INDUSTRY.co.id - Jakarta – International Workplace Group (IWG) mempercepat ekspansi bisnis ruang kerja fleksibel dengan menandatangani 728 lokasi baru secara global sepanjang semester pertama 2026. Pencapaian tersebut membawa jaringan IWG menjadi lebih dari 6.000 lokasi yang telah ditandatangani di lebih dari 120 negara.
Platform kerja global yang menaungi sejumlah merek, termasuk Regus dan Spaces, itu juga membukukan rekor pendapatan serta EBITDA selama periode yang sama. Pertumbuhan ini menunjukkan semakin besarnya kebutuhan terhadap ruang kerja fleksibel di tengah penerapan sistem kerja hibrida dan operasional perusahaan yang semakin terdistribusi.
Ekspansi IWG ditopang strategi pertumbuhan minim modal. Sekitar 95 persen lokasi baru dikembangkan melalui perjanjian kemitraan berbasis pengelolaan.
Melalui skema tersebut, pemilik properti dan investor berpeluang mengoptimalkan imbal hasil dari aset mereka. Di sisi lain, IWG dapat memperluas jaringan global dengan lebih cepat dan efisien tanpa membutuhkan investasi modal dalam jumlah besar.
Amerika Serikat Jadi Pasar dengan Pertumbuhan Tertinggi
Amerika Serikat menjadi pasar dengan jumlah penandatanganan lokasi baru terbanyak pada semester pertama 2026, yakni mencapai 187 lokasi. Inggris menyusul dengan 62 lokasi, sementara India mencatatkan 43 lokasi dan Tiongkok sebanyak 42 lokasi.
Pertumbuhan IWG tidak hanya terkonsentrasi di kota-kota besar dan kawasan pusat bisnis. Sebagian besar lokasi baru justru berada di wilayah pinggiran kota, kota penyangga, dan kota-kota kecil.
Strategi tersebut dijalankan untuk menghadirkan ruang kerja profesional yang lebih dekat dengan tempat tinggal masyarakat. Kehadiran lokasi di berbagai wilayah juga memberikan lebih banyak pilihan bagi perusahaan yang ingin menerapkan sistem kerja fleksibel dan hibrida.
Jaringan IWG di Indonesia Tembus 56 Lokasi
Di Indonesia, IWG menambah tujuh lokasi baru sepanjang paruh pertama 2026. Lokasi tersebut tersebar di Batam, Bali, Bandung, dan Surakarta, melengkapi jaringan perusahaan yang sebelumnya telah berkembang kuat di Jakarta.
Dengan tambahan itu, jaringan ruang kerja fleksibel IWG kini mencapai 56 lokasi di seluruh Indonesia.
Ekspansi ke sejumlah daerah mencerminkan meningkatnya permintaan terhadap ruang kerja fleksibel di luar Jakarta dan kawasan pusat bisnis tradisional. Semakin banyak perusahaan mulai mengadopsi pola kerja terdistribusi dan adaptif sesuai kebutuhan karyawan maupun perkembangan operasional.
Kehadiran IWG di berbagai kota diharapkan membuat ruang kerja profesional semakin mudah dijangkau. Perusahaan juga mempunyai pilihan yang lebih luas dalam menentukan lokasi kerja tanpa harus bergantung pada kantor pusat konvensional.
Wojo Tambah 186 Lokasi ke Jaringan IWG
Pertumbuhan IWG berlanjut memasuki semester kedua 2026. Pada Juli, Wojo resmi bergabung dengan IWG dan menambah 186 lokasi ke dalam jaringan global perusahaan.
Wojo sebelumnya merupakan usaha patungan antara Accor dan Bouygues Immobilier. Akuisisi tersebut turut membangun hubungan jangka panjang antara IWG dan Accor, sekaligus membuka peluang menghadirkan solusi ruang kerja fleksibel di lebih banyak hotel pada masa mendatang.
IWG terus bekerja sama dengan pemilik properti dan pengembang untuk menciptakan sumber pendapatan baru dari aset mereka. Kolaborasi tersebut juga mendukung penyediaan ruang kerja yang lebih dekat dengan komunitas dan kebutuhan para pekerja.
Peluang pertumbuhan industri ini dinilai masih sangat besar. Saat ini terdapat sekitar 1,2 miliar pekerja kantoran di seluruh dunia, dengan potensi pasar ruang kerja fleksibel bernilai lebih dari 2 triliun dolar AS.
CEO International Workplace Group Christian Schmitz menyebut capaian selama enam bulan pertama 2026 sebagai momentum penting bagi pertumbuhan perusahaan.
“Kami telah melalui paruh pertama tahun ini dengan capaian luar biasa, mencatat rekor dengan menandatangani 728 lokasi baru dan mengembangkan platform IWG menjadi lebih dari 6.000 lokasi di seluruh dunia,” kata Christian Schmitz.
Menurutnya, penerapan sistem kerja hibrida turut menciptakan peluang baru, baik di kota-kota besar maupun komunitas yang selama ini belum banyak memiliki ruang kerja profesional.
“Strategi kami yang tidak memerlukan investasi modal besar memungkinkan kami tumbuh dengan cepat, sekaligus membantu para mitra menghasilkan nilai yang lebih besar dari aset properti mereka. Kami melihat peluang yang besar ke depan dan sangat antusias untuk terus mempercepat pertumbuhan kami,” ujarnya.