INDUSTRY.co.id - JAKARTA - RedDoorz mengumumkan kemitraan dengan ECPAT, jaringan global yang fokus mengakhiri eksploitasi dan kekerasan seksual terhadap anak, untuk memperkuat perlindungan anak di seluruh jaringan propertinya.

RedDoorz kini mengoperasikan lebih dari 4.000 properti melalui multi-brand yang mencakup RedDoorz, SANS, Urbanview, Sunerra, dan The Lavana. Perusahaan menerapkan kebijakan nol toleransi terhadap eksploitasi seksual anak, perdagangan manusia, dan prostitusi.

"Safe Stay bukan sekadar menyediakan kamar yang aman, tetapi menciptakan lingkungan yang memberikan rasa aman bagi setiap tamu, terutama anak-anak. Melalui kemitraan dengan ECPAT, kami membekali mitra properti dengan pengetahuan untuk mengenali risiko serta mengambil tindakan yang tepat," ujar Country Director RedDoorz Indonesia Mohit Gandas.

Untuk menjalankan inisiatif ini, RedDoorz memperkenalkan program SHIELD yang memperkuat lima aspek, yakni verifikasi identitas tamu, perlindungan anak, mekanisme pelaporan keamanan terpusat, pemantauan CCTV, dan standar keselamatan properti.

RedDoorz juga bergabung dengan The Code of Conduct for the Protection of Children from Sexual Exploitation in Travel and Tourism (The Code) dan akan memberikan pelatihan wajib bagi staf serta menerbitkan laporan berkala.

"Kami akan mengerahkan sumber daya untuk memperluas dampak ECPAT di Indonesia, sekaligus memperluas kemitraan ini ke Asia Tenggara, dimulai dari Filipina," kata Founder dan CEO RedDoorz Amit Saberwal.