Industry.co.id - Jakarta, 17 September 2026 - Circle, perusahaan di balik stablecoin USDC, resmi meluncurkan mainnet Arc Blockchain pada 16 September 2026. Peluncuran ini menjadi momen besar di industri kripto karena didukung oleh nama-nama besar dari sektor keuangan tradisional seperti BlackRock, Visa, dan Mastercard sebagai validator pendiri.

Apa Itu Arc Blockchain?

Arc Blockchain adalah jaringan Layer 1 yang dibangun khusus untuk aplikasi keuangan oleh Circle, penerbit stablecoin USDC. Berbeda dari blockchain lain seperti Ethereum atau Solana, Arc menggunakan USDC sebagai biaya transaksi (gas fee), bukan token native yang harganya naik turun.

Menurut BeInCrypto, Arc diluncurkan dengan 11 validator pendiri dari sektor keuangan tradisional dan berhasil mengumpulkan US$222 juta dalam presale sebelum peluncuran. CEO Circle Jeremy Allaire menyebut Arc sebagai proyek yang "lebih berkonsekuensi" dibandingkan USDC itu sendiri.

Keunggulan Arc Blockchain

  • Gas Fee dalam USDC - Biaya transaksi dibayar dalam stablecoin, bukan token volatil. Ini membuat biaya lebih prediktif bagi institusi
  • Validator Institusional - 11 validator pendiri termasuk BlackRock, Visa, dan Mastercard
  • Presale US$222 Juta - Menunjukkan tingginya minat institusional sebelum peluncuran
  • Sub-second Finality - Transaksi diselesaikan dalam waktu kurang dari satu detik
  • Cross-chain via CCTP - USDC bisa berpindah antar jaringan melalui Circle's burn-and-mint infrastructure

Ekosistem DeFi di Arc Blockchain

Enam proyek utama sudah bersiap membangun ekosistem DeFi di Arc:

1. aka.fun - Platform Peluncuran Token RWA

  • Fungsi: Platform peluncuran token yang menghubungkan trading spekulatif dengan aset dunia nyata (RWA)
  • Biaya: Setiap trading dikenakan biaya 2%
  • Treasury: 30% dari biaya dialokasikan ke treasury RWA untuk membeli tokenized real-world assets
  • Keunggulan: Menghubungkan meme trading dengan paparan aset dunia nyata

2. UnitFlow - DEX All-in-One

  • Fungsi: DEX dengan V2.5 constant-product pools, V3 concentrated liquidity, dan no-code token factory
  • Cross-chain: Mendukung perpindahan USDC antar jaringan melalui Circle CCTP
  • Keunggulan: Liquidity management tools dan analytics lengkap

3. Synthra - Trading Terpadu

  • Fungsi: Menggabungkan spot markets, liquidity provision, cross-chain swaps, dan perpetual trading dalam satu interface
  • Keunggulan: Satu akun, satu balance, protocol menangani routing di belakang layar

4. Tower - Aggregator Likuiditas

  • Fungsi: Mencari jalur perdagangan paling efisien dengan mempertimbangkan kedalaman likuiditas, slippage, dan biaya transaksi
  • Fitur: AI assistant untuk insight on-chain
  • Keunggulan: Optimalisasi rute trading otomatis

5. Hibachi - FX Profesional

  • Fungsi: Central limit order book dengan zero-knowledge settlement untuk pasar FX profesional
  • Proses: Order matching off-chain untuk kecepatan, settlement on-chain dengan cryptographic proofs
  • Pendanaan: Didukung oleh Arc Builders Fund dari Circle Ventures
  • Keunggulan: Deterministic sub-second finality untuk settlement yang prediktif

6. Sidoor - Terminal Trading Retail

  • Fungsi: Terminal trading yang menggabungkan token discovery, trending markets, portfolio tracking, bridging, dan sniper tools
  • Keunggulan: Mendukung perpindahan USDC ke Arc dan tracking transfer sebelum dana bisa ditrading

Tips untuk Investor

  • Riset dulu: Pelajari setiap proyek di ekosistem Arc sebelum berinvestasi. Setiap proyek memiliki risiko dan karakteristik berbeda
  • Perhatikan likuiditas: Arc baru diluncurkan, likuiditas masih terbatas. Mulai dengan posisi kecil
  • Pantau volume DEX: Volume DEX Arc bisa menjadi indikator adopsi. Bandingkan dengan Robinhood Chain yang mencapai US$3,7 miliar volume harian
  • Waspadai volatilitas: Meskipun gas fee dalam USDC, harga token di ekosistem tetap bisa sangat volatil
  • Gunakan wallet terpisah: Pisahkan wallet untuk trading Arc dari wallet utama Anda

FAQ tentang Arc Blockchain

Berapa biaya transaksi di Arc Blockchain?

Biaya transaksi di Arc dibayar dalam USDC, bukan token native. Ini membuat biaya lebih stabil dan prediktif dibandingkan blockchain lain yang menggunakan token volatil.

Siapa saja validator Arc Blockchain?

Arc diluncurkan dengan 11 validator pendiri termasuk BlackRock, Visa, dan Mastercard. Ini adalah validator set paling institusional untuk blockchain Layer 1.

Apa perbedaan Arc dengan blockchain lain?

Perbedaan utama Arc adalah gas fee dalam USDC, validator institusional, dan fokus pada aplikasi keuangan. Blockchain lain seperti Ethereum menggunakan token native yang harganya berfluktuasi.

Apakah aman berinvestasi di ekosistem Arc?

Seperti investasi kripto lainnya, investasi di ekosistem Arc memiliki risiko tinggi. Lakukan riset mandiri, pertimbangkan profil risiko, dan jangan investasi lebih dari yang Anda mampu kehilangan.

Takeaways

  • Arc Blockchain diluncurkan pada 16 September 2026 dengan validator BlackRock, Visa, dan Mastercard
  • Gas fee dibayar dalam USDC (stabil), bukan token volatil
  • Presale berhasil mengumpulkan US$222 juta
  • 6 proyek DeFi sudah bersiap: aka.fun, UnitFlow, Synthra, Tower, Hibachi, Sidoor
  • Volume DEX bisa menjadi patokan: Robinhood Chain mencapai US$3,7 miliar volume harian setelah peluncuran