INDUSTRY.co.id - Jakarta - PT BYD Motor Indonesia memanfaatkan ajang GAIKINDO Indonesia International Auto Show (GIIAS) 2026 untuk memperluas edukasi mengenai perkembangan kendaraan energi baru (New Energy Vehicle/NEV) melalui forum Media Tech Auto Talk.
Dalam sesi tersebut, BYD mengungkap filosofi electric-first yang menjadi dasar pengembangan Dual Mode (DM) Technology, teknologi hybrid yang diklaim mampu menggabungkan efisiensi, performa, dan fleksibilitas dalam satu sistem.
Head of Public and Government Relations PT BYD Motor Indonesia Luther Panjaitan mengatakan, teknologi Dual Mode telah dikembangkan selama lebih dari dua dekade dan kini memasuki generasi kelima atau DM 5.0.
“Di Indonesia, kami sangat mengapresiasi antusiasme masyarakat terhadap teknologi ini, yang tercermin dari lebih dari 4.000 pemesanan BYD M6 DM sejak diperkenalkan. Respons tersebut menunjukkan bahwa masyarakat tidak hanya semakin terbuka terhadap solusi mobilitas yang lebih efisien, tetapi juga memiliki ketertarikan untuk memahami teknologi yang mendasarinya,” ujar Luther.
Menurut BYD, filosofi electric-first menempatkan motor listrik sebagai sumber penggerak utama dalam sebagian besar kondisi berkendara. Sementara mesin bensin bekerja secara cerdas untuk menghasilkan energi listrik ke baterai atau memberikan tambahan tenaga ketika dibutuhkan.
Tiga platform Dual Mode
BYD mengembangkan teknologi Dual Mode ke dalam tiga pendekatan utama.
Pertama, DM-i (Dual Mode Intelligent) yang berfokus pada efisiensi energi untuk penggunaan sehari-hari. Kedua, DM-p (Dual Mode Powerful) yang mengutamakan performa tinggi dan akselerasi responsif. Ketiga, DMO (Dual Mode Off-road) yang dirancang untuk kendaraan dengan kemampuan menjelajah berbagai medan.
Pada platform DM-i, BYD menggunakan mesin hybrid 1.5L naturally aspirated dengan efisiensi termal hingga 46,06 persen, dipadukan dengan Electric Hybrid System (EHS) dan Blade Battery.
Sistem tersebut memungkinkan kendaraan lebih banyak digerakkan oleh motor listrik sehingga menghasilkan karakter berkendara yang halus, responsif, dan senyap.
BYD mengklaim, berdasarkan simulasi internal, BYD M6 DM berpotensi mencapai efisiensi konsumsi bahan bakar hingga 65 km per liter pada simulasi perjalanan sekitar 150 kilometer.
Biaya operasional lebih rendah
Selain efisiensi bahan bakar, BYD juga menyoroti potensi penghematan biaya kepemilikan.
Berdasarkan simulasi internal, teknologi DM-i dapat menghemat biaya operasional hingga sekitar 60 persen dibandingkan kendaraan bermesin pembakaran internal (ICE) pada segmen yang setara.
Sementara itu, hasil pengujian konsumsi bahan bakar oleh sejumlah media nasional menunjukkan efisiensi biaya operasional dapat mencapai sekitar 66 persen.
Dari sisi perawatan, interval servis yang lebih panjang dan berkurangnya komponen yang memerlukan perawatan rutin diperkirakan dapat menekan biaya perawatan hingga sekitar 30 persen selama tiga tahun pertama penggunaan.
Luther menegaskan bahwa perkembangan kendaraan energi baru membuat masyarakat dihadapkan pada berbagai pilihan teknologi, sehingga edukasi menjadi bagian penting dari proses transisi menuju elektrifikasi.
“Melalui Media Tech Auto Talks, kami ingin membantu menjelaskan bagaimana filosofi electric-first diterapkan melalui Dual Mode Technology, sekaligus menunjukkan bagaimana setiap platform dikembangkan untuk menjawab kebutuhan mobilitas yang berbeda,” katanya.
Melalui forum tersebut, BYD berharap masyarakat dapat memahami karakter masing-masing teknologi hybrid dan menentukan solusi mobilitas yang paling sesuai dengan kebutuhan penggunaan sehari-hari maupun perjalanan jarak jauh.