INDUSTRY.co.id - Jakarta, Program Kredit Usaha Rakyat (KUR) terus menjadi salah satu instrumen utama pemerintah dalam memperkuat ekonomi kerakyatan melalui dukungan pembiayaan bagi pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM). 

Dengan subsidi dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN), bunga KUR dipatok hanya sebesar 6 persen, jauh lebih rendah dibandingkan bunga kredit komersial yang umumnya berada pada kisaran 10 hingga 14 persen.

Juru Bicara Kementerian UMKM, M. Riza Damanik, mengatakan KUR dirancang untuk membantu usaha produktif yang layak namun belum memiliki agunan tambahan sehingga dapat memperoleh akses pembiayaan formal.

"KUR adalah salah satu program strategis pemerintah untuk memperkuat ekonomi rakyat dengan memberikan dukungan modal kepada usaha produktif dan layak, namun belum memiliki agunan tambahan. Melalui subsidi APBN, bunga KUR hanya sebesar 6 persen, jauh lebih rendah dibandingkan bunga kredit komersial yang berkisar antara 10 hingga 14 persen atau bahkan lebih," ujar Riza, sebagaimana dikutip dari akun Instagram @bakom.ri.

Pada 2026, pemerintah menargetkan plafon penyaluran KUR sebesar Rp290 triliun. Hingga 22 Juli 2026, realisasi penyaluran telah mencapai Rp169 triliun yang dinikmati oleh sekitar 2,65 juta debitur UMKM di seluruh Indonesia.

Dari total penerima manfaat tersebut, sebanyak 1,1 juta merupakan debitur baru yang untuk pertama kalinya memperoleh akses pembiayaan formal. 

Sementara itu, sekitar 511 ribu pelaku UMKM tercatat berhasil naik kelas. 

Di sisi lain, kualitas pembiayaan juga tetap terjaga dengan tingkat kredit bermasalah (non-performing loan/NPL) berada di kisaran 2 persen.

Pemerintah juga terus mengarahkan penyaluran KUR agar lebih banyak menyasar sektor-sektor produktif. 

Hingga saat ini, sekitar 65 persen pembiayaan KUR telah disalurkan ke sektor produksi, meliputi pertanian, perikanan, peternakan, perkebunan, industri pengolahan, serta berbagai sektor produktif lainnya yang menjadi penggerak ekonomi rakyat.

Menurut Riza, penyaluran KUR ke sektor produksi diharapkan mampu mendorong lahirnya usaha-usaha yang berdampak, memperkuat sentra ekonomi unggulan di berbagai daerah, sekaligus menciptakan lapangan kerja baru di seluruh Indonesia.

"Kepada seluruh Ibu dan Bapak pengusaha UMKM, plafon KUR tahun ini masih terbuka lebar. Silakan dimanfaatkan untuk meningkatkan kapasitas dan produktivitas usaha Ibu dan Bapak sekalian," kata Riza.