Pengamat: Rights Issue Super Jumbo BRI Jadi Contoh BUMN Lain

Oleh : Hariyanto | Jumat, 18 Juni 2021 - 10:42 WIB

Bank BRI. (Irvan AF/INDUSTRY.co.id)
Bank BRI. (Irvan AF/INDUSTRY.co.id)

INDUSTRY.co.id - Jakarta - Rencana penambahan modal dengan memberikan Hak Memesan Efek Terlebih Dahulu (HMETD) atau rights issue super jumbo PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk guna pembentukan Holding Ultra Mikro, dinilai bisa menjadi contoh bagi bank-bank lain milik pemerintah.

Hal tersebut disampaikan oleh Pengamat Pasar Modal sekaligus Founder Indonesia Superstocks Community, Edhi Pranasidhi. Menurut Edhi, integrasi bisnis yang didukung dengan kinerja dapat menjadi sentimen yang sangat baik bagi investor pasar modal untuk ikut berkontribusi dalam membangun negeri.

Dia menjelaskan bahwa harga rata-rata 90 hari saham emiten berkode BBRI saat ini berada pada 4.360/unit. Dengan demikian, harga perkiraan pelaksanaan rights issue seharusnya antara Rp 3.900 dan Rp 3.500/unit. Sebagai aksi rights issue super jumbo, Edhi memproyeksikan dana segar yang bisa diperoleh berada di kisaran Rp100,3 triliun hingga Rp118 triliun.

"Rencana mega rights issue BBRI akan menjadi sejarah sebagai rights issue terbesar yang menghasilan dana terbesar pula di Indonesia. Ini bisa menjadi contoh bagi bank BUMN lain untuk melakukan integrasi sekaligus menyuntikkan modal baru untuk keperluan ekspansi lebih kuat," kata Edhi yang dikutip INDUSTRY.co.id, Jumat (18/6/2021).

Dia menyampaikan upaya menerbitkan saham baru BRI akan memuluskan rencana pemerintah untuk membentuk holding di ekosistem ultra mikro sekaligus pemulihan kinerja segmen usaha tersebut.

Seperti diketahui BBRI berencana menerbitkan sebanyak-banyaknya 28.677.086.000 saham Seri B atau mewakili sebanyak-banyaknya 23,25% dari modal ditempatkan dan disetor penuh perseroan.

Edhi mengatakan harga saham BBRI berpotensi menembus Rp5.000 setelah aksi korporasi. Menurut perhitungannya, harga buku BBRI saat ini berada di Rp1.900/unit, yang artinya harga di pasar saat ini berada di kisaran 1,9 kali harga buku. Jauh dari posisi rata-rata bank besar yang berada di kisaran 2,8 kali.

Setelah right issue harga buku akan turun ke posisi Rp1,637/unit. Dengan harga saham BBRI di pasar hari-hari terakhir, maka price to book ratio masih berada di kisaran 2,46 kali. Untuk mencapai harga rata-rata, harusnya harga pasca aksi korporasi dapat naik ke Rp4.580/unit.

"Jika menggunakan metode Earning Per Share (EPS) harga bisa berbeda lagi. Dan harga pasca aksi korporasi bisa mencapai 5.35. Dengan catatan tidak ada sentimen negatif seperti lay off besar-besaran," imbuhnya.

Baik PNM maupun Pegadaian, menurut Edhi, nantinya akan menjadi feeder bagi BRI untuk menyalurkan pinjaman kepada penggiat skala usaha sangat kecil yang saat ini belum difasilitasi perbankan melalui kredit usaha rakyat (KUR).

Integrasi data antara PNM, Pegadaian dan BRI akan menjadi kunci penting bagi masa depan kelangsungan Holding Ultra Mikro nanti. Ekspansi kinerja PNM akan lebih baik dengan bantuan likuiditas dan jaringan BRI. Pegadaian pun tetap akan kuat melakukan ekspansi karena model bisnisnya yang berbeda dari BRI dan Pegadaian.

"Saya melihat pembentukan holding ini sangat positif. Potensinya sangat baik, baik bagi PNM, Pegadaian dan BRI. Ini adalah win-win solution," katanya.

Lebih lanjut, Edhi berpendapat BRI termasuk perusahaan yang cukup mumpuni dalam melakukan integrasi. Bahkan dia yakin Holding Ultra Mikro tidak akan menjadi praktek kanibalisme antara unit usaha BBRI lain seperti Bank BRI Agroniaga (AGRO) karena ceruk pasar yang berbeda.

"Bahkan, AGRO mampu bertranformasi ke bisnis digital dan mampu berkolaborasi dengan banyak pihak lain dalam meningkatkan bisnis agri," tutupnya.

Komentar Berita

Industri Hari Ini

Menperin Agus Gumiwang Kartasasmita

Rabu, 04 Agustus 2021 - 22:05 WIB

Menperin Agus Ajak Industri Semen Berpartisipasi Kelola Limbah Medis

Kementerian Perindustrian (Kemenperin) tengah dalam proses menggerakkan industri semen untuk berpartisipasi dalam mengelola limbah medis di dalam negeri yang volumenya semakin meningkat.

dr soap luncurkan kampanye penyelamatan bumi

Rabu, 04 Agustus 2021 - 22:04 WIB

Ajak Masyarakat Cintai Bumi, dr soap Adakan Program Return & Earn untuk Daur Ulang Sampah

Upaya untuk menyelamatkan bumi terus dilakukan oleh berbagai pihak. Salah satu caranya adalah dengan menggunakan formula yang ramah lingkungan. Selain tentu saja secara aktif ikut dalam upaya…

Menteri Perindustrian Agus Gumiwang Kartasasmita

Rabu, 04 Agustus 2021 - 21:55 WIB

Menperin Agus Sebut Insentif Fiskal untuk Industri Hijau Tengah Digodok Antar Kementerian/Lembaga

Kementerian Perindustrian (Kemenperin) terus berupaya memacu penerapan industri hijau di Tanah Air, salah satunya upayanya melalui pemberian insentif fiskal. Menteri Perindustrian (Menperin)…

Menteri Perindustrian Agus Gumiwang Kartasasmita

Rabu, 04 Agustus 2021 - 21:52 WIB

Indonesia 4.0 Conference & Expo 2021 Menghadirkan Lebih dari 120 Perusahaan Penyedia Teknologi dan Solusi Bagi Industri 4.0

Jakarta-Sejak peluncuran Making Indonesia 4.0, Kementerian Perindustrian mengimplementasikan industri 4.0 pada berbagai sektor industri nasional melalui berbagai upaya.

Menteri Perindustrian Agus Gumiwang Kartasasmita

Rabu, 04 Agustus 2021 - 21:30 WIB

Menperin Agus Bakal Percepat Industri Nasional Bertransformasi Terapkan Teknologi Industri 4.0

Kementerian Perindustrian (Kemenperin) terus memacu implementasi industri 4.0 di berbagai sektor industri nasional melalui berbagai upaya. Satu di antaranya pelaksanaan program Indonesia Industry…