Sang Gubernur tidak lagi membagikan kabar mengerikan seperti ini.

"Dear Pak Anies, kalau bapak mau pencitraan, sebaiknya totalitas saja. Daripada cuman pamer nongkrong di pemakaman, mendingan samperin warga yang sedang isolasi mandiri, atau warga yang keluarganya sakit parah tapi nggak kebagian ruang perawatan. Atau kalau bapak takut tertular, samperin warga yang nggak terkena virus tapi terancam bahaya kelaparan. Berikan bantuan kepada mereka, apa saja yang mereka butuhkan. Saya pastikan, bapak tidak hanya bakalan menuai simpati tapi juga akan memanen dukungan. Cobalah dan buktikan!," papar Ariesta Devi.

"JANGAN selalu Up kayak beginian pak. Mengerikan melihatnya.," ungkap Tine Ely.

"Pak lebih afdol kl anda itu keliling kelurahan, bagi sembako yang sedang terkena PPKM, bukan keliling kuburan.," kata El Ratuela.

"Jnggn trrlu diblow up ginian donk.....ekonomi sekaraaatt," tukas Atief Meelaaf.

"Ppkm ga efektif pak,mending percepat bantuan dan vaksinasi," ucap Kastari Ali.

"Lebih arief kl akun ini tidak menampilkan perihal kematian,update tentang semangat dlm keadaan sulit,memotivasi warga,itu lbh positif,smg pak anies sll sehat," tandas akun Rumah Kenari Mampang.