5 Langkah Awal Harus Dipertimbangkan Sebelum Anda Memilih Rekan Bisnis

Oleh : Stephanus Tedy Rozali | Minggu, 21 Mei 2017 - 18:29 WIB

Stephanus Tedy Rozali (Foto Koleksi Pribadi)
Stephanus Tedy Rozali (Foto Koleksi Pribadi)

INDUSTRY.co.id - Baru-baru ini salah seorang klien menelepon saya dan mengajak bertemu. Dalam pertemuan di salah satu restoran di lobby hotel, ia meminta saran karena ada salah seorang rekannya mengajak kerjasama investasi dalam bisnis sampingan yang memiliki prospek cerah. Dia bingung, karena bisnis itu kelihatan begitu menarik. Tapi ia tidak yakin dan mengenal dengan cukup dalam calon rekan bisnisnya. 

Ini masalah klasik. 

Saya sudah melihat cukup banyak hubungan persahabatan dan saudara yang rusak karena bisnis yang semula berjalan baik, tiba-tiba mengalami masalah dan para pendirinya tidak sepakat dalam penyelesaian masalah itu sehingga menimbulkan perselisihan. Kadangkala perselisihan itu begitu keras sehingga menghancurkan hubungan persahabatan dan persaudaraan mereka.

Nah, sebelum terlibat terlalu jauh atau terlalu dalam, ada beberapa hal yang harus dipertimbangkan supaya hubungan kerjasama bisnis dapat berlangsung dengan baik dan memberikan hasil positif dalam jangka panjang;

1. Kepercayaan (Trust)

Temui calon rekan bisnis Anda. Diskusikan dengan dia prospek bisnisnya. Mungkin perhitungan estimasi dan prediksi angka-angka kelihatan begitu menggiurkan dan menguntungkan. Disini nafsu tamak dan keserakahan mulai muncul (yakinlah, nafsu ini ada cukup berlimpah dalam setiap hati pengusaha). Didorong hati yang ingin dapat keuntungan besar dan hormon endorphin yang membuat Anda berdebar-debar, bergairah dan senang. Tapi STOP ! Perilaku hormon ini dapat membuat Anda buta dengan fakta. Jangan langsung mengiyakan. Sebelum memulai kerjasama, tutuplah mata Anda. Periksalah dalam hati Anda. Berdoalah. Endapkan beberapa hari. Seperti air keruh bercampur kotoran, kita tidak dapat melihat dengan jelas, sampai menunggu kotoran itu mengendap dan kita bisa melihat dengan jernih. Tanyakan dalam hati. Apakah saya dapat mempercayai calon rekan bisnis ini? Apakan pasangan hidup kita percaya dengan orang ini? Apakah mentor Anda dapat mempercayai orang ini? Jika salah satu meragukan, selidiki lagi latar belakang, motivasi, nama baik (goodwill), legalitas, dst. Jika Anda sudah menyelidiki dengan seksama dan sudah yakin, Anda dapat masuk langkah berikutnya.

2. Nilai-nilai (Values)

Cari informasi sebanyak mungkin nilai-nilai hidup calon rekan bisnis Anda. Apakah nilai-nilai hidup dan falsafah bisnis Anda cocok dengan calon rekan bisnis Anda? Ingat, nilai-nilai yang berbeda akan berdampak pada jangka pendek, jangka menengah dan jangka panjang. Pandangan hidup yang berbeda akan berdampak signifikan dalam bisnis. Jika nilai-nilai sudah cocok, baru masuk ke langkah berikutnya. Selain nilai-nilai hidup, nilai tambah apakah yang bisa Anda dan calon rekan Anda dapat berikan? Nilai tambah ini akan menjadi sinergi yang tidak mungkin akan tercapai jika Anda memulainya sendirian. Jika hanya calon rekan Anda mendapat nilai tambah yang jauh lebih besar dan risiko Anda lebih tinggi, maka Anda harus berhati-hati. 

3. Risiko (Risk)

Sudah lazim jika dalam tahap awal kerjasama hal-hal baik dijanjikan dan diucapkan berulang-ulang dalam usaha meng-goal-kan rencana atau proposal bisnis. Anda harus melihat dengan tajam dan berusaha mengenali risiko yang mungkin terjadi. Baik tahap awal, pertengahan dan tahap jangka panjang (atau cara menutup bisnis). Dalam 36 strategi perang Cina kuno, strategi terakhir adalah lari menjauh menghindari sumber bahaya menuju tempat yang aman. Anda harus membuat jaring pengaman. Berapa besar risiko yang berani Anda tanggung? Berapa besar risiko yang harus dibagi bersama? Pikirkan dan pertimbangkan baik-baik. Jika Anda sudah meneliti dengan baik, maka dapat masuk tahap berikutnya.

4. Penyesuaian (Alignment)

Pada tahap ini Anda dan calon rekan mulai saling menyelami dan memahami persamaan nilai-nilai utama dan menerima perbedaan nilai-nilai sekunder. Penyesuaian misi, tujuan (goals), nilai-nilai dan prioritas sehingga perbedaan ini dapat dipetakan (mapping) dan disikapi sehingga kegagalan dapat dicegah.

5. Panduan yang jelas dan tertulis (Guideline and Legal)

Kedua pihak harus setuju dan sepakat dengan panduan yang dibuat bersama dan buatlah secara tertulis. Pergilah ke notaris dan tuangkan secara legal. Baik dalam hal detail komunikasi dan pelaporan. Siapa yang bertanggungjawab terhadap apa. kemungkinan untuk menarik diri dari hubungan bisnis, hak serta kewajiban dan dukungan finansial serta berapa besar persentasenya, dst.

Nah, itu langkah awal yang dapat Anda pertimbangkan untuk memulai kerjasama bisnis yang saling menguntungkan dan memberi nilai tambah. 

Stephanus Tedy, Konsultan Bisnis, Pembina Paradigma, Pengembang Para Pemimpin, Penulis Buku.

Komentar Berita

Industri Hari Ini

FOTO LOW CARB

Sabtu, 20 April 2019 - 01:33 WIB

Indonesia Menjadi Tuan Rumah Untuk Seminar Pertama Yang Mengangkat Karbohidrat

April 2019 (Jakarta, Indonesia), Low Carb Indonesia (LCI) bekerjasama dengan Low Carb USA mengadakan Indonesia International Low Carb Conference (IILCC) 2019 yang akan berlangsung selama 2 hari…

Chatuchak Weekend Market (Foto Dok Industry.co.id)

Jumat, 19 April 2019 - 21:00 WIB

Penting Dicatat Para Shopaholic! Enam Destinasi Belanja di Seluruh Dunia

Ada banyak cara untuk mengangkat suasana hati seseorang, namun terapi ritel tidak diragukan lagi merupakan pilihan populer di antara banyak orang Indonesia, terutama ketika mereka bepergian.

Menristekdikti Mohamad Nasir (Foto Dok Humas)

Jumat, 19 April 2019 - 19:00 WIB

Menristekdikti: Revolusi Industri 4.0 Perlu Peningkatan Pendidikan Vokasi

Di era Revolusi Industri 4.0 ini, mutu dan relevansi pendidikan tinggi vokasi terhadap industri perlu ditingkatkan, agar Indonesia dapat memenuhi kebutuhan tenaga profesional dalam industri…

Rumah Gadang Minang Sumatera Barat (Foto Ist)

Jumat, 19 April 2019 - 17:00 WIB

Industri Pariwisata, Andalan PAD Kabupaten Agam Sumbar

Pemerintah Kabupaten Agam, Sumatera Barat menargetkan pendapatan asli daerah (PAD) sebesar Rp140 juta dari tiga objek wisata milik pemerintah setempat selama 2019.

CK Fong Presiden Direktur Treasure Bay Bintan (Foto Dok Industry.co.id)

Jumat, 19 April 2019 - 15:00 WIB

Setahun, Treasure Bay Bintan Dikunjungi 180 Ribu Wisatawan

Objek wisata Treasure Bay yang ada di kawasan wisata Lagoi, Bintan masih menjadi objek wisata unggulan di Pulau Bintan bahkan di Kepri. Pada 2018 saja, resort yang dibangun dilahan seluas 338…