Kabar Gembira! Pemerintah Tidak Akan Mengenakan PPN Sembako di Pasar, Sri Mulyani: Jangan Mudah Termakan Hasutan...

Oleh : Candra Mata | Selasa, 15 Juni 2021 - 10:30 WIB

Menkeu Sri Mulyani di Pasar Santa
Menkeu Sri Mulyani di Pasar Santa

INDUSTRY.co.id - Jakarta, Menteri Keuangan (Menkeu) Sri Mulyani akhirnya angkat bicara meluruskan isu terkait rencana pemerintah menerapkan PPN Sembako. 

"Saya jelaskan pemerintah tidak mengenakan pajak sembako, yang dijual di pasar tradisional yang menjadi kebutuhan masyarakat umum," tegasnya saat mengunjungi dan berdialog dengan pedagang di Pasar Santa, Jakarta seperti dikutip redaksi INDUSTRY.co.id pada Selasa (15/6/2021).

Dalam kunjungan tersebut, Sri Mulyani juga menegaskan bahwa para pedagang tetap semangat berdagang meski mengalami penurunan omzet akbiat pandemi covid-19.

Seperti yang disampaikan oleh Ibu Rahayu. Pedagang buah ini bercerita bahwa akibat pandemi Covid-19 pembeli di pasar menurun, namun denikian dirinya mengaku tetap bertahan dan tetap bekerja pantang menyerah. 

Hal yang sama juga dirasakan oleh Ibu Riningsih, pedagang sayur yang meneruskan usaha ibunya yang sudah 15 tahun berdagang di Pasar Santa ini.

Menurutnya Ia tetap bertahan, saat ini Ia mulai melayani pembeli secara online, dan mengantar barang belanja menggunakan jasa ojek online. 

Dikatakan Sri Mulyani lebih lanjut, Bu Runingsih juga bercerita bahwa Ia bersyukur telah menerima Bantuan produktif usaha mikro (BPUM) Rp 2,4 juta dan Rp 1,2 juta dari Pemerintah.

Ia mengaku bantuan tersebut sangat bermanfaat untuk menambah modal bahan jualannya. 

"Tak hanya itu, bahkan anak saya yang masih SMP berhasil juara kelas dan mendapat bea siswa pendidikan dari pemerintah," tuturnya kepada Sri Mulyani.

Cerita yang sama juga datang dari salah seorang Ibu pedagang bumbu gulai rendang. Dimana Ia juga terus berjuang dan bertahan dengan cara melayani pemesanan dan pengiriman bumbu ke pelanggan melalui online. 

Namun demikian, umumnya para pedagang yang ditemui Sri Mulyani menyampaikan kekhawatirannya membaca berita tentang pajak sembako yang dikhawatirkan menaikkan harga jual.

Untuk meluruskan kekhawatiran tersebut, Sri Mulyani menegaskan bahwa pemerintah tidak akan mengenakan pajak sembako yang dijual di pasar tradisional yang menjadi kebutuhan masyarakat umum. 

Ditegaskannya, pajak tidak asal dipungut untuk penerimaan negara, namun disusun untuk melaksanakan azas keadilan

"Misalnya beras produksi petani kita seperti Cianjur, rojolele, pandan wangi, dll yang merupakan bahan pangan pokok dan dijual di pasar tradisional tidak dipungut pajak (PPN)," tegas Sri Mulyani.

Namun, jelasnya, beras premium impor seperti beras basmati, beras shirataki yang  harganya bisa 5-10 kali lipat dan dikonsumsi masyarakat kelas atas, seharusnya dipungut pajak.

Demikian juga daging sapi premium seperti daging sapi Kobe, Wagyu yang harganya 10-15 kali lipat harga daging sapi biasa, seharunya perlakukan pajak berbeda dengan bahan kebutuhan pokok rakyat banyak.

"Itu asas keadilan dalam perpajakan yang lemah dibantu dan dikuatkan dan yang kuat membantu dan berkontribusi," imbuhnya.

Selain itu, mantan Direktur Bank Dunia ini juga mengemukakan bahwa dalam menghadapi dampak Covid yang berat, saat ini Pemerintah justru memberikan banyak insentif pajak untuk memulihkan ekonomi. 

"Pajak UMKM, pajak karyawan (PPH 21) dibebaskan dan ditanggung pemerintahan. Pemerintah membantu rakyat melalui bantuan sosial, bantuan modal UMKM seperti yang telah diterima pedagang sayur di Pasar Santa tersebut, diskon listrik rumah tangga kelas bawah, internet gratis bagi siswa, mahasiswa dan guru," jelasnya.

Kemudian, Pemerintah juga memberikan vaksin gratis dan biaya rawat gratis bagi yang terkena Covid. 

"Inilah fokus pemerintah saat ini, yaitu melindungi rakyat, ekonomi dan dunia usaha agar bisa tidak hanya bertahan namun pulih kembali secara kuat," papar Sri Mulyani.

Ia juga mengungkapkan bahwa semangat para pedagang untuk bangkit sungguh luar biasa. 

"Ayo kita jaga dan pulihkan bersama ekonomi kita. Jangan lupa untuk terus patuhi protokol kesehatan saat melakukan berbagai aktivitas!," serunya.

Terakhir, dalam unggahan dijejaring sosial medianya tersebut, Sri Mulyani berpesan sekaligus berharap agar masyarakat dan para pedagang agar tidak mudah termakan hasutan isu yang tidak benar.

 “Jangan mudah termakan hasutan," pungkas Sri Mulyani.

Hingga berita ini dibuat, unggahan Sri Mulyani tersebut telah disukai ribuan masyarakat dan menuai banjir apresiasi.

"Mantap Bu Menkeu..sdh dijelaskan sehingga rakyat kecil jd adem..," Ristina.

"Nah kalau langsung dijelaskan gitu langsung kepada masyarakat apa yang sebenarnya kan jadi ngerti, mantaplah bu saya setujuh," ujar Akuh Suryana.

"Mantap bu Sri...cara ibu menjelaskan ke masyarakat yg terdampak issue kekhawatirannya, jadi issue itupun mereka dengar langsung dari ibu kebenarannya yg seperti apa...jika perlu ke pasar² lainnya juga ya bu," sebut Ariyanti Tengku.

"Luar biasa buk mentri..turun langsung ke pasar2 bukan hanya sekedar menerima laporan..smoga tetap sehat ya buk...," tandas Mega Rohaya.

Komentar Berita

Industri Hari Ini

Ilustrasi kredit perbankan

Sabtu, 31 Juli 2021 - 20:56 WIB

Peningkatan Kredit Penopang Raihan Laba Bank DKI

Bank DKI mencatatkan pertumbuhan laba sebesar 40,8% (year-on-year) dari Rp279 miliar per Juni 2020 menjadi Rp394 miliar per Juni 2021.

Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan

Sabtu, 31 Juli 2021 - 19:37 WIB

Alhamdulillah! Gubernur Anies Sampaikan 4 Berita Baik Buat Seluruh Warga Jakarta

Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan melalui jejaring sosial medianya membagikan empat buah berita baik terkait perkembangan pandemi Covid-19 di wilayah Ibu Kota, Jakarta. "Pertama, berita baik.…

Ilustrasi Era Digitalisasi

Sabtu, 31 Juli 2021 - 18:15 WIB

Ibarat Kerumunan, Media Digital Bisa Menggerakkan Massa untuk Kegiatan Positif

Di masa pandemi ini penting sekali memiliki digital skills karena sebagian besar kegiatan dilakukan secara online. Arief Yudi Rahman, Maestro Seni Media Baru Kemendikbud 2018, mengibaratkan…

Artis Niki Zefanya

Sabtu, 31 Juli 2021 - 18:00 WIB

Zilenial Indonesia yang Berprestasi dan Menginspirasi

Generasi Zilenial, Generasi Z atau Gen Z? Mendengar kata-kata itu mungkin tidak asing lagi. Gen Zilenial atau yang lebih dikenal Generasi Z ialah generasi mengacu pada generasi yang lahir pada…

Gubernur Jakarta Anies Baswedan

Sabtu, 31 Juli 2021 - 17:30 WIB

Luar Biasa Dahsyat! Gubernur Anies Berhasil Lampaui Target 7,5 Juta Vaksinasi, Lebih Cepat Sebulan dari Tenggat Presiden Jokowi

Pemerintah Provinsi DKI Jakarta berhasil meraih, bahkan melebihi, target vaksinasi yang ditetapkan oleh Presiden Republik Indonesia, Joko Widodo. Keberhasilan pencapaian target vaksinasi tersebut…