INDUSTRY.co.id - Jakarta, Menteri Koordinator Perekonomian Airlangga Hartarto menyatakan optimistis perekonomian Indonesia di kuartal kedua tahun ini akan pulih dan diprediksi dapat tumbuh di level 7-8 persen.
"Terkait perekonomian, Pemerintah optimis bahwa perekonomian Indonesia akan segera pulih," ungkap Airlangga dalam pernyataannya seperti dikutip redaksi INDUSTRY.co.id pada Selasa (8/6/2021).
“Pemerintah meyakini di kuartal II ini kita mampu tumbuh pada range 7-8%," tegas Airlangga.
Menurutnya, keyakinan pertumbuhan tersebut didasari oleh sejumlah indikator pergerakan ekonomi, seperti Indeks Purchasing Management (IPM) Manufaktur Indonesia yang mencapai poin 55,3. Capaian ini merupakan yang tertinggi sejak tahun 2011 dan diatas rata-rata Manufaktur negara-negara di Asean, Japan, Korea hingga China.
Membaiknya IPM Manufaktur tersebut diikuti oleh penjualan mobil dan motor yang meningkat 228% (year-on-year).
"Selanjutnya, penjualan ritel juga naik 9,8% (year-on-year) dan indeks keyakinan konsumen sudah di atas 100%," jelasnya.
Kemudian, kata Airlangga, tren positif juga terlihat dari pertumbuhan disisi belanja nasional.
"Kita lihat juga pertumbuhan belanja nasional per akhir April kemarin juga sudah terjadi kenaikan sebesar 60,43%," pungkasnya.
Perlu diketahui, secara keseluruhan Pemerintah memproyeksi pertumbuhan ekonomi Indonesia di tahun 2021 berada di rentang 4,5-5,3%.
Kemudian, dalam RAPBN 2022 pemerintah memproyeksikan pertumbuhan ekonomi mencapai 5,2 - 5,8%.
Sebelumnya, Badan Pusat Statistik (BPS) melaporkan pertumbuhan ekonomi Indonesia di kuartal I-2021 masih mengalami kontraksi minus 0,74 persen.