INDUSTRY.co.id - JAKARTA - PT Kereta Api Indonesia (Persero) bersama PT Industri Kereta Api (Persero) atau INKA memastikan perawatan 7 trainset KRL iE305/CLI 225 berjalan sesuai target untuk mendukung operasional Commuter Line Jabodetabek.
Kepastian itu disampaikan setelah Direktur Utama KAI Bobby Rasyidin melakukan kunjungan kerja ke fasilitas INKA di Madiun pada Jumat (11/9/2026) untuk melihat langsung progres perawatan sekaligus melakukan koordinasi percepatan penyelesaian pekerjaan.
“KAI memastikan setiap proses perawatan sarana dilakukan sesuai standar keselamatan dan keandalan yang berlaku. Kesiapan layanan Commuter Line Jabodetabek menjadi perhatian utama seiring tingginya kebutuhan mobilitas masyarakat,” ujar Bobby.
Satu Trainset Siap Pekan Ini, 6 Lainnya Bertahap
Vice President Corporate Communication KAI Anne Purba menjelaskan, perawatan dilakukan secara bertahap bersama INKA, KAI Commuter, dan pihak terkait. Proses tersebut mencakup pemeriksaan sistem, komponen teknis, serta aspek keselamatan sebelum kembali digunakan.
Saat ini satu trainset KRL iE305/CLI 225 sedang dalam tahap akhir pengecekan dan ditargetkan siap pada minggu ini. Selanjutnya, enam trainset lainnya diselesaikan secara bertahap dengan target tiga trainset selesai pada 25 September 2026 dan tiga trainset berikutnya pada 9 Oktober 2026.
“Setiap trainset yang telah menyelesaikan seluruh rangkaian pemeriksaan dan dinyatakan siap akan diserahkan kepada KAI Commuter untuk mendukung pelayanan Commuter Line Jabodetabek sesuai kebutuhan operasional,” ujar Anne.
Penumpang Tembus 400 Juta
Perawatan sarana dinilai krusial karena Commuter Line Jabodetabek menjadi layanan transportasi utama dengan mobilitas yang terus meningkat. Dalam satu dekade terakhir, jumlah pengguna KRL Jabodetabek meningkat dari 257 juta pelanggan pada 2015 menjadi 401 juta pelanggan pada 2025.
Hingga Januari-Agustus 2026, jumlah pelanggan telah mencapai 277,2 juta. Jumlah stasiun pun meningkat dari 71 stasiun pada 2015 menjadi 85 stasiun pada 2026.
“Pemeriksaan dilakukan secara menyeluruh untuk memastikan setiap trainset yang kembali beroperasi memenuhi standar keselamatan, keandalan sarana, serta kebutuhan operasional,” kata Anne.