INDUSTRY.co.id - JAKARTA — Pergeseran perilaku belanja masyarakat di tengah tekanan daya beli mulai tercermin pada pola wisata domestik. Alih-alih memilih destinasi yang membutuhkan perjalanan udara, wisatawan Jabodetabek kini lebih memilih kota dengan akses darat yang lebih murah. Kondisi ini diproyeksikan mendorong Bandung menjadi destinasi favorit selama momentum long weekend Agustus 2026.

Cove, perusahaan penyedia hunian co-living modern berbasis komunitas di Asia Pasifik, mencatat lonjakan minat terhadap akomodasi di Bandung menjelang dua periode libur panjang pada 17 dan 25 Agustus. Tingkat okupansi kamar harian di kota tersebut telah mencapai 95%, lebih tinggi dibandingkan Bali yang berada di level 82% maupun Surabaya sebesar 85%. Mayoritas pemesanan berasal dari wisatawan Jabodetabek.

Country Director of Growth sekaligus VP of Online Marketing Cove, Dian Paskalis, mengatakan kenaikan harga tiket pesawat dan melemahnya daya beli masyarakat telah mengubah preferensi wisatawan dalam menentukan destinasi liburan.

"Tingginya harga pesawat dan melemahnya daya beli telah menggeser cara masyarakat Jabodetabek berlibur. Bandung kini menjadi destinasi liburan yang semakin diminati, terutama karena akses darat yang singkat dan lebih hemat dibandingkan kota-kota lainnya. Tren ini terlihat dari bagaimana jumlah kamar harian Cove di Bandung saat ini telah tumbuh lebih dari 35 persen dibandingkan tahun lalu, guna mengakomodir permintaan yang juga terus meningkat," ujar Dian Paskalis.

Menurut Cove, daya tarik Bandung semakin kuat karena didukung berbagai moda transportasi darat, mulai dari Whoosh, kereta api, bus, travel hingga jaringan jalan tol. Kombinasi akses yang mudah dan biaya perjalanan yang lebih rendah dinilai menjadi pertimbangan utama masyarakat di tengah kondisi ekonomi yang menuntut pengeluaran lebih selektif.

Tidak hanya biaya transportasi, wisatawan juga semakin sensitif terhadap tarif akomodasi. Data internal Cove menunjukkan rata-rata wisatawan yang menginap di Bandung hanya mengalokasikan anggaran sekitar Rp280.000 per malam untuk penginapan. Nilai tersebut masuk dalam kategori hotel bujet, menandakan masyarakat tetap berupaya menekan biaya liburan meskipun minat bepergian masih tinggi.

Sejalan dengan tren tersebut, dua properti Cove di Bandung, yakni Cove Limora dan Cove Vaia, diperkirakan menjadi pilihan utama wisatawan sepanjang Agustus. Keduanya berada di segmen Cove Classics dengan tarif rata-rata sekitar Rp230.000 per malam, sesuai dengan preferensi wisatawan yang mengutamakan harga terjangkau.

Selain mengedepankan efisiensi biaya, wisatawan juga semakin mengutamakan kepraktisan dalam merencanakan perjalanan. Cove mencatat peningkatan pemesanan dari segmen keluarga selama periode long weekend, dengan mayoritas transaksi dilakukan melalui platform Online Travel Agent (OTA), mencerminkan kebutuhan akan proses pemesanan yang cepat dan mudah.

Pola pemesanan juga menunjukkan kecenderungan wisatawan mengambil keputusan secara mendadak. Sebagian besar reservasi dilakukan pada H-1 hingga H-4 sebelum check-in, sementara rata-rata lama menginap hanya sekitar 1,5 hari. Durasi tersebut sejalan dengan karakteristik libur panjang yang dimanfaatkan masyarakat untuk berwisata singkat tanpa harus mengambil cuti panjang.