INDUSTRY.co.id - SHANGHAI - Shanghai Electric (SEHK: 02727, SSE: 601727) mencatat kinerja positif pada semester I-2026. Pendapatan operasional perusahaan mencapai RMB 63,33 miliar atau sekitar 9,17 miliar dollar AS, naik 16,6 persen secara tahunan.
Laba bersih yang dapat diatribusikan kepada pemegang saham tercatat RMB 970 juta atau 140,49 juta dollar AS, meningkat 18,2 persen. Pada periode yang sama, nilai pesanan baru mencapai RMB 100,39 miliar atau sekitar 14,54 miliar dollar AS (sekitar Rp 236 triliun).
Capaian ini mencerminkan ekspansi bisnis perusahaan di bidang transisi energi, manufaktur cerdas berteknologi tinggi, dan pasar internasional.
Tiga Pilar Bisnis Tumbuh
Segmen Peralatan Energi membukukan pendapatan RMB 36,55 miliar, meningkat 21,4 persen secara tahunan. Pertumbuhan ini berasal dari bisnis pembangkit listrik tenaga bayu (PLTB) dan penyimpanan energi.
Segmen Peralatan Industri mencatat pendapatan RMB 18,95 miliar, naik 1,9 persen, ditopang pemanfaatan teknologi digital pada bisnis peralatan mesin dan elevator. Sementara segmen Layanan Terintegrasi meraih pendapatan RMB 10,86 miliar, meningkat 31,5 persen.
Dari total pesanan baru, segmen Peralatan Energi menyumbang RMB 64,24 miliar. Angka tersebut terdiri atas RMB 12,39 miliar untuk peralatan PLTB, RMB 11,44 miliar untuk penyimpanan energi, RMB 4,57 miliar untuk peralatan nuklir, serta RMB 20,23 miliar untuk peralatan batu bara.
Ekspansi ke Dubai hingga Finlandia
Selama semester I-2026, Shanghai Mitsubishi Elevator memenangkan kontrak proyek Dubai Palm Island Fase II untuk memasok 700 elevator kelas atas.
Di Eropa, bisnis transmisi dan distribusi listrik Shanghai Electric meraih kontrak untuk memasok switchgear bagi pusat data hyperscale di Finlandia. Perusahaan juga menandatangani kontrak Proyek Minety Phase II Stonehill Energy Storage di Inggris berkapasitas 50 MW/150 MWh.
Untuk mendukung ekspansi global, Shanghai Electric telah membangun jaringan manajemen dengan struktur "1+N+6" dan membuka kantor pusat regional di Asia Tengah, Asia Tenggara, serta Timur Tengah dan Afrika Utara.
Di bidang industrial intelligence, robot humanoid "SUYUAN 2.0" menjalani debut di pasar domestik. Platform Industrial Internet SEunicloud juga telah menghubungkan sekitar 1,16 juta perangkat.